yunita

yunita
Yun bab 13



🌺sore hari 🌺


Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi, kami pulang jam tengah empat sore karena memang peraturan diPesantren ini sebagai les tambahan,beda dengan sekolah umum yang pulang jam dua sore.


Aku menyimpan buku-buku kedalam tas ransel Aku,seperti janjiku didalam hati akan labrak Nordiana,sewaktu Bel berbunyi Aku melihat Nordiana dan Jahra jalan duluan keluar kelas.


Kini Aku berjalan menuju lantai bawah menuruni satu- persatu anak tangga,Aku melangkahkan kaki menuju kantin siapa tau Nordiana masih disana.


"Rin ..lihat Nordiana?" tanyaku saat bertemu Rina didepan kantin.


Rina bilang Nordiana menuju Asrama dengan Jahra,cepat-cepat Aku berjalan menuju asrama,sampai masuk kedalam Asrama Aku menuju kamar Jahra yang terletak disudut kiri.sampai didepan kamar Asrama Jahra aku tidak menemukan Jahra apa lagi Nordiana.


Aku tidak mau menyerah Aku mencari mereka dikamar mandi umum, mereka tidak ada juga.


"Ukhti Aisyah.." Aku memanggil atasan kelas saat berdiri didepan kamar mandi umum.


"Na'am Uunita" jawab Ukthi Aisyah sambil melontarkan senyum ramah padaku.


Aku Nerbahasa Arab sedikit-sedikit saat berbicara sama Ukhti Aisyah, karena Aku tau ini didalam Asrama,siapa yang tidak memakai bahasa arab walau sedikit akan kena sangsi, Ukhti Aisyah bilang iya ketemu Mordiana dan Jahra sudah dari tadi sejak Orang Tua Nordiana datang.


Ternyata Orang Tua Nordiana datang dan pergi mengajak Nordiana,mungkin Nordiana mengajak Jahra juga keluar psantren ini, karena Orang Tua meminta izin sama Ummi penjaga Asrama, Santriwati bisa keluar dari area Pesantren ini.


Dengan nafas tersengal dada yang sesak,rencana hendak melabrak Nordiana akhirnya tidak jadi, Aku tidak bertemu dia,Aku putuskan keluar gerbang sekolah, lalu berjalan menuju jalan raya sembari menunggu angkot.


Sampai dapat angkot, angkot berjalan menuju jalan kerumah,diperjalanan pulang Aku terus memikirkan temanku itu yang ternyata berhati busuk,baik didepan dibelakang nusuk, menceritakan aibku, Aku jadi takut kalau Buk Wadinah tau cerita ini.Apa yang akan terjadi?


"Minggir bang" teriakku saat angkot sudah melintas diarea gang rumah,Aku turun lalu membayar ongkos angkot tersebut seribu lima ratus perak,Supir angkot pergi, Aku berjalan lagi menuju rumah.


Aku menekan knop pintu kebawah,saat sudah sampai didepan pintu utama rumah, lalu Aku berjalan masuk melewati ruang tengah, Aku melihat Buk Wadinah duduk disofa bersama suaminya lagi ngobrol manja,Aku tau itu karena Aku melihat mobil Om Alzi suami Buk Wadinah didepan rumah.


Aku mencium tangan Om Alzi juga Buk Wadinah sendiri, karena mereka juga termaskud saudara Aku juga, ya Sepupu Mamaku.


"Ada surat Nak" kata Buk Wadinah saat membuka mini bag nya yang sedari tadi iya pangku. " ini dari Mama Yun" kata Buk Wadina lagi sambil menyodorkan amplop ditanganku.


"Maksih ya Bu" jawabku sambil senang menerima surat itu, Aku langsung cepat-cepat masuk kedalam kamar lalu Aku kunci kamar.


Sebenarnya itu bukan surat dari Mama, tapi dari Riandi, karena sebelumnya Aku menyuruh Riandi mengatas namakan nama mama,supaya Buk Wadinah gak marah atau tau kalau Aku pacaran.


Aku campakan tas begitu saja dikasur,Aku buka sepatu tanpa membuka kaos kakiku,karena Aku tidak sabar ingin baca surat yang aku pegang,lalu Aku berbaring sambil megang surat dari Riandi dengan senang hati.


Balasan surat Riandi.


asslamu'alaikum.


sebelumnya abang minta maaf ya sayang, karena baru balas surat adik,abang sibuk banget dengan kerjaan disini, abang juga rindu sayang,rindu banget sampai tidur sulit karena mikirin wajah adik,adik belajar yang baik disana jangan mengeluh terus,kasihan mama dan ayah biayain sekolah adik mahal-mahal, tenang sayang kalau ada waktu kita, pasti Allah akan mempertemukan kita.jaga kesehatan ya sayang.


salam sayang peluk cium.


Riandi mario lubis.


selesai Aku membaca surat dari Riandi Aku memeluk suratnya,tak terasa butiran cristal jatuh dipipiku,entah ini tangis menahan kerinduan atau tangis haru, mataku terpejam bayangkan wajah Riandi ada didepanku,Aku bahagia akhirnya ada kabar dari Riandi.


Tulisan Riandi bagus banget rapi lagi, Aku jadi malu apa penilaian Riandi ya lihat tulisanku, ah gak penting intinya hari ini Aku bahagia bisa membaca surat dari Riandi. Batinku.


Aku usap air mata ini, lalu aku terduduk dikasur, Aku berdiri dan berjalan hendak menyimpan surat dari Riandi dibawah kasur, setelah itu Aku terkejut melihat handuk nordiana tidak ada dibalik pintu yang biasa nya tersangkut dipaku belakang pintu.


Aku mendekati lagi meja belajar, Aku periksa diatas meja belajar buku-buku Nordiana juga sudah tidak ada,Aku pastikan lagi membuka lemari dua pintu yang dipakai Nordiana juga kosong. Aku tidak sadar kalau nordiana belum pulang sekolah,karena saking bahagianya membaca surat dari Riandi.


apa dia pindah ya?, segitu bencinya dia sama aku, aku gak sangka memang sudah tidak bisa lagi aku baikan sama nordiana simata merem itu. batinku.


Aku menutup kembali lemari tersebut sambil berfikir, setelah itu aku berjalan kepintu kamar,membuka pintu kamar ingin berbicara sama Buk Wadinah yang ada diruang tengah, ternyata Buk Wadinah masih diruang tengah ngobrol dengan Suaminya,Aku kira sudah masuk kedalam kamar.


"Ada apa nak?,wajah kamu gitu, apa ada masalah?" tanya Buk Wadinah padaku saat Aku berdiri terpaku didepan pintu kamar.


"Bu..,Nordiana tidak disini lagi ya?, kenapa barang-barangnya gak ada?" kataku sambil berjalan mendekati Buk Wadinah yang duduk disofa mewah.


"Ow.., iya Ibu lupa bilang tadi, gini tadi orang tua Nordiana datang,Nordiana minta pindah balik lagi keasrama,Yunita tau kan dia sudah pintar mengaji, jadi dipulangkan balik keAsrama" jawab Buk Wadinah sedetail-detailnya.Aku diam saja masih berfikir.


"Jangan sedih ya Nak, kan masih bisa kalian ketemu dikelas besok" kata Bu Wadinah lagi sambil tepuk-tepuk tanganku.Karena iya melihat wajahku yang berfikir.


"Ya sudah Bu,aku masuk kamar lagi ya, mau ganti seragam" kataku sambil beranjak kedalam kamar,sampai didalam kamar Aku berdiri didepan pintu sambil kernyit dahi.


baguslah dia pindah jadi sabun dan yang lainnya gak habis, aku tidak rugi kehilangan teman yang kayak gitu, malah senang aku jadi nyaman dikamar ini. Batinku.


Aku berjalan menuju kasur,Aku rebahkan tubuh ini dan menarik nafas panjang,serasa beban ini berkurang sedikit, Aku menoleh kekiri kearah dimana Nordiana tidur, dahiku berkerut aku langsung terduduk.Tanganku mengambil sebuah kertas yang terselip dibalik sprei.


sialan nih kawan, biadab !!, beraninya dia membaca surat-surat dari Deny, argg.. ini gak bisa dibiarin besok aku harus menemui Nordiana,lancang banget dia baca surat dari Deny,pantas dia tau semua. Batinku marah.


Aku berdiri dari kasur Aku bongkar lagi surat dari Deny yang Aku simpan ternyata memang letaknya berpindah,Aku hanya memastikan saja ternyata beneran.


tangan Nordiana ini mesti dipotong kali ya biar jera gak ngurusi urusan orang, arrgggg..batinku geram.


Aku kumpulkan lagi surat-surat Deny setelah itu Aku robek-robek halus lalu Aku buang ketong sampah, Aku sengaja membuang surat-surat dari Deny, siapa tau Nordiana nekat ngadu sama Buk Wadinah maka mampuslah Aku.


🌺KEESOKAN HARINYA🌺


Aku sudah siap-siap mau kesekolah,Aku tidak sabar lagi sampai kesekolah karena Aku gak bisa tidur memikirkan kelancangan Nordiana.


Mak Lampir alias Dakocan menghampiri Aku dibalkon teras.


"Yunita.., Nordiana sudah pindah,dia udah pintar ngaji jadi harus balik kedalam Asrama, Yunita gitu juga,kamu juga udah sembuhkan, jadi nenek sudah nelfon mama kamu, kalau kamu balik lagi keAsrama, disana lebih disiplin" kata Mak Lampir.Sontak mataku terbelalak,Aku kira akan disini terus.


"Ya Nek" jawabku singkat sambil berfikir, lalu wanita paruh baya itu masuk kedalam rumah, sedangkan Aku termenung dibalkon teras, karena Aku tidak suka balik lagi keAsrama.


A**pa-apaan ini... aku kira aku disini terus,memang sih disini gak enak, tapi lebih gak enak diasrama, aku gak mau lagi balik kesana, ah..masalah baru lagi, masalah nordiana belum selesai kini masalah baru lagi, aku gak mau balik lagi keasrama, aku muak,muak sama aturan-aturan yang dibuat. batinku berkecamuk sedih.


Aku berjalan lemas sampai kejalan raya menunggu angkot,rasa semangatku hilang karena akan balik lagi keAsrama, selain bangun jam empat pagi,Aku harus bersihkan kamar mandi Asrama kalau itu giliranku, belum lagi diatur- atur Kakak Angkatan kelas,makan saja harus pakai waktu, beda kalau dirumah Mertua Buk Wadinah.


Hatiku terus gerutu menolak keras balik keAsrama,dengan malas Aku turun dari angkot, berjalan lama sampai kegerbang sekolah. Lalu Aku tidak lupa untuk menemui Nordiana.


Sampai diAsrama Aku berjalan menuju kamar-kamar Asrama, mencari dimana letak kamar Nordiana, Aku melihat Nordiana hendak kekamar mandi, Aku tarik kasar lengan Nordiana.Lalu Aku bawa Nordiana tempat yang sepi,ruangan menjahit dan menyulam.


"Apaan sih, lepaskan Yun sakit tau" kata Nordiana saat Aku mencengkram kuat tangan Nordiana. Aku menghempas kasar lengan kanan Nordiana dan menatap nanar Nordiana.


"Sekali lagi kau sebar-sebar aibku aku robek mulutmu yang kotor itu !!" marahku sambil mentoyong kepala Nordiana,karena Aku lebih tinggi dengan mudah Aku meraih kepalanya.


"Kau mau ngancam aku?, aku lapor Ummi asrama nanti kau, biar tau rasa !" kata Nordiana sambil nyolot.


"Terserahku mulut-mulut aku, tidak ada hak kau mengancamku, ini salah kau sendiri berani ganggu gebetanku andri" kata Nordiana lagi semakin nyolot.


"Plaaaakk" Aku menampar keras pipi Nordiana karena geram dan emosiku tidak bisa aku kendalikan,Nordiana terkejut lalu ingin menangis dihadapanku,tangan Nordiana megang pipinya yang sedikit panas,Aku tau itu karena aku masih menatap tajam Nordiana.


"Wajahmu sama hatimu sama jeleknya !!,kau lancang memakai peralatan mandiku,peralatan kulitku,aku juga tau kau membaca surat dari deny,sekali lagi kau sebarkan aib aku, aku tidak segan-segan lagi menyebar tentang tanganmu yang sering memakai barang orang lain tanpa izin !! " ketusku sambil membelalakan mata.Nordiana terdiam saja dan berdiri terpaku.


Lalu aku meninggalkan Nordiana yang mulai menangis, Aku berjalan masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu, karena keberanianku tadi membuat jantungku berdegup kencang, Aku memejamkan mata sejenak,mengatur nafas karena masalah dengan Nordiana sudah selesai.


Tanganku membuka knop pintu kamar mandi umum, setelah itu Aku berjalan melewati dapur Asrama, langkahku terhenti saat Ibu Gendut memanggil diriku. Ibu Gendut tukang masak didalam Asrama Aku kenal baik dengannya,karena Ibu Gendut ramah pada siapapun. Sesuai dengan namanya iya Gendut dan tinggi.


Aku masuk kedalam dapur, Ibu Gendut lagi giling cabai dicobek,sambil ngobrol denganku.


"Masih tinggal dirumah itu Yun?" tanya Ibu Gendut padaku.


"Yya Bu,tapi hari ini hari terakhir" kataku sambil wajah bersedih,Ibu Gendut dengar itu lalu kernyit dahi. "kenapa?" kata Ibu Gendut heran dan penasaran.


Akhirnya alAku menceritakan kalau Aku tidak mau tinggal diasrama,Aku gak nyaman, menceritakan kalau aku besok pindah, Ibu Gendut tersenyum entah kenapa dia menawari Aku Kos diRumahnya, dia memberi harga murah hanya tiga ratus lima puluh ribu setiap bulan, itu juga sama makan.


Aku langsung tertarik,karena diAsrama lebih mahal, kenapa gak dirumah Ibu Gendut saja selain murah Aku juga dapat makan.


A**ku akan rayu mama pindah kerumah buk gendut,lumayan mama gak harus ngeluarin uang banyak diasrama ini, lebih murah ngekos dirumah buk gendut. Batinku.


"Bu..aku fikirkan dulu ya, entar kalau mama setuju aku bawa Mama kerumah ibu, biar kos disana" kataku sama Ibu Gendut.


" ya nak, tapi jangan kasih tau siapa-siapa harganya murah,gak enak sama yang punya asrama" kata Ibu Gendut.


Dia takut kalau tau orang Asrama.Karena bisa salah paham seakan merayu Aku pindah dengan harga yang murah.


Aku pamit duluan sama Ibu Gendut karena Bel masuk sekolah telah berbunyi, lalu Aku berlari dari Asrama menuju sekolah, naik kelantai dua dengan tergesa-gesa.


K**acau dakocan sudah masuk kedalam kelas, wah mampus aku telat masuk kedalam kelas. batinku.


Aku berdiri dipintu kelas melihat Nenek itu mulai menerangkan mata pelajaran, Murid-Murid pada tegang wajahnya,Aku lebih tegang lagi karena telat, Nenek itu melihatku berdiri terdiam didepan kelas.


"Yunita dari mana kamu?, apa kau tuli tidak dengar suara bel masuk?,hah ..!" tegas siNenek dan melihat kearahku yang berdiri semakin tegang, Aku diam menunduk Aku lirik meja Nordiana dan Jahra mereka tersenyum puas seperti senang alAku dihukum.


"Kenapa kamu diam?, cepat katakan dari mana kamu ?" kata Nenek tersebut sambil mendekatiku, Aku menelan ludah, jantung juga sudah memacu cepat saking ketakutan dihukum.


"e-be-berak bu" ucapku gugup setengah mati lalu tertunduk dan tak berani bicara panjang. semua murid tertawa renyah lihat tingkahku, apalagi jawabanku.


"Diaaaaaamm !!" murid-murid menutup mulut karena maklampir mulai marah, mereka langsung pasang wajah serius.


"Yunita jawaban kamu tidak logika buat saya, seharusnya kamu tau ini mata pelajaran saya, cepat kamu berdiri didepan kelas, tidak ada hafal-hafal ayat lagi !" kata Nenek itu dengan lantang dan tegas.


Aku menurut sambil berjalan keluar kelas, saat aku menoleh Aku lihat Nordiana dan Jahra menahan tawa sambil tutup mulut,mataku melotot arah mereka,mereka jadi takut langsung gugup,lalu Aku berdiri didepan kelas sambil menyesal karena telat,mungkin ini karma untukku karena labrak Nordiana.


A**pes ..sial...pasti mereka menertawai aku diluar ini, mereka pasti senang, entah apa salahku sampai mereka senang diatas penderitaanku ini, Batinku.


bersambung*


Angkot (Angkutan umum)


Bus mini.


Bus sewa kushus dikota.


Author sangat senang kalau kalian like and komen yang positif. makasih.