yunita

yunita
Yun bab 29



🌸KESUCIAN DIATAS DOSA🌸


Malam semakin larut,suara jangkrik bergema bersahut-sahut,salah satu pohon karet menjadi saksi bisu yang dibawahnya ada dua insan yang sedang melepaskan birahi.Baju merekapun jadi alasnya,mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari,yang mereka tau hanya bercinta, siapa lagi kalau bukan Wijaya dan Yunita.


"Aw sakit...." teriak Yunita saat Wijaya sudah ingin melepaskan hasratnya.


"Sabar sayang nanti tidak akan sakit lagi" jawab Wijaya sambil tersenyum puas karena akhirnya Yunita mau menyerahkan begitu saja kesuciannya,dengan iming-iming dan bujuk rayuan maut Wijaya.


Setelah Wijaya sampai puncak nya tanpa memikirkan Yunita,kini Wijaya berdiri dan sangat puas.Sedangkan Yunita terduduk lemah sembari menahan sakit dan perih.


"Sakit banget" kata Yunita setelah memakai celana dan baju yang iya kenakan.


"Tapi kamu menikmatinyakan?,kamu sudah puncak kan sayang?,ternyata kamu masih perawan aku kira kamu bohong" kata Wijaya sambil duduk diatas Motor memakai bajunya.


"Tidak aku hanya merasakan sakit,kamu janji ya akan menikahiku?" kata Yunita sembari memeluk Wijaya.


"Ya aku berjanji,kamu akan hamil sayang pada saat itu kita akan menikah" kata Wijaya sambil membalas pelukan Yunita.


"Ayo aku antar pulang,entar kedua orang tua kamu tahu lagi kalau kamu diluar" ucap Wijaya lagi sambil menghidupkan mesin Motor Wijaya.


Tanpa berkata lagi Yunita naik keatas Motor, Wijaya memutar gas kereta lalu Motor melaju menuju belakang rumah Yunita.Wijaya tersenyum puas dan melirik Yunita yang memeluk dia dari belakang.Yunita menjadi tenang karena impiannya untuk menikah dengan Wijaya akan terkabulkan.


Kemarin Mama tidak setuju aku dengan Anto,sekarang Mama akan setuju kalau Aku hamil menyimpan benih Wijaya. Batin Yunita.


Sesampai dijalan setapak Yunita turun dari atas Motor Wijaya,lalu Wijaya mengecup kening Yunita.


"Tidur ya..semoga mimpi indah" Kata Wijaya sembari menghidupkan Motornya.


"Hati-hati Abang.."Jawab Yunita sambil melambai melihat Motor Wijaya melaju pergi meninggalkan jalan itu.


Yunita berjalan pelan menuju cendela yang iya gunakan saat keluar dari rumah tadi,lengan Yunita membuka cendela itu lalu Yunita masuk perlahan-lahan kedalam rumah, sampai dikamar Yunita sedikit merasakan perih lagi karena selaput darahnya sudah terkoyak.


"Aah..pedih banget" kata Yunita sambil melihat celana dalamnya,Yunita melihat bercak darah kesuciannya,lalu Yunita membuka lemari berniat mengganti celana baru supaya tidak ketahuan Mama Yunita.


*****


Sementara Wijaya sudah sampai ketempat tongkrongan yang berbentuk joglo itu.


"Lama..ngapai saja?" kata Joko saat melihat Wijaya turun dari Motornya.Wijaya tersenyum lebar sembari duduk didalam joglo tersebut,lalu Wijaya mengambil gelas berisi Tuak alias arak bekas iya tadi dan minum sekelak.


"Baru senam malam,kalian tau?,akhirnya aku bisa merasakan apa yang aku inginkan selama ini dari Yunita" Kata Wijaya sambil tersenyum.Joko dan Sutono saling pandang seakan tidak mengerti perkataan Wijaya.


"Maksud Abang apa?,kami tidak mengerti?" sahut Sutono kernyit dahi dan mereguk arak Sutono. Joko juga pasang wajah serius seakan mengerti ucapan Wijaya.


"Senang banget ya,aku tau maksud kamu jaya, apa dia masih suci?" kata Joko sambil memandang Wijaya lekat-lekat.


"Tepat sekali Joko,kamu tahu isi hatiku,dia benar-benar suci,aku kira bohongan,aku berhasil" Kata Wijaya sambil mereguk lagi araknya. Joko dan Sutono geleng kepala.


"Pasti kau merayunya atau menjanjikan sesuatu sama Yunita,pintar sekali kau pacaran sama anak ingusan lalu kau menfaatkan kepolosannya,ingat karma Jaya,apa kau tidak takut Yunita hamil?,Eva gimana?" kata Joko seakan tak suka perbuatan Wijaya.


"Alah sok suci kamu...!!,lagian dia yang mau gituan,dia bodoh mau saja aku janjikan untuk menikah,mana mungkin Yunita hamil aku tembak luar tadi sewaktu itu muncrat" Wijaya tertawa renyah sambil merebahkan tubuhnya diatas tikar.


"Ingat karma Jaya,andai kau punya adik perempuan seperti Yunita,pasti kau tidak mau adikmu berpacaran sama laki-laki bejat kayak kamu" Kata Joko kesal lalu berdiri dari duduknya.


"Sialan kamu....!!,persetan Karma, lagian aku gak punya adik perempuan bodoh amat" bentak Wijaya lalu bangkit dan menarik kerah baju Joko.Sutono juga ikut melihat kemarahan Wijaya sampai mabuk Sutono sedikit hilang dan menjadi sadar.


"GAK USAH IKUT CAMPUR URUSANKU !" ketus Wijaya sambil mendorong tubuh Joko, membuat Joko jatuh tersungkur ketanah.


"Sahabat sialan..cih mending pulang" kata Wijaya sambil menghidupkan mesin Motornya,lalu dengan kemarahan Wijaya pergi begitu saja,Sutono menarik tubuh Joko untuk bangkit dan berdiri.


"Kau dengarkan tono?,sudah berapa cewek yang iya sakiti,tidak sadar diri sudah mau menikah dengan Eva malah memperdaya Yunita" Geram Joko sambil duduk ditepi joglo.


"Kasihan Yunita,lugu banget mau saja dikadalin Wijaya" sambung Sutono sambil mijat dahi.


"Sebejat-bejatnya aku pacaran,walau aku palyboy belum pernah aku meniduri pacar-pacarku,karena aku takut kena karma kawan,aku juga punya adik cewek" ucap Joko sambil minum lagi.Sutono berfikir.


"Benar yang kau bilang..aku tidak berani melakukan hal serendah itu" sahut Sutono.


"Aku akan bilang besok sama Yunita,aku yakin Wijaya tidak akan bertanggung jawab,apalagi dia akan menikah dengan Eva tidak mungkin Wijaya menikahi Yunita lagi" kata Joko sambil menaruh iba pada Yunita.


"Gila kau Joko...kalau tau Wijaya bisa babak belur kamu,mending gak usah ikut campur deh" sahut Sutono karena tahu Wijaya beringas kalau soal adu jotos.


"Besok Wijaya kerja otomatis dia meninggalkan kampung ini sampai lama,apa kau tidak kasihan sama Yunita?,dulu dia teman sekolah SD kamu bukan?,kasihan..., sudahlah aku besok akan beri tahu yang sesungguhnya dengan Yunita" kata Joko sambil beranjak dari duduknya.


"Ayo sudah jam dua pagi,kita pulang, besok kau bantu aku untuk ketemu Yunita" Kata Joko lagi sambil mengumpulkan gelas-gelas bekas minuman mereka.


"Terserah kamu saja joko,aku juga kasihan sama Yunita,kamu tidur dirumahku saja supaya gampang besok,aku juga mau sekolah" Kata Sutono sambil berjalan dengan Joko.


"Ya sudah Ayo.." sahut Joko sambil langkah cepat.Rumah Sutono berhadapan dengan pasar besar jadi gampang kekampung sebelah,sedangkan Joko sedikit jauh jadi Joko setuju untuk tidur dirumah Sutono.


******


🌸KEESOKAN HARINYA🌸


Suara kicauan burung dengan merdu,sejumlah orang sudah mulai beraktivitas masing-masing dipagi hari.Ada yang bekerja ada juga yang bersekolah,Yunita turun dari kasur empuknya lalu lengan Yunita menarik handuk karena ingin mandi.


Hari ini Yunita akan masuk kesekolah baru, seperti Yunita dengar dari Mama seminggu yang lalu.Cepat-cepat Yunita membawa pakaian dalamnya yang iya kenakan tadi malam.Tidak berapa lama Yunita sudah didalam kamar mandi.


"Sreek...sreeek" Yunita menyikat dalamannya yang terkena bercak darah yang sudah mengering karena pergantian waktu.


Setelah itu Yunita berjalan menuju kekamar memakai baju seragam sekolah dengan Rok panjang semata kaki berwarna biru tua,lalu hijab yang berwarna putih dipadu dengan kemeja putih.Setelah selesai memakai seragam sekolah Yunita keluar kamar hendak sarapan.


Hati Yunita begitu tenang tidak memikirkan apapun selain kejadian tadi malam,berharap akan bersama Wijaya terus.Selesai sarapan Yunita pamit berjalan kaki menuju sekolah yang tidak begitu jauh dari rumah Yunita.


Diperjalanan pergi langkah Yunita terhenti saat sepeda Motor Sutono menghampiri Yunita. "Yun ada surat" kata Sutono sambil menyerahkan surat bersampul warna biru.


"Dari Abang Wijaya?" tanya Yunita girang langsung mengambil surat dari tangan Sutono.


"Bukan itu dari Joko,baca saja ya,aku sudah sampaikan pesan Joko,aku pamit ya,aku juga mau sekolah" Kata Sutono menghidupkan mesin motornya lalu berlalu dari pandangan Yunita,Karena Sutono beda sekolah dari Yunita.


Tumben Joko kirim surat ,kenapa ya?, entar dia naksir pula sama aku, tidak mungkinkan dia naksir aku secara Joko sahabatan sama Wijaya,mikir apa sih aku. Batin Yunita.


Sambil berjalan Yunita membuka sampul surat karena penasaran apa yang akan dikatakan Joko.Kini Yunita membaca surat dari Joko Sambil kernyit dahi. Begitu cepat Yunita membaca surat dari Joko.


Aneh isi suratnya cuma mau ketemu saja pakai surat segala,bilang saja kek tadi sama Sutono janjian saja,Joko ...Joko. Batin Yunita.


Sesampai disekolah Yunita masuk kekantor Sekolah untuk bertemu Kepala Sekolah.


"Ini murid barunya?" kata Kepala Sekolah namanya Bapak Yono.


"Iya pak" jawab Yunita dengan sopan dan tersenyum.


Kepala sekolah memanggil Ibu Guru wali kelas delapan bernama Guru Santi.Lalu Ibu Guru Santi membawa Yunita kedalam kelas untuk memeperkenalkan murid baru.


Sesampai dikelas delapan terlihat murid-murid sedang berlarian kebangku masing-masing mungkin sebelum datang Ibu Guru, mereka bermain sekelak atau duduk berkumpul dibangku teman yang lain.


"Anak-anak kita kedatangan teman baru,ayo nak perkenalkan nama kamu" Kata ibu Guru pada Yunita.Yunita tersenyum sebagian murid berbisik-bisik mungkin senang ada teman baru.


"Haloo.. nama aku Yunita Ananta,aku pindahan dari kota M,salam kenal ya" kata Yunita yang masih berdiri dihadapan kelas, didepan murid-murid.Lalu Ibu Guru menyuruh Yunita duduk disebelah Puput.


"Namaku puput ya salam kenal" kata Puput sembari mengulurkan tangan,Aku membalas senyuman dari Puput.


"cewek baru woi" kata fandi,Puput bilang Fandi murid paling resek dan nakal.


"kita satu Desa yun,tapi lain pondok,kenalkan nama aku indar,salam kenal ya" Kata indar sambil tersenyum. Indar duduk dibangku depan Yunita dan Puput, jadi bisa berkenalan sekelak mereka.


Selesai Yunita mengikuti mata pelajaran disekolah,lalu Yunita hendak pulang dengan cepat-cepat karena Yunita teringat janji dengan Joko.Yunita sangat penasaran apa yang ingin Joko lakukan?,untuk apa ingin ketemu Yunita?.


Ada beberapa menit kemudian Yunita sampai dirumah,cepat-cepat iya ganti pakaian,Lalu Yunita keluar dari rumah Tanpa makan siang dulu saking penasaran hati Yunita.


Didalam surat Joko membuat janji bertemu didekat tempat tongkrongan Wijaya dan kawan-kawan,Yunita harus berjalan kaki dulu sedikit untuk sampai ketempat tersebut.


Yunita berjalan lurus menuju tempat janjian dengan Joko, "Kuryuuk..kruyuk" perut Yunita berbunyi tiba-tiba.


"Aduh malah gak makan lagi,gini nih kalau penasaran sampai lupa makan" kata Yunita sendiri sambil melanjutkan perjalanannya.


Yunita melihat Joko sudah berdiri menunggunya,begitu juga dengan Sutono yang duduk diatas kayu karet yang lapuk jatuh diatas tanah.


"Maaf aku repotin kamu Yun" kata Joko saat melihat Yunita sudah ada dihadapanya.


"Ah gak apa Joko...sebenarnya ada apa sih tumben?,eh mana pacar aku?" kata Yunita celingak- clinguk mencari keberadaan Wijaya.


"Dia sudah pergi Yun,apa dia tidak bilang kalau hari ini dia kembali bekerja melintas" sahut Joko sambil kernyit alis.Yunita terkejut karena tidak ada Wijaya bilang seperti itu.


"Kenapa dia tidak pamit?" kata Yunita mendengus kesal.


"Hal ini yang harus aku bicarakan Yun...tapi tidak disini, ayo kita kesana" kata Joko sambil berjalan diikuti Yunita dari belakang.Sebenarnya Joko berat sekali ingin mengatakan soal kejujuran dan kebohongan Wijaya,tapi Joko tidak mau Yunita terlarut dan berharap terus pada Wijaya.


Joko mencari tempat duduk supaya nyaman bercerita, "sini aja Yun" kata Joko menunjuk kearah Batu besar yang ada dipinggir pohon karet.Yunita duduk sedikit berjarak dengan Joko,sedangkan Sutono berdiri sedikit gelisah,Sutono gelisah memikirkan respon Yunita saat mengetahui soal Wijaya.


"Sebenarnya ada apa sih? wajah kalian dua kayak bingung, galau gitu?" kata Yunita heran dan merasa bingung.Tampak Joko sudah garuk kepala memikirkan cara gimana supaya Yunita nyamam mendengarkan cerita Joko.


"Sebelum nya jangan terkejut...ada hal yang harus kami beri tahu sama kamu Yun soal Wijaya" kata Joko seperti ragu mengucapkan kata barusan.Yunita jadi menatap Joko dengan serius apa lagi soal Wijaya.


"Kenapa bilang saja Joko, jangan bertele-tele gini" kata Yunita sudah penasaran sekali.


"Wijaya tidak mencintaimu Yun,dia hanya permainkan kamu,apalagi tahun depan Wijaya akan menikah dengan Eva" Kata Sutono karena sudah tidak sabar.


"jdeeeeer" Yunita tersontak dan lemas,seakan tak percaya apa yang iya dengarkan barusan.


"Kalian bercandakan?,tidak kalian mau menipu aku kan?" tanya Yunita matanya sudah hampir berkaca-kaca membendung air mata.


"Tono kamu ini gimana sih, bukan begini cara memberi tahu" ucap Joko sedikit kesal dengan Sutono.


"Tidak usah ditutup-tutupi lagi,katakan saja yang sejujurnya" jawab Sutono sambil jongkok diatas tanah.


Yunita terdiam tanpa kata lagi,Yunita menatap kosong kedepan, lalu butiran kristal bening itu jatuh secara perlahan-lahan dipipi lembut Yunita. Padahal tadi malam mereka melakukan hubungan suami istri,Yunita rela menukar kesuciannya dengan janji-janji hampa yang diucapkan Wijaya pada Yunita.Tapi siangnya mendengar hal ini tentu membuat Yunita syock berat seakan tak percaya.


"Maaf ya Yun,kami jujur begini karena takut kau berharap penuh dengan Wijaya,sementara dia akan menikah tahun depan, Eva masih kerja Yun diluar negeri,setahun lagi Eva baru pulang" kata Joko sambil menatap Yunita yang terisak-isak.


"Ya ini kenyataan Yun,aku juga tau Wijaya sudah lama pacaran dengan Eva,kedua orang tua mereka sudah tau,apalagi dulu Eva pernah hamil tapi keguguran,mangkannya kedua orang tua mereka sepakat untuk menikahkan Eva dengan Wijaya" tutur Sutono sambil menatao sedih Yunita.


Bersambung*


Jangan lupa like and komennya say.