
🌺SORE HARI🌺
Aku turun dari angkot setelah membayar ongkos, Aku berjalan menuju rumah Ibu Gendut,sungguh melelahkan sepulang dari sekolah Aku harus berjalan lagi menyusuri gang ini. Dengan langkah termalas Aku membuka pintu rumah.
Aku masuk kedalam rumah tidak ada satupun penghuni rumah,kemana mereka?,Aku masuk kedalam kamar Aku lihat tas sekolah dan seragam kepunyaan Mila juga tak ada,mungkin Milla belum pulang sekolah,tapi kenapa begitu lama?,Mila sekolah umum pasti sudah dari pukul dua sore tadi iya seharusnya sudah pulang.
K**emana orang-orang, mungkin lagi sibuk kali ya, ah mending ganti pakaian saja sudah gerah baju sekolah ini bau bekas keringatku. batinku.
Setelah Aku mengganti pakaian sekolah dengan kaos dan celana tidur panjang Aku keluar dari kamar,karena perut mulai lapar.
"Yun udah pulang sekolah?" tanya Jony ternyata Aku pulang tadi Jony ada dirumah tapi Aku tidak memperhatikan Jony.
"Abang dari mana?tadi aku pulang gak ada orang?" Aku heran dan langsung bertanya karena Jony lagi duduk diruang tamu.
"Baru bangun tidur, tadi abang dengar orang masuk,nyatanya kamu yang pulang" jawab Jony sambil menghidupkan Televisi.
"Mila mana bang?" tanyaku karena sampai sekarang Mila tidak nampak batang hidung nya. Jony melihatku dari atas bawah,Aku tau langsung Aku lihat penampilanku ada yang lucukah?.
"Kenapa bang?"heranku ,membuat mataku melihat lagi pakaian yang Aku kenakan, lalu Jony tersenyum lebar membuatku kesal.
"enggak apa Yun,oh iya Mila tadi pulang sebentar ambil buku,terus dia pergi lagi kerumah teman mila,ya..tadi dia bilang sewaktu pamit"kata Jony sambil tersenyum.
"Oh.. ya sudah bang" sahutku,lalu Jony berdiri dari duduknya. "kau mau makan Yun?" tanya jony berjalan menuju arah dapur. Aku angguk kepala saja dan mengikuti Jony barengan kedapur,Aku mengambil piring lalu menciduk nasi yang ada dirice cook,sementara Jony memanasin lauk.
Setelah Aku makan Jony masih sibuk memetik sayuran mentah untuk dimasak, mungkin untuk makan malam,Aku pamit pada Jony hendak mandi karena hari mulai gelap.Aku berjalan sambil berfikir kenapa Mila dan Ibu Gendut lama pulangnya,anak-anak Jony juga, padahal ini sudah pukul lima sore.
Aku sedikit risih berdua dengan Jony didalam rumah,tapi Aku gak boleh suudzon Jony tidak berbuat hal yang aneh selama ini dia menunjukan hal yang positif,walau sering main masuk aja kekamar.
Aku kesampingkan fikiran itu lalu aku berjalan menuju kamar mandi sembari melewati dapur.Mata Jony melirik saja sambil fokus masak, lalu Aku masuk kedalam kamar mandi.
Aku mulai membuka apa yang aku kenakan, dan mulai membasahi tubuh ini,sabun cair Aku kenakan sembari menggosok-gosok menurutku ada daki ditubuh ini,saat Aku asyik menyabuni tubuh ini.Aku megkernyit dahi merasakan ada yang mengawasiku.
Aku melirik celah pintu yang sedikit berlubang,seperti ada mata yang melihat Aku sedang mandi,Aku pura-pura tidak tau saja lalu Aku memakai celana dalam,takut dia leluasa melihat diriku yang mandi ini tanpa busana.
Aku ciduk air lalu Aku tuang sabun cair kedalam gayung sambil menggeram, Aku lirik lagi sepasang mata itu masih terlihat dicelah pintu. "byuuurrrr" lalu menyiram secara cepat kilat kearah pintu.
"Aaaaaaa" suara pria terdengarku menjerit diluar kamar mandi.Mungkin matanya terkena air sabun yang aku siramkan kearah pintu, dia seperti merintih kepedihan lalu seperti berlarian dari dalam rumah.
Cepat-cepat Aku meraih handuk yang tergantung dipaku,lalu menyeka badan ini.Dengan buru-buru Aku memakai pakaian yang baru Aku ambil dari dalam lemari,jemariku membuka daun pintu kamar mandi.Aku melihat kearah dapur jony sudah tidak ada.
K**emana sih buncit itu?,apa suara tadi itu dia? apa dia yang kurang ajar melihat aku diam-diam saat mandi?,karena cuma dia pria yang dirumah ini batinku bertanya-tanya.
Aku terus mencari keberadaan Jony tapi tidak ada,saat Aku membuka pintu utama rumah Aku melihat Ibu Gendut dan anak-anak Jony berjalan mengarah kerumah, Aku melihat juga Jony yang sibuk angkat kantungan besar belanjaan Ibu Gendut.
Saat mereka sudah berada didepan pintu Aku melontarkan senyuman pada Ibu Gendut.
"Dari pasar ya Bu?,borong nih" kataku sambil tersenyum dan melihat Ibu Gendut masuk kedalam Rumah. "iya baru dari pasar Yun" jawab buk gendut sembari membuka hijabnya.
"Yun udah siap mandi?,cepat amat" kata Jony tersenyum saat melintas didepan pintu membawa sejumlah kantungam besar belanjaam Ibu Gendut.
"Ah iya bang tidak apa-apa" sahut Aku kernyit dahi. aku lihat kedua mata Jony sedikit meradang.Aku berfikir terus.
"Kenapa mata kamu nak? apa kamu sakit mata?tadi siang baik-baik saja"kata Ibu Gendut setelah sadar kalau kedua mata Jony merah.Jony meletakan kantungan itu diatas meja makan, sembari berfikir jawaban apa yang akan iya ucapkan didepan Aku dan Ibu Gendut.
"Ah iya Ma.. tadi kena debu sewaktu jemput mama,sewaktu digang depan,sudah Ma...aku mandi dulu udah gerah"kata Jony buru-buru masuk kedalam kamar,tingkah Jony membuatku semakin curiga apa lagi melihat kedua mata Jony.
K**alau memang dia yang kurang ajar,sepertinya aku harus hati-hati kalau berdua dirumah ini sama jony,memang dia itu yang diam-diam melihatku mandi,dasar hidung belang gak sadar diri dengan perut buncit nya,cih menjijikan batinku.
Aku mengutuk dan menyumpah Jony didalam hati,Aku mulai tidak suka dengan Jony,walau Aku belum yakin tapi kecurigaanku ini pasti benar,feeling ini menuju keJony,siapa lagi yang dirumah ini pria,secara yang menjerit tadi suara pria,lagian gak mungkin wanita yang melihat Aku mandi tanpa busana untuk apa?
Aku berjalan masuk kekamar lalu Aku rebah kan tubuh ini, kuletakan kepala diatas bantal yang empuk sambil menatap langit-langit ruangan kamar.
"Apa maksud Jony apa dia memang pria ganjen?,apa selama ini aku mandi dia melihat? kalau iya aku harus waspada dengan jony" gumam ku sendiri sambil melamun hal yang menjijikan tentang Jony.
"deeerrr" jemari Mila megang bahuku dan mengejutkan Aku,sontak Aku bangkit dari tiduran dan terduduk menahan jantung yang memompa lebih cepat,Aku ambil nafas dan melihat Mila tertawa-tawa karena puas membuatku terkejut.
"Sialan kamu Mil, hampir saja aku kena penyakit jantung,aneh-aneh saja kamu Mil" kataku sambil mengelus dada dan menelan ludah,lalu Mila duduk disampingku.
"maaf deh Yun, habisnya kamu melamun, ini udah mau maghrib Yun, pantang melamun" kata Mila sambil tersenyum.
"Jangan melamun yun,pasti kamu rindu dia ya jadi melamun terus?"sambung Mila lagi sambil meledek Aku yang terdiam duduk.
"Mau tau aja kamu, sana mandi bau banget" kataku mengalihkan pembicaraan, Mila langsung bangkit dan tersenyum mengambil handuk, "gini wangi nya aku" kata Mila sambil membuka baju Mila.
"Kau dari mana mil?,jam segini baru pulang" kataku penasaran melihat Mila membuka pakaiannya."dari rumah teman"sahut Mila sambil membuka tirai pintu.
Mila kalau mau mandi membuka pakaian didalam kamar lalu melingkarkan handuk kedada,mungkin karena sudah terbiasa. berbeda dengan Aku malah sebalik nya,
"Entar ya yun aku mandi" kata Mila lalu melangkah kaki berjalan keluar kamar,Aku angguk kepala saja.
"Yun kamu tidak makan lagi dek,tumis kol yang abang masak udah siap" kata Jony tiba-tiba main masuk aja kedalam kamar,aku terkejut karena kebiasaan Jony ini semakin dibiarin semakin sesuka hatinya.Kalau Aku tegur takut nya dia sakit hati,Aku harus apa?
"Ya maaf deh" kata Jony buang muka lalu Jony keluar dari dalam kamar begitu saja,tanpa menunggu Aku menjawab tawaran Jony soal makan tadi. Sepertinya Jony sedikit tersinggung dengan perkataanku tadi.
M**ampus situ aku gak perduli mau dia marah atau apa, aku kan gak salah menegur dia,jangan sementang ini rumah dia seenak nya main masuk kekamar gadis,dasar gak punya adat . batinku menggeram.
Tidak berapa lama mila berjalan masuk kedalam kamar,tampak nya dia sudah selesai mandi, lalu Mila membuka lemari hendak mengambil baju ganti.
"Yun kau udah mandi?" tanya Mila sambil memakai dalaman sambil berdiri.
"Sudah tadi Mil, oh iya abang Jony kalau mau temui kamu dikamar ini apa dia main masuk saja?"tanyaku beranikan diri mencari tau.
"Ah enggak gak pernah bang Jony gitu, dia kalau menyuruh Aku atau memanggil Aku dari luar kamar,emang nya kenapa Yun?"kata Mila sambil mengkernyit dahi dengan ucapanku.
"Ah enggak kirain,aku coba tanya aja kok" kataku lagi sambil tersenyum kecil, Mila melanjutkan memakai pakaian, sedangkan Aku berfikir keras tentang ucapan Mila barusan.
K**ata mila Jony gak pernah gitu, apa karena ada aku ya,sebenarnya apa sih maksud Jony, apa dia cari perhatian, ah buat kepalaku pusing saja.batinku sendiri.
Mila mengajakku untuk makan malam, sebenanya Aku udah malas karena Jony mulai menampakan aslinya,tapi Aku berusaha menutupi perasaan curiga,perasaan jijik dan benci kepada Jony.
Saat kami dimeja makan Aku melihat Jony biasa saja sambil tersenyum padaku, sedangkan Mila makan dengan lahap sambil menambah lauk yang ada diatas meja makan tersebut.
Masakan Jony enak sih,tapi kalau tau perbuatannya itu Aku jadi enek dan jijik ingin sekali Aku makan diluar saja,karena sudah malas duduk sama lelaki hidung belang.
"Yun kok nasi kamu dilihatin saja,apa gak enak?"kata Jony tiba-tiba karena memperhatikan aku sedari tadi.Mila melihatku juga,dan Ibu Gendut melihat kearahku sambil duduk disamping Jony.
"Ah eng-enggak bang enak kok,kan abang tau tadi pulang sekolah aku langsung makan eheh.." kataku sambil cengengesan menutupi hatiku yang gak suka sama Jony, Jony melontarkan senyuman lalu melanjutkan makan.
Ada ya manusia merasa gak bersalah,bersandiwara lagi didepan Adik dan Ibunya, cih...lihat botak kamu sama perut buncitmu itu aku mual, apa lagi keburukan kamu. Batinku.
Aku pura-pura makan dengan lahap supaya tidak ada yang curiga,Mila selesai makan Ibu Gendut juga.Aku cepat-cepat menghabiskan makan supaya tidak ditinggal Mila berdua sama Jony didapur.
"Yun entar temani aku yok beli pena diwarung"kata Mila sambil berdiri dari duduk saat selesai makan.
"Ok mil"jawabku sambil minum air putih lalu tanpa melihat Jony,aku pergi saja ngikut Mila berjalan kedalam kamar.
"Yun aku pura-pura bilang gitu supaya Mama dan abang gak curiga,aku mau ketemu Dino bentar,kamu temani aku ya"kata Mila bervolume rendah supaya tidak ada yang dengar,Aku angguk kepala saja dan memakai jaket hendak temani Mila menemui Dino.
Aku dan Mila jalan barengan menuju pintu rumah,lalu akhirnya kami keluar dari rumah menuju gang sebelah.
"Mil rumahnya dekat ya dari rumah kita?" kataku penasaran soalnya kami berjalan dekat dari area rumah Mila.
"Iya dia digang sebelah,eheh.. ayo cepat entar kelamaan" ujar mila sambil semangat karena mau ketemu sama Dino, Aku jadi langkah cepat menuju gang sebelah,Aku melihat sekumpulan pemuda lagi nongkrong diujung gang,lalu Mila berjalan mendekati sekelompok pemuda itu disusul Aku.
Ternyata itu Dino dan kawan-kawannya, Aku kenalan dengan mereka,Dino ternyata pria manis dan pendiam.
"Jadi kamu kos dirumah mila" kata Rudy teman Dino saat berdiri menyandar punggungnya ditembok gang.
"Ehem..ehem.. jangan tanya-tanya,dia udah ada cowok" kata Mila saat mendengar Rudi mencoba ngobrol denganku,Aku tertunduk senyum malu karena ucapan Mila yang membuat Rudy diam sejenak.
"Baru aku tanya malah kamu yang jawab, aku gak salah tanya iya kan Yun,sewot" kata Rudy sambil mencibir Mia,lalu Rudy tersenyum kepadaku.
"Iya Rud...aku kos dirumah Mila" jawabku supaya Rudy gak anggap Aku sombong,karena dari tadi Aku diam saja canggung karena baru kenal.Lalu Aku ngobrol dengan Rudy mulai akrab sedikit,Mila hanya tersenyum sambil duduk berdua bersama Dino sambil bermesraan sedikit.
"kalian mau cemilan?,biar aku beli"tawar Fredy teman dino juga yang berdiri disamping Rudy.
"Wah mantap itu bro,sana beli" sambung Riko temang mereka juga, lalu Fredy pergi berjalan menuju warung,sembari membeli cemilan iya juga membeli beberapa batang rokok.
Kami pum ngobrol sampai jam setengah sepuluh, menikmati cemilan yang dibeli Fredy,setelah puas Mila ngobrol dengan Dino,Mila ajak Aku pulang, Mila takut dimarah Jony karena Jony orang nya sedikit nyinyir kalau marahi Mila keluar malam.
"Susah ya yun punya abang ini, enakan kamu jadi anak sulung" kata Mila saat diperjalanan pulang, Aku senyum saja tidak menjawab pertanyaan Mila,Mila juga gak berharap. sebenar nya Aku ingin punya abang gimana sih rasanya?
"Anggap saja aku abang kamu dek selaku pacar juga" Aku mengingat ucapan Riandi dahulu,Aku jadi senyum sendiri sembari jalan bersama Mila.
Setelah sampai didepan rumah Mila kami masuk dan berjalan menuju kekamar. Jony menatapku nanar entah kenapa,Aku jadi cuek saja karena merasa tak bersalah.
"Dari mana kalian?!" ketus Jony saat Mila dan Aku mau masuk kedalam kamar,langkah kami dua terhenti dan melihat Jony yang duduk diruang tamu sembari nonton Televisi.
"Baru sebentar aja,biasanya gak pernah tanya gini,kenapa sih bang,ayo yun" kata Mila sambil menarik lenganku masuk kedalam kamar,Jony jadi terdiam karena kami sudah masuk kedalam kamar.
"Ikut campur aja abang,biasa gak pernah gitu amat yun" kata Mila sambil kesal lalu Mila membuka jaket seraya baringkan tubuh kekasur.
"Ya mungkin sebagai abang dia takut kita aneh-aneh" jawabku supaya Mila tidak membenci Jony karena sikap Jony tadi.
"Ah sebel" kata Mia sambil menghembus nafas kasar,Aku juga ikut berbaring sambil memejamkan mata.
bersambung*
Like kalian sangat Author butuhkan, apa lagi komen readers pasti author jadi semangat nulis nya.