
🌺KONFLIK SAMA NORDiANA🌺
Aku mendorong tubuh Nordiana sampai dia terjatuh dikasur itu,Nordiana bangkit dan menatapku dingin.Aku membalas tatapan Nordiana,emosi yang Aku tahan akhirnya terlepas begitu saja.
"Cepat katakan ..!!, kau tadi bilang aku apa?, cewek apa hah !!" ketusku sambil bernada tinggi.
"Kau itu murahan...!!, cewek murahan, kau sudah tau andri itu gebetanku,kau malah ganggu kesenanganku didapur!!" bentak Nordiana semakin nyolot padaku,Aku sudah mengepalkan tangan.
Ingin sekali Aku menampar atau meninju muka Nordiana,tapi Aku tidak melakukan itu, Aku masih berfikir kami tinggal dimana.
"Kau sama murahannya denganku,mencuri pandang jantan didapur,kau takut kalau aku mengambil gebetenmu,rendah banget fikiran kau seperti itu nor,aku gak sangka fikiran kau dangkal buatku !!" ketusku sambil menatap Nordiana tajam dan tersenyum kecut.
"Kau lebih murahan,ketemu laki-laki dimalam hari,kau fikir aku gak tau kau diam-diam keluar dari kamar,sudahlah aku gak mau lagi berteman dengan kamu" ketus Nordiana sambil buang muka,setelah mengucapkan kata-kata yang membuatku sakit hati.
"Serah kamu,aku tidak rugi berteman sama orang yang otaknya dangkal,aku malah beruntung gak berteman denganmu, kau jangan merasa menang kalau aku diam saja dari tadi, karena aku kasihan." kataku sambil berjalan pergi dari kamar itu,Nordiana berdiri terpaku sambil menyumpah serapah padaku.
"Kawan gak tau diri ...!!!, gak tau diuntung..!!" teriak nordiana didalam kamar, sedangkan Aku yang diluar kamar mendengar perkataan itu,Aku ingin kembali kedalam kamar itu, tapi Aku melihat Buk Wadina sudah berjalan menuju pintu utama Rumah, Aku langsung berjalan masuk kedalam Toilet.
gak sangka padahal dia sedikit dungu kenapa bisa tau aku keluar malam,aku terkecoh sama penampilan bodoh Nordiana,dan aku tertipu sama kebaikan dia, ternyata masalah kayak gini dia lebih pintar ,mencari tau masalah orang lain,ah..aku saja yang tidak berhati-hati.ucap batinku sendiri.
Aku basuh wajahku saat masih didalam Toilet, ingin sekali Aku pergi dari sini, ternyata teman disini tidak cocok denganku, beda dengan teman sekampungku,Aku jadi ingin pulang gabung dengan teman lama.
"Yun..Yun.." panggil Buk Wadina saat dia berdiri didepan kamar mandi,Aku langsung cepat membuka pintu padahal belum sempat Aku menyeka wajahku yang basah.
"Ya Bu.." ucapku saat sudah dihadapan Buk Wadinah,Buk Wadinah tersenyum manis.
"Ibu lelah, ayo kekamar Ibu,pijat sebentar bahu Ibu Nak" suruh Buk Wadinah dengan wajah memelas,berharap Aku mau mijat bahunya,karena Aku sering melakukan itu, kata Buk Wadinah tanganku enak memijat, dengan senang hati Aku berjalan masuk kedalam kamar Buk Wadinah,Aku tidak mau memikirkan keributan bersama Nor tadi.
Aku duduk ditepi ranjang mewah Buk Wadinah,Buk Wadinah membuka gamish panjangnya dan hijab nya, dia semakin cantik dengan rambut ikal mayang panjang sepinggang.
"Ibu cantik, kulitnya terawat" kataku sambil memandang kagum Buk Wadinah,lalu bibirku mengulas senyuman indah.
"Kamu juga cantik nak,lebih muda lagi,kalau kulit kamu mau lebih segar lagi kamu luluran, ibu punya,kalau kamu mau ambil saja dikamar mandi Ibu,kalau Ibu luluran disalon" kata Buk Wadinah sudah menyodorkan bahunya kehadapanku, Aku mengerti langsung memijat bahunya.
"Wah terima kasih ya buk,sebelum nya" jawabku senang riang,pantes Buk Wadinah dapat Suami tampan,selain Dosen Suami buk wadinah punya usaha lain,Buk Wadinah juga belum lulus kuliah,Aku jadi berhalusinasi seandainya masa depanku seperti Buk Wadinah pasti enak.Ah mimpi...
Selesai Aku memijat bahu Buk Wadinah, Aku masuk kedalam kamar mandi Buk Wadinah semua lengkap perlatannya,kamar mandinya juga mewah ada Bedthup didalam nya, ingin sekali Aku berendam disitu,tapi gak mungkinkan, Aku sudah dikasih lulur dan perlengkapan perawatan kulit masa minta yang lebih lagi, gak tau diri banget.
"Buk aku kekamar ya" kataku setelah keluar dari dalam kamar Buk Wadinah, Buk Wadinah lagi nelfon mesra suaminya maklum Buk Wadinah pengantin baru, Buk Wadinah hanya angguk kepala dan bibir tipis kecil Buk Wadinah tersenyum padaku,saat Aku mau keluar dari kamar Buk Wadinah.
"Enak banget Buk Wadinah bisa Telfonan sama Suaminya, andai Aku bisa Nelfon rRandi, ah mikir apa Aku Telfon rumah aja gak punya," gumamku sambil berjalan menuju kedalam kamar,Aku gak perduli ada Nordiana didalam kamar,karena Aku lagi senang dapat peralatan kulit dari Buk Wadinah.
Aku menaruh pemberian Buk Wadinah kedalam lemariku,Aku lirik Nordiana melihat lulur dan Lotion yang Aku pegang,Aku cuek saja,Aku tau dia pasti ingin meminta benda yang Aku pegang, dia sering begitu.
Aku buang muka saat berjalan mengambil handuk,lalu Aku keluar dari kamar berjalan masuk kekamar mandi karena sudah gerah.
Kini tuntas sudah Aku resmi jadi musuh nordiana,entah sampai kapan perselisihan ini usai.
Selesai Aku mandi Aku berjalan hendak kekamar,didalam kamar Aku tidak melihat nordiana,entah kemana dia Aku gak mau tau lagi,bukan urusanku,sewaktu Aku membuka lemari Aku terkejut letak-letak barang-barangku berpindah posisi,Aku tau pasti Nordiana tangan nya memang lancang.
Sifat buruk Nordiana sering sekali memeriksa lemari peribadiku sendiri tanpa izin,terkadang pasta gigi,bedak atau apa cepat habis, awal nya Aku heran kenapa cepat habis,sampai pernah Aku pergoki dia diam-diam mengambil bedakku tanpa izin,dia langsung panik dan minta maaf.
Selama ini Aku menutup-nutupi kejelekannya,Aku gak mau mengadu hal ini sama Buk Wadinah,karena Aku kasihan sama Nordiana.
tidak mungkin kan Aku bilang iya seorang pencuri?.
Mangkannya Aku sering menyimpan surat-surat cinta dengan hati-hati Aku tau dia kayak mana,pasti diam-diam dia baca sendiri tanpa izinku,termaksud uang Aku selalu membawa kemana-mana,walau belum pernah uangku hilang sih karena aku selalu membawanya.
Coba Aku biarkan uangku didalam lemari mungkin dia bisa silaf,karena ada Santriwati angkatan kelasku mengadu kalau dia itu pencuri,tapi Aku menyangkal dan tidak percaya, sampai Aku buktikan ternyata memang benar, tapi Aku gak ambil hati karena Aku simpatik dengan fisik Nordiana yang tidak sempurna yaitu matanya.
**************
🌺KEESOKAN HARINYA🌺
"Hoaammmzz" Aku membuka mata saat bangun dari tidur, Aku melihat seisi kamar tidak menemukan Nordiana.
kemana anak ini, apa sudah berangkat sekolah?, ya sudahlah memang dia gak mau lagi bersama denganku berangkat sekolah. lebih baik aku mandi dari pada memikirkan hal yang gak bermutu. batinku.
Cepat-cepat Aku mengambil handuk dari gantungan dibalik pintu, Aku ambil peralatan mandiku tempatnya berubah lagi, Aku tau pasti ulah Nordiana yang memakai tanpa izin,Aku geleng kepala saja lalu tidak mengambil hati,Aku keluar dari kamar dan melihat Buk Wadinah sarapan.
"Bu.. Nor mana?" tanyaku ingin memastikan dia sudah pergi kesekolah apa belum, Buk Wadinah mendengar suaraku,lalu melihatku yang berdiri disamping kiri Buk Wadinah.
"Sudah dari tadi dia berangkat sekolah Nak, katanya ada perlu sama teman satu Asrama, kamu mandi sana entar telat" kata Buk Wadinah sambil menikmati sarapannya.
"Owwww..." mulutku berbentuk angka O sambil berfikir apa yang diucapkan Buk Wadinah.
"Eng-enggak bu,aku mandi dulu ya Bu" jawabku sambil main pergi saja takut kalau ditanya-tanya lagi, entar gak bisa jawab malah curiga lagi,Aku juga lihat wajah Buk Wadinah seperti berfikir sambil kerutkan dahi.
Tidak berapa lama Aku sudah siap-siap mau kesekolah,setelah mandi dan memakai baju seragam sewaktu didalam kamar, Aku memakai sepatu sekolah dibalkon teras depan, Aku berjalan sendiri kejalan raya yang biasanya Aku jalan dengan Nordiana kini tidak lagi.
Beberapa menit kemudian Aku turun dari angkot, "ini bang" kataku sama supir angkot kasih ongkos, setelah itu Aku berjalan menuju psantren, sampai digerbang sekolah,Aku berjalan menaiki anak tangga,menuju kelasku, karena kelasku dilantai dua.
Aku melihat Nordiana duduk bersama Jahra sibiang gosip didalam kelas,Jahra menatapku sinis Aku cuek, sambil menunggu bel masuk berbunyi Aku membaca sendiri didalam kelas.
"Teret ..teeet" bel tanda masuk kedalam kelas berbunyi, Aku yang duduk heran saat melihat Nordiana pindah bangku kelas, Nordiana duduk sama Jahra sibiang gosip, lalu Rina teman sebangku Jahra malah pindah kesebelahku. Mereka over bangku ternyata.
"Yun kenapa Nordiana gak mau duduk sama kamu lagi, maaf ya kalau aku tanya begini, bukan maksud ikut campur,cuma heran aja kaliankan akrab" kata Rina sambil mengeluarkan buku Bahasa Arab diatas meja.
"Gak tau rin, mungkin dia pengen akrab sama jahra, biarkan saja" jawabku sambil keluarkan juga buku bahasa arab, karena pelajaran pertama hari ini Bahasa Arab.
Sambil menunggu Guru Bahasa Arab datang Aku membaca lagi, sedangkan Rina fokus sama PR yang lain untuk pelajaran kedua nanti, kebiasaan Rina mengerjakan PR dikelas terkadang Aku juga begitu kalau lagi malas, pasti kerjakan PR didalam kelas sebelum Gurunya datang.
"Woi..kalian gak tau dikelas kita ini ada lho yang punya cowok, malam keluar diam-diam,terus kekantor pos kirim surat juga sama cowok lain lagi,beda cowok ih ganjen ya" sindir Jahra sambil melirik kearah mejaku.
Sontak nafasku tersengal dan sesak,jantungku berdegup kencang,dari mana Jahra tau, sedangkan ini pribadi banget,apalagi semua murid mendengar itu,disini tabu banget bicarakan soal laki-laki.
Pa**sti mata merem itu yang ngadu.resek banget ya nordiana sebarkan aibku didalam kelas ini sama jahra lagi,secara ini psantren khusus putri tidak ada satupun cowok diasrama mau pun dikelas,pasti jadi gempar. Batinku.
"Astaghfirullah...,siapa ..siapa orangnya?,mana boleh pacaran, apa lagi pandangan mata, itu udah zina nama nya" kata ketua kelas saat mendengar ucapan Jahra, Jahra dan Nordiana tersenyum lebar seakan puas dengan perkataan Jahra tadi.
"Buuuk" Aku memukul meja karena sudah emosi, lalu Aku berdiri dari bangku dan berjalan menuju meja Nordiana dan Jahra yang disamping kanan.
"Kalau mau bergosip jangan disini,mana buktinya kalau ucapanmu itu benar, mana!!, jangan buat fitnah, kau mau guru BK tau, kalau kau fitnah orang hah.!!" ketusku pada Jahra.
Lalu Jahra menyenggeol lengan Nordiana bergumam gak jelas. "ada buktinya cepat" gumam Jahra sama Nordiana saat aku masih didepan meja mereka.
"Ketua kelas kalau jahra bergosip lagi jangan diperdulikan,percuma kita Sholat kalau menyebarkan aib orang, mengghiba aib orang, mencampuri aib orang, pejamkan itu Jahra" kataku lantang sambil menatap tajam Jahra dan Nordiana, mereka tertunduk saja.
"Udah yun, entar Guru datang, Jahra memang gitu biang gosip, huh.." kata Rina yang pro padaku. Aku berjalan kembali dan duduk dimeja semula bersebalahan dengan Rina.
Murid-murid berbisik-bisik, ada juga yang melirik kearahku, ada juga yang melihat Jahra dan Nordiana, bibir Jahra seketika diam dan gak ngoceh-ngoceh lagi.
"Kalau da yang menggosip teman sendiri. bilang sama aku ya, aku akan adukan pada wali kelas, bila perlu guru BK" tiba-tiba ketua kelas bicara sambil berdiri dihadapan semua murid.
"Oya Khadijah" kata semua murid-murid pada ketua kelas, Jahra dan Nordiana diam saja sambil menggumam gak jelas, aku tau karena Aku melirik kebelakang. Rina tersenyum padaku dari tadi dia sudah menahan tawa.
"Rasain dia, aku juga pernah diceritakan dia yun, katanya aku jorok,jelek,bodoh sama teman-teman lain" kata Rina sambil tersenyum merasa balas dendam nya sama Jahra terselesaikan, karena Aku tadi melawan Jahra.
Jam istirahat pertama telah tiba, Rina mengajak Aku kekantin Aku tidak mau, Aku mau dikelas saja, Aku malas ketemu muka sama Jahra dan Nordiana.
Ah lapar juga, aku susul saja rina kekantin, persetan sama Nor dan Jahra. batinku.
Aku beranjak dari kelas, saat berjalan melewati kelas lain Aku lihat Jahra dan Nor beserta geng nya ngumpul sambil bercerita, Aku tidak tau mereka cerita apa, tapi pada saat Aku lewat mata mereka kearah Aku terus, sudah pasti Aku menebak kalau mereka menceritakan aibku.
Aku cuek saja malas ribut, tapi jika Aku diganggu mereka sebut namaku maka matilah mereka,adu jotos pun jadi sama Aku, itu yang ada dalam fikiranku, sambil berjalan saat ini menuju kekantin samperin Rina.
"Hei Yun sini" kata Rina saat dia makan didalam kantin, Aku duduk disebelah Rina dan memesan makanan dan minuman, Rina makan kembali setelah Aku duduk disebelah kanan Rina.
"Mereka sepertinya bergosip lagi kekelas lain,aku takut angkatan kelas jadi gak suka lihat aku" ucapku sambil menunggu makanan datang.
Rina menatapku sambil kernyit dahi, lalu Rina mengkunyah makanan yang ada didalam mulutnya,seakan selesai dulu menelan baru membalas perkataanku tadi.
"Sabar yun..cuek saja selama kau gak ada, aku percaya kalau gosip Jahra tidak benar" jawab Rina sambil minum air putih karena selesai makan.
Ini benar Rina, ucapan Jahra memang benar, karena nordiana yang mengadu itu, aku tau pasti dia yang bicara sama Jahra, karena cuma dia yang tau aib pribadiku. Batinku.
"Aku harus melabrak Nordiana, bicara padanya,apa maksud dia mengadu sama Jahra,iya Aku harus temui Nordiana sepulang sekolah" gumamku sambil makan,jemari Rina menyentuh pundakku karena Aku berkhayal, lamunanku buyar dan tersenyum pada Rina.
"Apa yang kau fikirkan?,makan entar lagi masuk, pelajaran kedua Qur'an hadits, Mak Lampir alias Dakocan" kata Rina sambil menahan tawa, Aku cepatkan makan karena aku gak mau telat masuk kelas, Mak Lampir tidak suka begitu, pasti disuruh menghafal ayat satu bab, kalau gak dihukum keluar kelas.
bersambung*
like nya dong sayang...
komen juga yang positif juga boleh.
makasih sebelumnya.