
Malam harinya jam delapan malam Yudi datang kerumah uak Midah,sementara uak
Midah dan suaminya pergi Tarawih.Aku duduk bersama Jaka disofa,sedangkan Anto berjalan pergi kebelakang dapur.Yudi masuk kedalam rumah melirik aku sekelak,lalu Yudi duduk disebelah Jaka.
"Mau kemana kita?" kata Yudi pada Jaka,Aku diam saja.Lalu Jaka memakai sepatunya.
"Aku juga bingung mau kemana,entarlah tunggu Anto saja"ucap Jaka pada Yudi sambil sibuk memasang tali sepatunya.
Anto berjalan menuju ruang tamu,Yudi masih terus melirik Aku,ya Aku biasa saja sih karena memang tidak ada rasa,tapi berbeda saat Anto melihatku,Aku jadi canggung dan jantungku memompa lebih cepat.
"Ayo temani aku beli miso" Anto menarik lenganku,lalu kami keluar dari pintu rumah.
"Lho tidak jadi kita jalan?"tanya Jaka karena hendak berangkat pergi.Yudi terdiam heran kemana Aku dan Anto mau pergi,padahal janjinya mau jalan keluar.
"Aku ingin miso Jak....makan miso dulu,kalian mau?"tanya Anto pada Jaka,lalu Anto menawarkan juga pada Yudi.
"Ya sudah beli saja untuk kami,kami tunggu jangan lama-lama" sahut Jaka sambil membuka lagi sepatu yang Jaka pakai tadi.
"Ya" jawab Anto sambil terus menggandeng jemariku,Aku jadi diam kadang tertunduk, kadang menoleh kekanan,karena Anto ada disebelah kiriku,anto melirik diriku.
"Aku gak mau kau dilihati Yudi terus,aku juga tau malam kemarin Yudi lancang kekamar kamu, aku ingin ributi tapi malas,bulan puasa gini buat ribut,lagian aku dengar kau menolaknya" kata Anto sambil genggam jemariku erat.
"Aku juga terkejut dia datang kekamar,emang nya kenapa kalau Yudi naksir aku?"sahutku sambil menatap sekilas Anto.
"Ow..jadi kamu suka ya sama Yudi?"ketus anto sambil melihat arah depan,bukan melihatku.
D**ia cemburu ya?,kenapa dia cemburu?,pacaran aja enggak. Batinku.
"Kenapa diam?,ingat ya dik,kalau Yudi menatap kamu terus aku akan cungkil matanya itu" kata Anto sambil menghentikan langkah,karena Aku diam saja Anto megang kedua bahuku,tubuhku diarahkam kedepan supaya Anto leluasa memandangku.
"Kita sepupu,aku gak mau kayak gini"kataku tertunduk,Anto mendengar perkataanku langsung tertawa renyah.
"Ahahhaha...sepupu?,ya kita memang sepupu sayang,tapi kita beda Kakek,Mama aku beda kakek dengan Ayah kamu,lagian kalau orang batak kau bisa dikatakan Paribanku" balas Anto sambil mencium keningku sekilas.
En**tah apa yang dibilang dia aku tak tau,dia suka gak sih sama aku?,apa hanya permainkan aku saja?.batinku.
"Sudah jangan dibahas,kita mesti cepat beli miso,entar Jaka dan Yudi curiga lagi" kata Anto sembari menarik lenganku,Aku hanya diam angguk kepala saja,entah kenapa Anto menarik lenganku sampai Aku jatuh dipelukannya,kepalaku tenggelam didada bidang Anto yang besar,Aku jadi nyaman dan tenang.
Y**a Allah rasa apa ini,aku nyaman sekali dipeluk dia,aku gak kuasa mendengar detak jantung Anto. batinku.
"Jangan tertidur,aku tau kamu tenang didadaku ini" ceplos Anto membuatku membuka mata yang sedari tadi terpejam. Aku mendorong tubuh Anto seraya melepas pelukan hangat itu,lalu Aku buang muka menyungging kan senyuman malu.
Anto menarik lenganku lagi dan menuju warung miso tepat dibelakang rumah Anto, sampai diwarung miso tersebut.Anto pesan empat bungkus miso.
"Bulek..empat ya gak pakek lama" kata Anto sambil berdiri disampingku didepan warung tersebut.
"Sabar ya nto,eh..siapa yang kau bawa itu?,pulang-pulang bawa Istri ya"kata Pedagang miso sambil tersenyum kecil.
mendengar itu Aku jadi malu serasa diawan,Anto melihatku dan tersenyum.
"Bulek ada-ada saja,ini sepupu aku anak bang Darman,kan tinggal disini dulu sewaktu lajang" kata Anto sambil menaikan alis.
"Oh...iya..iya..anak siDarman ya,wah udah besar ayu tenan kamu ndok" sambung Pedagang miso.
Aku hanya tersenyum dan angguk kepala,Ayahku dulu tinggal dikampung ini sewaktu dia belum menikah,pantaslah pemilik warung ini kenal dengan Ayah.
"Siapa namanya ndok?" kata pemilik warung sambil memandangku dengan senyuman ramah.
"Yunita bulek..." jawabku sambil senyum malu,
"Jangan naik kuping,baru dipuji saja, jelek gitu perasaan cantik" ledek Anto buat Aku kesal dan menggerutu gak jelas.
"Nih Nto..., miso pesanan kamu sudah siap.salam ya ndok sama Bapak kamu kalau pulang keDesa P" kata pedagang miso tersebut, "Ya Bule" jawabku singkat.
Setelah siap kami beli miso kami berjalan arah pulang,tak hentinya jemariku digenggam Anto,sampai berkeringat nih telapak tanganku
"jangan lihatin terus entar naksir" kataku memberanikan diri saat Anto melihatku sambil jalan. "Memang" kata Anto singkat melepas genggaman tangan ini lalu dia berjalan duluan.
"Capek ya jalan,sini aku gendong" kata Anto sambil terjongkok berharap Aku naik kepunggungnya,Aku diam saja Anto menarik lenganku,terpaksa Aku naik kepunggung Anto,keletakkan kepala ini bersandar dipunggung Anto,lalu Anto menoleh tersenyum.Semacam dejavu suasana ini fikirku.
A**ku baru inget suasana ini mirip saat aku digendong Riandi,oh tuhan aku baru inget sekarang.Batinku berkecamuk.
Sedikit lagi kami sampai kerumah,Anto menurunkan Aku,mungkin takut kepergok mama atau bapak Anto,Aku mengerti maksud dia. "Sudah sampai entar ada yang lihat" ucap Anto sambil berjalan duluan lagi menuju pintu depan rumah,terlihat Yudi dan Jaka duduk sepertinya menunggu kami.
"Lama sekali men,udah laper nih" kata Yudi sambil mengambil bungkusan ditangan Anto. "Ramai,syukur ada" jawab Anto sambil ikut duduk,Aku berdiri didepan pintu Jaka melihatku.
"Ayo Yun makan sama" kata Jaka sambil membuka bungkusan kedalam mangkuk,karena ternyata sebelum kami sampai rumah Yudi dan Jaka sudah menyiapkan sendok dan mangkuk.
Akhirnya kami makan bersama sekali-kali Yudi melirik Aku,tapi Anto tau langsung mendehem saja dan menatap Yudi sinis.
"lihat saja gak boleh,orang yang dilihat gak keberatan,mentang-mentang adikmu"kata YUdi sambil kesal,Yudi kira Anto tidak suka kalau Adik Sepupunya digoda,padahal Yudi tidak tau kalau Anto dan Aku seperti pacaran walau tak pernah mengatakan cinta.
"Kalian saja yang jalan,bingung mau jalan kemana" kata Anto selesai makan miso,Yudi dan Jaka konsen dengan makan misonya,
"Gatot kayak nya ini,besok aja deh kita jalan" kata Jaka lagi,Yudi langsung lemas.Aku diam saja melirik kearah Anto.
"Besok orang Cindi dan Bunga main kerumah aku" kata Yudi teringat kalau besok ada janji sama teman Wanitanya,Jaka tersenyum dan melirik Anto.
"Alah kau lagi Pendekatan sama Bungakan?,cindi saja naksir Anto tapi gak ada tanggapan" lirik Yudi pada Anto.
Hampir saja Aku tersedak kuah kaldu miso ini karena mendengar ucapan Yudi,Anto tau sepertinya mengerti tentangku,langsung Anto ambil air putih yang diatas meja.Aku menerima air putih itu dan minum.
"Pelan-pelan Yun,sampai merah gitu mata kamu" kata Jaka sambil melihat diriku yang minum air putih.
"Aku gak naksir Cindi tuh,kurang cocok denganku gak type" kata Anto supaya Aku sedikit tenang,jaka tertawa renyah,Yudi juga begitu tertawa karena dengar ucapan Anto.
"Alah mau kamu jadi jomblo akut,dia nunggu kamu lho,apalagi dia tau kamu sudah pulang kampung" sambung Yudi.Aku diam saja.
A**palah aku ini,itu hak Anto,kenapa aku bisa cemburu ya hanya mendengar kata-kata itu saja,perasaan apa ini,aku hanya bermain dengan Anto saja tapi kok segininya. Batinku.
"Jangan melamun entar kesambet" kata Anto sambil tersenyum padaku.Aku diam saja membalas senyuman Anto.
"Manis nya senyum kau dik" kata Yudi memperhatikan Aku ternyata,Anto buang muka kelihatannya sedikit kesal karena pujian Yudi tadi,tapi Anto berusaha menutupi itu.
*******
🌺ESOK HARINYA🌺
Bintang kelap- kelip dilangit,bertaburan menghiasi langit ditambah sinar rembulan membuat malam cerah ini semakin indah,Aku dan Anto beserta Jaka sudah siap-siap hendak main kerumah Yudi, Jaka begitu semangat karena iya lagi naksir Bunga.
Diperjalanan kami biasa saja,sampai kedepan pintu rumah Yudi,entah kenapa Anto sedikit menjaga jarak padaku,apalagi Cindi melihat kami sudah datang kedepan pintu rumah Yudi.Aku sedikit heran kenapa Anto menjaga jarak padaku,Aku diam saja pura-pura cuek.
Aku duduk disamping Jaka,sedangkan Anto disamping kiri Jaka,gak biasanya Anto begitu,biasa nya dia mengambil posisi duduk disampingku apa karena ada Cindi,Aku jadi berburuk sangka pada Anto.
Bil**ang saja kau mau dekatin Cindi itu,ternyata kau hanya permainkan perasaanku saja.batinku berkecamuk kesal.
"Apa kabar Say?,gimana kerjaannya enak ya?" kata Cindi pada Anto, lalu Anto melontarkan senyum pada Cindi,memang Aku lihat Cindi manis wajah imut,kulit sawo matang tapi dia enak dipandang.
"Ya..., ginilah sepeti yang kalian lihat" jawab Anto sambil melirik kearah Cindi,Aku tau itu seketika Aku emosi tapi berusaha Aku pendam.
"Eh ini siapa yang kalian bawa?" tanya Bunga melihat kearahku.Aku tersenyum pada bunga dan melontarkan senyum juga untuk Cindi,walau sedikit ada yang mengganjal Aku berusaha tenang dan biasa saja.
"Kenalkan ini Adik Sepupu kami dari Desa Pxx" kata Jaka sambil beranjak dari duduknya, Jaka berjalan mendekati Bunga,lalu Yudi tersenyum sambil mendehem saja untuk meledek Jaka dan Bunga.
Aku mengulurkan tangan untuk Bunga dan Cindi,menyebutkan namaku saat bersalaman dengan mereka,mereka tersenyum hangat Aku membalas itu.
"Aduh mampus aku,Bunga topi Yudi ketinggalan diwarung simpang tadi" kata Cindi sambil tepuk jidat.
"Lho kok bisa?" sahut bunga kernyit dahi dan bingung.
"Topi hitam aku?,aku gak mau ya Cin..cepat ambil sana,entar hilang,itu topi kesayangan aku" kata Yudi sambil terkejut dan cemberut pada Cindi.
"Gimana ini,ayo Yud temani aku ambil topi itu" kata Cindi sambil cemas takut juga kalau topinya hilang.
"Anto saja temani kamu kesimpang,Aku malas bawa motor Jaka tukang mogok" sahut Yudi sambil tersenyum.Anto jadi bingung dan kernyit dahi. "Ayo Nto..." kata Cindi mengajak Anto.
"Udah sana,sekalian ehem ehem" goda Yudi ingin memaksa Anto untuk menemani Cindi,sumpah situasi ini membuatku kesal dan marah,Aku cemburu membayangkan anto dan Cindi berduaan diatas motor.
"Tunggu disini,jangan melirik keYudi,awas saja" bisik Anto kekupingku,lalu Anto keluar dengan Cindi pergi naik motor,Aku diam saja walau kesal,Yudi tau Anto berbisik padaku tapi Yudi tidak bertanya Anto bisik tentang apa padaku,sedangkan Bunga sudah sibuk dengan Jaka.
"Jaka mana mau temani Cindi kesimpang karena ada yayang nya disamping,lagian Anto bisa ambil kesempatan pendekatan sama Cindi" kata Yudi seakan-akan perkataan Yudi memanas-manasin Aku,padahal bukan begitu maksud Yudi,mereka semuakan tidak tau hubungan terlarang Aku dengan Anto.
Mungkin Anto memang cocok sama Cindi,aku hanya pelampiasan dikala sepi saja,apalah aku ini. Batinku jadi pesimis.
Aku mengepal tangan,mukaku sudah ketat sekali karena begitu lama Anto dan Cindi keluar hampir setengah jam,fikiran kotor dan fikiran gak enak terus melintas dibenakku ini, apa yang mereka lakukan diluar sana,hatiku terus menebak-nebak hal ini.
"Dik...,kok kamu diam saja,minum itu teh buatan aku" kata Yudi padaku karena dari tadi Aku termenung diam duduk membatu disofa.
"Kau yud,ajak bicaralah adikku,jangan biarkan dia diam gitu" kata Jaka saat mendengar ucapan Yudi.
"Iya ini aku minum" kataku sambil meraih gelas diatas meja,lalu Aku minum teh manis ini untuk sekedar menghargai saja, walau Aku sebenarnya tidak haus,malah hatiku yang kehausan api amarah.
Yudi melihat jam dinding dan tersenyum.
"Lama juga ya mereka ambil topi saja,entar udah kencan,ehehe..baguslah" kata Yudi.
"Baguslah..aku senang abang aku itu dapat pacar,sudah lama dia tidak pacaran" balas Jaka seakan mendukung jika Anto pacaran dengan Cindi.
"Aku mau kekamar mandi" kataku karena panas mendengar perkataan Yudi dan Jaka barusan, saking kesalnya aku tidak bertanya dimana letak kamar mandi Yudi,Aku jalan saja menuju dapur kepunyaan Yudi,lalu Aku lihat letak kamar mandi,langsung masuk kedalam toilet hampir saja Aku menangis.
Pasti mereka kencan,pasti Anto mencium Cindi seperti apa yang Anto lakukan padaku, enggak Aku gak rela Anto bercumbu ria dengan Cindi. Batinku kesal.
Sampai Aku keluar dari kamar mandi Anto tidak juga pulang,membuat Aku cemas saja.
aku duduk kembali disofa menarik nafas kasar supaya Yudi dan Jaka tidak bisa menebak perasaanku yang bergejolak panas ini.
Malam semakin larut sudah hampir jam sebelas,Anto dan Cindi belum juga muncul, aku jadi marah sekali,sementara Yudi dan Jaka malah ngobrol seperti tidak ada kecemasan.
"Aku mau pulang" kataku sambil beranjak dari duduknya, Jaka dan Yudi beserta Bunga melihatku sudah bersiap didepan pintu mau pulang. "Yud antar adikku,kau tau kan Aku masih mau cerita dengan bunga" kata Jaka.
"Dengan senang hati" kata Yudi seakan senang,dengan jalan kaki Yudi mengantarku pulang,karena gelap Jaka takut kalau Aku pulang jalan sendirian,jadi Yudi dengan senang hati mengantarku pulang.
didalam perjalanan tidak sepatah katapun yang keluar dari mulutku,karena hatiku bukan kemana-mana hanya memikirkan Anto saja,Aku jadi dilema karena tidak pulang dengan Anto.
Bersambung*
Like ya sayang. author sangat senang kalau kaliam mau berbaik hati like and komen yang positif.