
🌺sepulang sekolah🌺
Aku dan Nordiana berjalan barengan keluar dari gerbang Psantren,kami harus berjalan lagi melewati dua gang,lalu melewati lagi Plaza terbesar dikota M sembari berjalan kaki, walau baru sembuh dari demam,tapi Aku semangat berjalan karena berniat kekantor pos mengirim surat buat Riandi.
"Nor...kantor pos jauh ya?"kataku sambil berjalan lagi menuju kantor pos, Nordiana juga seprtinya lelah,lalu kepala Nordiana menoleh kesamping kiri.
"Itu kantor pos,ayo.." ajak Nordiana dengan semangat karena sedikit lagi kami sampai Kekantor Pos.Padahal aku yang mau kirim surat,tapi Nordiana yang semangat buat aku senang.
Sesampai dikantor pos,Aku membeli perangko dan mengkirim surat untuk Riandi,Aku bahagia akhirnya bisa kirim surat buat Riandi,mudah-mudahan cepat sampai ditangan Riandi dan iya membacanya,itu harapanku saat keluar dari Kantor Pos.
Setelah kami keluar dari kantor pos,Aku dan Nordiana berjalan menuju jalan raya,banyak kendara'an roda dua,tiga dan empat berlalu lalang dijalan tersebut,suara klakson gaduh riuh membuat telinga mau pecah,ditambah asap-asap kendaraan mengepul membuat polusi udara,Aku dan Nordiana cepat-cepat naik kedalam angkot,tidak tahan bau dan menghirup asap kendaraan karena suasana jalan hari ini begitu macet.
Akhirnya aku dan Nordiana merasa lega angkot berjalan dengan kencang,walau sesekali angkot berhenti menurunkan sewa atau dapat sewa baru,tapi udara berganti kami jadi nyaman duduk didalam.
"Itu surat buat siapa?" kata Nordiana mengajak Aku ngobrol didalam angkot.
"Buat Riandi,apa kau lupa tadi pagi udah aku jelaskan didalam kelas,pikun kamu" jawabku sambil kernyit dahi melihat wajah Nordiana yang berfikir serius.
"Aku lupa ehehehhe.." sahut Nordiana sambil cengengesan.Aku diam lalu melihat kesamping,sedangkan Nordiana melihat arah depan.
Aku lebih nyaman tinggal didesa ketimbang disini,memang sih orang disini cuek-cuek mungkin karena kesibukan masing-masing jadi tak ada waktu bergosip,tidak kayak didesa semua siap masak langsung ngumpul ngerumpi dirumah atau diteras.
Cuman teman-temannya,karena diPsantren kali ya,semua belajar dan belajar menguras otak,tidak bisa santai sekalipun.Pantas Nordiana bisa tinggal kelas dua kali,sebenar nya dia lebih tua dari Aku,tapi karena tinggal kelas dia tetap kelas satu,apalagi sebentar lagi kami ujian kenaikan kelas,mudah-mudahan saja Nordiana naik kelas tahun ini.
Sesampai dijalan menuju gang rumah kami, Nordiana dan Aku turun dari angkot,lalu kami berjalan menyusuri gang dekat ruko kosong, wajahku yang senang berubah saat Deny berdiri ditengah gang,seperti menunggu seseorang melintas digang tersebut.
Mau apa dia? apa dia nunggu gengnya?,tapi lihat aku gitu,apa dia nunggu aku?,kalau benar harus siap-siap mental nih untuk melawan nya. Batinku.
Langkah Nordiana dan Aku terhenti saat tangan Deny telentang seakan kami gak boleh lewat,Deny menatap nanar Aku,sedangkan Nordiana melihat aku lalu bingung,Aku memesang muka ketat sambil membalas tatapan dingin Deny.
"Mau apa kamu?, kami mau lewat,ini bukan gang bapak moyang kamu,ini gang umum" ketusku sambil lipat tangan hendak menentang Deny yang mulai geram dengan perkata'an aku barusan.
"Aku mau bicara sebentar,tapi tolong kawan kau yang jelek ini menyingkir" jawab Deny sambil mendorong Nordiana,berharap Nordiana pergi dari hadapan kami.
"Hei jelek...jelek.. ngaca kau,kayak udah ganteng banget aja kau,buat emosi" sambung Nordiana marah seketika.Deny jadi emosi karena Nordiana gak mau pergi, Deny mau mendorong Nordiana lagi, tapi Aku mencegah nya.
"Pulang lah nor,biar aku yang urus kawan ini" kataku sambil menatap aura pembunuh kepada Deny.
"Tapi yun....."pembicaraan Nordiana terputus saat Aku menutup mulut Nordiana.
"Sudah tenang saja, biar aku yang urus,kamu balik duluan" kataku sambil tersenyum pada Nordiana, nlNordiana geleng kepala lalu buang ludah saat melewati tubuh Deny yang sedari tadi dihadapan kami.
Setelah Nordiana pergi,Deny menatapku tajam dari atas bawah,Aku buang muka sambil lipat tangan seakan tidak takut dengan tatapan Deny.
"Aku peringatkan sama kau,jangan lewat gang ini lagi, jangan belanja diwarung Ibu aku, paham kau !!" ketus Deny sambil menatapku dan mencengkram tangan kiriku, Aku menarik tangan kiriku sekuat tenaga supaya lepas dari cengkraman tangan kanan Deny.
"Gak usah pegang-pegang ya,cukup kau berkata kasar,tapi tangan kau jangan ikutan" ketusku sambil membelalakan mata dihadapan Deny.
"Sekali lagi aku peringatkan jangan lewat gang ini, jangan kewarung ibuku !" ketus Deny sambil membentakku.
"Emang nya ini jalan punya nenek kau, ngaca kau, ditolak malah marah,gak terima ya, kasihan ya hidup kamu" ketus Aku sambil melangkah pergi,tapi tidak bisa karena lengan kananku ditarik paksa Deny.
"Lepaskan !!, kalau gak kau lepaskan, aku akan teriak disini !! " ketusku sambil menarik lengan kananku sekuat tenaga, Deny melepas lenganku secara kasar,mungkin Deny takut sama ancamanku.
"Kasihan" kataku sambil berjalan pergi meninggalkan Deny yang terpaku disudut gang, Aku dengar dia mengerang sambil meninju tembok,melampiaskan kekesalan ditembok tersebut. "bodoh" gumamku sendiri sambil berjalan menuju kerumah.
Akhirnya aku sampai digerbang depan rumah, berjalan menuju pintu utama,Aku melihat Deny melintas dengan langkah cepat didepan pagar rumah kami, Aku buang muka cepat-cepat menekan knop pintu kebawah,lalu Aku kedalam rumah berjalan masuk kekamar.
Saat masuk kedalam kamar Aku lihat Nordiana lagi merapikan bajunya yang berserakan diatas ranjang.Aku membuka sepatu lalu Aku taruh diluar kamar dekat pintu kamar,Nordiana melihat kearahku seperti berpikir,Aku ngerti maksud temanku itu.
"Udah beres,dia gak akan ganggu kita lagi" kataku sambil membuka baju seragam,ganti dengan baju santai.
"Sebenarnya ada masalah apa sih?,cowok itu sampai segitunya,nanti dia kecintaan sama kau yun,karena kau tolak?"sambung Nordiana dia mulai senyum sembari lengan melipat kain.
"Perasaan dia saja itu,udah gak usah bahas,buat pusing" jawabku sambil duduk tarik nafas panjang memikirkan hal ini.Nordiana selesai melipat kain, Nordiana turun dari ranjang menuju meja belajar.
"Aku aja yang cuci piring ya, kamu disini aja yun"kata Nordiana senyum lebar,aku jadi berfikir tumben Nordiana menawarkan diri cuci piring.
Pasti ada apa-apa nya ini,biasanya nordiana manyun kalau nyuci piring,kalau bisa Aku yang cuci piring setiap hari. Batinku.
"Tapi Nor ini giliranku"kataku sambil kernyit dahi,Nordiana memaksaku jangan keluar dari kamar ,duduk-duduk santai sembari baca buku,biar Nordiana semua yang kerjai didapur.Aku jadi heran angin apa yang menimpa nordiana?
"Aku kedapur dulu ya" kata Nordiana girang sambil berjalan membuka pintu kamar,lalu iya berlalu begitu saja, Aku berdiri memikirkan tentang nordiana.
Aku duduk dimeja belajar sambil membaca buku,Aku bolak-balik seisi buku karena semua telah kubaca, Aku mencari buku lain semua juga sudah dibaca.
Mana enak sudah dibaca semua,masa Aku baca ulang lagi...gak seru,jadi Aku harus ngapai dikamar ini, hemm...bagus Aku intip nordiana sajala..Batinku.
Aku putuskan untuk keluar kamar,karena bisa boring kalau diam saja dikamar,mau tidur gak mungkin hari sudah sore,Aku buka pintu kamar lalu berjalan ringan menuju dapur.Aku juga penasaran sebab apa Nordiana jadi rajin.
Saat kakiku melangkah kedapur langkahku terhenti, karena mendengar suara Nordiana bernyanyi ria.Aku bersembunyi dibawah meja makan,didapur ruangannya ada dua,meja makan diruangan arah pintu masuk ruang tengah, sedangkan ruang tempat cuci piring dan kompor diruangan paling belakang tempat Nordiana sekarang.
Dari ruang meja makan menuju ruang westafel cuci piring tidak ada pintu,jadi Aku lebih leluasa mengintip simonyong ini, Nordiana masih bernyanyi sambil mata Nordiana melihat arah depan.
Hemm ..sekarang Aku tau kenapa dia mau sendirian didapur itu,panteslah ternyata andri lagi dicendela dengarin radio.Batinku.
"Adi jumpa aku raskena,ulanai min sitita sirang,kena turang ateku ngena..." Nordiana menyanyi lagu karo sambil melihat arah depan.Tampak kalau dia mengagumi sekali Andri tarigan,apalagi Nordiana senyum-senyum sendiri.
Ow..ganjen juga nih anak diam -diam mau gaet siandri,samperin gak ya Nordiana?, samperin ajalah sambil Aku kejutkan.Batinku.
Aku berjalan pelan mendekati Nordiana yang asyik mencuri pandang dengan Andri, Nordiana tidak sadar kini Aku dibelakang tubuhnya.
"Dueeeeerr" Aku mengejutkan Nordiana sambil megang pinggangnya,Nordiana terkejut hampir saja gelas jatuh kelantai,nordiana menatapku marah,Aku biasa saja karena Aku niat bercanda.
"Ngapai kau kemari?" ketus Nordiana sambil melihat arah depan, Aku nyengir saja Aku tau dia mulai emosi, Nordiana kembali mencuci piring sambil emosi,iya menaruh gelas dan piring secara kasar sampai meninggalkan bunyi.
"Pelan nor,entar gelas nya pecah kamu kena semprot"kataku sama nlNordiana, Nordiana tidak menanggapi perkataanku.Mata Nordiana mengarah kecendela andri
"Kau ngapai kesini,sanalah biar aku saja yang mengerjai ini semua !" ketus Nordiana,Aku jadi sedikit kesal,sebenarnya Aku tau maksud Nordiana menyuruhku tidak kedapur,dia takut Aku melihat Andri atau Aku naksir ke Andri.
"Sampai segitunya gara-gara jantan" ketusku sambil berjalan meninggalkan Nordiana.Saat Aku melintas kemeja makan Andri memanggilku, langkahku terhenti. Aku geleng kepala gak mau,tapi Andri tetap memanggilku,Aku lihat wajah Nordiana tambah ketat.
"Ada apa bang?" tanyaku saat mendekati cendela itu,Andri menatapku penuh arti,Aku sih biasa saja,ternyata Andri memanggilku ajak jalan-jalan aku langsung menolak,apa lagi Aku lihat wajah Nordiana seperti mau nerkam Aku.
"Ayolah dek,naik mobil abang,gak perlu jalan kaki" kata Andri sambil tersenyum menatapku.
"Maaf bang" ucapku lagi menolak, "kalau Abang mau ajak jalan,temanku yang cuci piring itu bisa jalan sama abang" tawarku hendak menjodohkan Andri dengan Nordiana.
Andri melihat Nordiana dari atas bawah,lalu melihatku,langsung Andri menolak Nordiana.
"Maaf ya dek,abang gak buta,ya sudah kalau gak mau gak apa dik" kata Andri mungkin dia kesal.Aku berjalan menuju ruang makan lagi, Aku lihat Andri gak nongol lagi dicendela. Nordiana semakin marah,apalagi mendengar obrolan kami tadi.
"Puas kamu !!" bentak Nordiana saat aku terpaku disamping meja makan,Nordiana pergi begitu saja setelah selesai mencuci piring.
Wah kacau pasti Nor marah sama Aku, tapi Aku kan gak salah,lagian Aku nolak ajakan andri,kenapa Nordiana gitu?.Batinku.
Aku melangkah menuju kamar,sampai didalam kamar Aku tak menemukan Nordiana, lalu Aku mencari lagi kemana Nordiana. Aku mencari diteras Nordiana juga tidak ada,Aku jadi cemas apa iya kabur gara-gara kejadian tadi,Aku mencari lagi disemua ruangan, sampai Aku keluar dari teras Aku melihat baju Nordiana,dia dibalik tembok samping kiri rumah ini.
"Nor' ucapku saat mendekati Nordiana, Nordiana buang muka, Aku memegang lengannya dia menepis lenganku kasar, Aku bersabar saja mungkin Aku juga salah. Aku pegang bahu Nordiana tapi tangannya Nordiana dengan cepat menampik lagi tanganku.
"Sudahlah !!,jangan dekati aku dulu, aku mau sendiri,kau gak peka apa?,kau gak tau apa aku suka sama andri.!!?" bentak Nordiana sambil menatap aku tajam, Aku bersabar saja apa yang iya bilang.
"Ayo Nor masuk,entar mak lampir pulang" kataku membujuk nordiana,aku pegang lagi lengan Nordiana,kali ini dia menampik lebih kasar lagi,batas kesabaranku sudah mulai habis,alAku menarik nafas supaya tetap sabar.
"Aku bilang ingin sendiri, ini semua sebabnya kau,kalau kau gak kedapur tadi,aku rasa dia masih melihatku !!, kau datang kedapur lalu dipanggil dia,diajak dia jalan, aku tau kau tolak, malah kau nawari aku,aku merasa terhina tau, sahabat macam apa kau !?" kata Nordiana sambil berhadapan denganku.
alAku menarik nafas panjang,menjaga emosiku lagi, lalu Aku berfikir gimana biar dia gak marah lagi.
"Ya sudah kalau aku ada salah aku minta maaf, maaf ya aku tau kau suka sama Andri, aku hanya niat membantumu, buktinya aku tolak dia tadi,kau dengarkan?" kataku sambil bernada pelan.
"Alah,kalau gak ada aku pasti kau embat juga tuh andri,seperti Deny ...iya kan?, tadi itu kesempatanku mendekati Andri,kau datang mengacau saja,buat silaf !!" ketus Nordiana sambil buang muka.
Nih anak dibiarin makin jadi, aku udah minta maaf baik-baik jawabannya makin nyolot, apa sih mau nya? batinku.
"Aku heran ya Nor lihat kamu,karena jantan kau mau memusuhiku,pendek banget pikiran kamu,sebatas ini pertemanan kita hah?, aku gak sangka Nor" sahutku sambil menatap Nordiana tajam,lalu Nordiana tersenyum kecut.
"Alah .. kau memang cewek murahan !!, seperti apa yang dibilang Deny kemarin, kau fikir aku gak tau kau malam-malam menemuinya, biar aku bodoh gini, aku tau kau seperti apa !!" ketus Nordiana sambil pergi berjalan meinggalkan Aku.
Aku kejar Nordiana karena Aku terkejut dari mana dia tau soal Aku dan Deny, Aku tarik lengan Nordiana sampai kedalam kamar.
"Kau bilang aku tadi apa !" ketusku sambil mendorong Nordiana,lalu dia jatuh keatas kasur.
bersambung*
Atuhor sangat senang kalau kalian lika sehabis membaca,karena jempol kalian sangat author inginkan.