
Angin berhembus kencang,langit mulai gelap nampak nya hujan sebentar lagi akan turun, gerimis mulai merampas kebinalan siang yang cerah berubah menjadi kelam, seperti hatiku saat ini setelah kejadian tadi pagi.
Bel sekolah tanda pulang telah berbunyi, dengan langkah malas Aku menuruni anak tangga satu persatu,saat didepan gerbang sekolah Aku cepat-cepat berlari menuju jalan raya,karena takut kena gerimis.
Setelah sampai dijalan raya Aku menunggu angkot hendak pulang kerumah itu, rumah yang membuat Aku ketakutan,rumah yang menyisakan sebuah kenangan pahit.
Tetapi apa daya Aku harus pulang kerumah itu lagi,walau sebenarnya berat,ya berat hati Aku akan menapakkan kaki menuju rumah itu, karena gerimis Aku tidak perduli sembari jalan malas menuju rumah Ibu Gendut.
Saat dipintu rumah Aku mendengar keributan besar antara buk gendut dengan Jony, Aku juga mendengar Tony Adik Jony datang juga hari ini,Mila juga menyaksikan Tony memukul Jony telak diwajah Jony,sehingga meninggalkan memar. Aku tidak tau mereka ribut karena hal apa.
"Mila gak sangka sama abang,abang tega berbuat itu sama Yunita,abang apa gak mikir kalau seumpama Mila yang jadi Yunita, gimana perasaan abang" ketus Mila mulai mengeluarkan air mata dipipi chubby nya, Aku mendengar itu bagai disambar petir, sepertinya cuaca sama dengan hatiku sekarang.
Dari mana mereka tau soal yang menimpaku?, apa Aku akan mendapatkan keadilan?, kenapa kejadian tadi pagi begitu cepat mereka tau,Aku cuma cerita pada Rina, apa Jony mengakui kesalahannya sama pihak keluarganya sendiri?,hatiku terus bertanya-tanya.
"Jony apa kau gak sadar dia bayar disini nak, dia gak gratis tinggal sama kita,kau mikir apa saat melakukan itu hah?, kemana muka mama kalau orang-orang tau hal ini,kalau mama yunita tau apa kau mau dipenjara !!" murka Ibu Gendut sambil menarik rambut jony dengan geram dan kesal.
"Ampun Ma.. Jony khilaf,gak lagi Ma" kata Jony merasakan rambut nya ditarik Ibu Gendut, belum lagi merasakan pipi kiri Jony yang memar karena tinjuan yang dibuat Tony tadi,kini Jony terjongkok sambil menundukan kepala.
Mila melihat bayanganku didepan pintu, lengan Mila menarik lenganku yang terpaku saat menyaksikan apa yang sedari tadi terjadi. Mila menuntun Aku kedalam kamar,Aku hanya terdiam saja membisu,mata Jony melihatku nanar,Aku tak perduli karena Aku akan mendapatkan keadilan.
Entah kenapa pertengkaran itu berhenti,Tony terdiam duduk disofa, sedangkan Jony masuk kedalam kamar sebelah,Ibu Gendut diam membisu terduduk dilantai, sedangkan Mila menangis tanpa ucapan padaku pergi begitu saja entah kemana,sepertinya keluarga ini hanya menghakimi sebentar saja.Sepertinya sama saja mereka tak mengerti kepedihan perasaanku.
"Assalammua'alaikum" suara Mamaku terdengar dari luar pintu, Aku mendengar suara itu,suara orang yang melahirkanku, suara orang yang memberikanku tempat berlindung,ingin sekali Aku berlari keluar kamar ini memeluk dan menangis dipelukan mama,tapi hal itu tidak kulakukan saat Ibu Gendut buru- buru masuk kedalam kamar.
"Itu Mama kamu datang, jangan bicara soal tadi ya nak,tolong bantu Ibu kasihan Anak-Anak Jony kalau dia dipenjara, tolong Nak ngertiin ibu,jangan bilang ya" kata Ibu Gendut sambil menangis dihadapanku.
"Kalau kamu kasih tau mama kamu aib ini akan tersebar kamu mau kita dapat malu semua Nak,Ibu tau kamu Anak baik" kata Ibu Hendut lagi coba meyakinkan Aku supaya tutup mulut.
A**pa ini?, apa perkataan orang tua ini, seakan-akan membela anaknya, kalau posisi buk gendut jadi mama aku, apa iya terima dengan perlakuan Jony yang kurang ajar padaku?, sungguh egois keluarga ini, aku jadi benci kalian semua ...!!! batinku berontak.
Ibu Gendut pergi keruang tengah karena takut mama curiga,sementara Aku terdiam dan terpaku didalam kamar, ternyata Aku tidak mendapatkan keadilan malah disuruh menyimpan aib ini, timbul rasa jijik dan benci buat keluarga ini dihatiku.
"Kau kenapa?" tiba-tiba Mama datang kedalam kamar, Aku terkejut dan pura-pura susun pakaian kotor,ingin sekali Aku mengadu tapi rasanya takut,Mama duduk ditepi ranjang sambil kernyit dahi.
"Ma..Aku ingin pindah lagi keasrama" kataku tiba-tiba buat Mama jadi jengkel dan kesal, karena menuruti permintaan aku terus.
"kamu ini aneh,semalam minta pindah sini, sekarang minta pindah lagi,mau kamu apa sih Yun?" kata Mama merasa Aku permainkan dia, karena bolak -balik Aku minta pindah.
A**ndai kau tau ma derita hatiku saat ini pasti mama mengerti maksudku, pasti mama lebih dulu membawaku pergi dari sini,aku ingin bilang tapi gak kuasa,aku takut entah kenapa aku gak berani mengatakan hal ini. Batinku berkata sendiri.
Ibu Gendut datang kekamar dan menjelaskan kenapa Aku minta pindah,Ibu Gendut bersandiwara didepan Mama membuatku semakin jijik dan benci.
"Entar lagi mau ujian bu,Yunita harus konsen ujiankan,saya takut disini tidak ada yang perhatikan dia" kata Ibu Hendut bersandiwara dan biasa saja sambil membujuk Mamaku.
Memang sebentar lagi Aku naik kelas Mama tau hal itu,Mama berfikir lalu angguk kepala, mungkin dia ngerti maksud perkataan Ibu Yendut.
Cii**h..berbohong Wanita Tua ini, bela anaknya yang bejat itu,aku sudah muak didalam rumah ini, kalau bisa sekarang aku pergi dari sini. batinku berkecamuk.
"Ma.. kalau bisa sekarang saja,aku mau sekarang" kataku sudah tidak sabar ingin meninggalkan rumah ini,Ibu Gendut melirik kearahku sepertinya iya mengerti kalau Aku udah tidak suka tinggal dirumah ini.
Aku menatap Ibu Gendut dengan kebencian dan tersenyum kecut, Wanita Tua itu diam saja berusaha menutupi ini semua,dan berprilaku tenang biasa saja.
Mungkin Allah mengarahkan hati mama, menggerakkan hati Mama setuju dengan ucapanku, walau ada seberkas keraguan dimuka mama yang terpancar saat Aku melihatnya,Aku tak perduli yang penting Aku keluar dulu dari Rumah ini.
Kami mengumpulkan barang-barangku,Aku sedikit lega ternyata bisa pergi juga dari sini, tanpa beri salam pada Tony dan Jony aku main pergi saja,apalagi Mama salam duluan mereka Aku tidak perduli berlari meninggalkan rumah itu.
Aku melihat Mama berjalan kearahku yang sudah berdiri dipinggir jalan raya.
"Kenapa kau gak salam anak-anak Ibu tadi?, gak sopan" kata Mama saat disampingku,Aku diam saja tidak menjawab perkataan Mama, lalu Aku melihat angkot dan melambai. angkot berhenti Aku naik saja disusul Mama.
Selamat tinggal semuanya,sumpah Aku benci kalian,semoga keburukan yang kau lakukan padaku Jony akan kau panen buah karma dari kesakitan yang Aku rasakan. Batinku mengutuk Jony.
Gerimis mulai reda Aku dan Mama turun dari angkot, berjalan sedikit menuju Asrama, Ummi Asrama terkejut kenapa Aku balik lagi keAsrama, Mama menjelaskan apa yang dibilang Ibu Gendut tadi,Ummi Asrama mengerti dan menerima Aku kembali.Lalu Aku masuk kedalam kamar baru, ternyata gabung bersama Rina satu kamar.
********
Hari demi hari kulalui didalam Asrama,Aku kira pindah keasrama beban mentalku berkurang karena kejadian itu, malah Aku mendapat siksaan batin baru,gunjingan para Santriwati dibelakangku,mereka pikir Aku tak mendengar apa yang mereka ceritakan.
"Alah paling dia yang goda anak Ibu Gendut, kalian taukan Jahra bilang dia itu punya pacar, dasar dia aja yang gatal"
"Eh..., gak boleh suudzon, berdosa kau nuduh Yunita,kita mana tau kejadian yang sebenarnya kita gak melihat kejadian itu kan?"
Suara gunjingan pro dan kontra itu terdengar aku dibalik pintu kamar mandi umum, padahal Aku ingin mandi tapi mendengar perkataan para Santriwati kelas lain begitu pedih dihatiku. Aku menangis sambil masuk kedalam kamar.
"Alah dia itu yang goda,kata Nordiana waktu dia tinggal ditempat Ibu Eadinah dia keluar malam tanpa hijab, pasti menggatalkan" kata santriwati dibalik kamar Aku,Aku mendengar itu dengan jelas.
"Iya juga ya,aku kira perkataan nordiana sama jahra selama ini bohong,ternyata benar" jawab salah satu teman Santriwati.
"Buuuk" Aku melempar toples makanan kedinding kamar,menimbulkan suara keras, mungkin mereka terkejut lalu terdiam, kini mereka sadar kalau Aku ada didalam kamar, karena mereka fikir Aku mandi, padahal Aku tidak jadi mandi.
Mereka menggunjingku padahal mereka sebelahan kamar denganku.Aku kesal dan marah,selain malu ternyata semua sudah pada tau.
S**iapa yang sebar aib aku ini, kenapa mereka tau semua?, oh ya..Allah aku salah apa sama mereka, kenapa mereka tau, ingin sekali aku ramas mulut mereka satu persatu tapi tidak mungkin, karena semua..seisi asrama ini menceritakan aku tiada habis nya, malu aku malu sekali,aku korban disini kenapa aku yang disalahkan?.batinku sedih dan berontak.
Aku melihat Rina masuk kedalam kamar, lalu rina melihat Aku telungkup dikasur sambil menangis,Rina duduk ditepi ranjang dan menyentuh punggungku, Aku membalikan badan,Rina heran kenapa Aku menangis lagi.
"Kau kenapa Yun?,kan sudah aman kamu tinggal disini?" kata Rina sambil menatapku kernyit dahi. Aku duduk dari kasur lalu menatap Rina lekat-lekat.
"Kamu jujur ya Rin, kamu yang kasih tau soal ini sama buk gendutkan?" kataku karena tidak ingin pertanyaan ini berlama-lama Aku simpan dihati.
"Maaf yun.. jujur memang aku yang beri tau, itu supaya kamu mendapat keadilan,aku gak mau hal itu akan terulang lagi, nah kini kamu jadi pindahkan keasrama ini" kata Rina sebelumnya dia menarik nafas panjang mengakui semua ini.
"Keadilan apa Rin, mereka tidak melakukan apa-apa,mereka egois rin,Ibu Gendut tidak mengambil tindakan tegas,aku jijik Rin, aku benci mereka semua, kau sudah tau?, teman-teman satu asrama ini sudah tau aib itu, apa kau juga rin yang beri tau?!" kataku sambil menatap tajam Rina.
Rina berfikir dan terkejut, lalu Rina menggelengkan kepala untuk meyakinkan Aku kalau Rina tak sejahat itu.
"Sumpah Yun...aku hanya beri tau soal ini hanya sama Ibu Gendut saja,entah kalau aku cerita tempo hari ada kuping yang mendengarnya,percayalah Yun aku tidak begitu" kata Rina sambil menatapku sendu.
"Entahlah Rin,sebenarnya aku mau berterima kasih atau apa sama kamu,aku juga gak tau, nasi udah jadi bubur, semua udah terjadi aku harus terima gunjingan mereka" kataku sambil meneteskan airmata. Rina jadi ikutan bersedih,Rina merasa bersalah menyesal beri tahu pada Ibu Gendut kemarin,mungkin ada orang yang mendengar obrolan Rina sama Ibu Gendut kemarin.
Sungguh mengerikan Asrama ini, jangankan Santriwatinya,dinding juga bisa bicara. Aku harus apa?,aku malu bertatap muka sama mereka yang mulai gak suka,mata mereka semua menatapku jijik kalau berpas-pasan denganku. Batinku.
*******
🌺KEESOKAN HARINYA🌺*
Karena stres memikirkan gunjingan orang dan cemo'ohan orang Aku jadi demam memikirkan semua ini, Aku tak masuk sekolah karena malu,malu dengan mereka yang tau soal aibku.
Aku berdoa jangan sampai ada orang yang nekat mengadu pada Ummi Asrama,atau
Guru-Turu lainnya,apalagi Ibu Wadinah sampai tau Aku takut bukan soal kebenaran,tapi takut kalau mereka melebih-lebihkan aib ini saat mengadu.
"Buk buk buk" sebuah tangan mengetuk pintu kamarku, Aku berjalan malas membuka pintu kamar, ternyata Rina yang ketuk pintu kamar.
"kau sakit Yun?,aku dengar kau demam,ini obat minumlah" kata Rina sembari megang obat berikan kejemariku,saat kami sudah duduk ditepi ranjang.
"Tidak selera Rin,aku malas minum obat, aku malas makan,aku benci diriku,aku malu rin dengan aib ini" kataku sambil menitikkan airmata. Rina tersenyum coba membuatku tidak ambil pusing dengan aib ini, dengan perkataan orang yang melebih-lebihkan.
"Jangan kau ingat orang yun, ingat orang tua kamu, ingat mereka bekerja keras cari uang supaya kamu bisa sekolah ditempat ini, kamu taukan disini tidak ada yang murah, mungkin kedua orang tua kamu sudah pusing pikirkan biaya hidup kamu disini, tapi mereka tetap senyum saat berhadapan dengan kamu, supaya kamu belajar dengan serius" kata Rina.
Perkataan Rina yang panjang lebar buat Aku semakin sedih, Aku semakin menangis terisak-isak kalau ingat soal kedua orang tuaku, dadaku terasa sesak nafasku mulai tak beraturan karena terlalu banyak menangis.
"Makasih ya Rin.. tapi kamu gak akan tau rin rasanya jadi aku, saat pria itu tempo hari...ah gak bisa lagi aku fikirkan kejadian itu" kataku sambil mengusap airmata memikirkan kejadian itu lagi.
"Aku ngerti yun, tapi kau harus semangat jangan putus asa,nah sekarang kamu minum obat biar sembuh, kita sekolah lagi" kata Rina, lalu Rina berdiri dari duduknya mengambil air putih menuangnya dalam gelas,lalu memberikan air putih itu padaku.
Aelesai Aku nuruti perkataan Rina,Nordiana tiba-tiba datang mengoceh dan menghinaku,sambil berdiri didepan pintu.
"Ahaha..sakit ya.. apa pura-pura sakit?, mangkannya jangan ganjen jadi cewek, dulu aja gebetan aku mau kau embat,anak Ibu Gendut juga..otak kau itu taruh dimana?"ketus Nordiana sambil mencibirku.
Rina mendekati Nordiana,lalu Nordiana kernyit dahi karena sepertinya tatapan Rina terpancar aura kemarahan.
"Astaghfirullah..tega benar kamu tertawa didepan penderitaan orang,aku gak sangka nor wajah kamu itu sama buruknya kayak sifat kamu itu,pasti kau kan yang dengar aku ngobrol sama buk gendut kemarin? pasti kau kan yang sebar-sebarin ini sama semua murid" kata Rina sambil menatap nanar Nordiana yang buang muka.
"Kalau iya kenapa?,dia pantaslah dapatkan ini semua,enak saja dia tebar pesona didepan andri dulu,tapi bukan aku saja kok yang dengar kamu sama Ibu Gendut dikamar ini nogrol kemarin, jahra sama teman-teman lain juga dengar sendiri" kata Nordiana sambil menatapku sinis,
Aku sementara menahan emosi,Aku mau meninju wajah Nordiana tapi aku urungkan, karena Aku takut kalau orang lain tau Aku kelihatan semakin bersalah sekali diAsrama ini,membuat keributan baru.
bersambung*
Like kalian atau komen kalian author butuhkan sekali lho. jangan lupa ya like nya say, kalau gak like jempol kalian nanti jadi gendut wkwkwkk...