
🌷RUMAH BUK WADINAH🌷
Sore ini Aku lagi membersihkan pekarangan Rumah tempat dimana kami berlindung, Aku dan Nordiana lagi memotong rumput dihalaman depan rumah tersebut.Aku buang muka saat deny melintas didepan halaman.
"Suit suit" Deny bersiul sambil melihatku dipagar rumah,Aku pura-pura fokus sambil tak melihat. "Ehem ehem" Nordiana dehem sambil melihat kearahku,karena Deny melihat Aku terus.
Cepatlah kau pergi Deny,duh..nekat amat ini cowok, aku takut ketahuan dilihat orang rumah,batinku sambil ketakutan.
Aku bernafas lega Deny sudah pergi dari hadapanku, eh saat aku mau balik Deny datang melempar sebuah kertas lagi. Nordiana melihat Deny melempar kertas,kertas terpelanting dikakiku.Tanpa melihat Nordiana aku pura-pura bodoh dan tak melihat Nordiana yang memperhatikanku.
Duh entah apa lagi permainan Deny,sialan nih cowok, buat aku gak nyaman, batinku lagi.
Nordiana lengah,tanganku cepat-cepat mengambil surat Deny yang dibawah kakiku, langsung aku simpan kedalam saku, lalu Aku melanjutkan lagi membersihkan halaman.
"Makin akrab ya, cieee" ledek Nordiana sambil tersenyum, Aku pura-pura acuh perkataan Nordiana dan ledekan Nordiana sambil fokus mencabut rumput.
"Hei makan kalian !" ujar Mak Lampir saat berdiri didepan pintu utama,cepat-cepat kami selesaikan pekerjaan ini.
"Huh...disini bayar,kenapa disuruh terus,habis itu nyuci piring,sebel" ketus Nordiana berdiri lalu membuang rumput hasil kerjanya kedalam tong sampah.
"Ayo Yun aku udah lapar" ajak Nordiana berjalan sambil meninggalkan Aku dihalaman depan rumah itu,Aku juga nurut lalu masuk kedalam rumah.
Aku berjalan menuju meja makan semua udah pada ngumpul.Aku ambil duduk bersebelahan sama Buk Wadinah, Nordiana bersebelahan sama Mak Lampir.
"Siap makan Nordiana belajar ngaji ya,Yunita kamu juga jangan ada yang malas-malasan,biarpun ini tanggal merah" ucap Mertua Buk Wadinah secara tegas dan mantap.Kami diam saja tertunduk sambil makan.
"kenapa kalian diam?,dengar apa yang saya bilang?,apa kalian tuli?" ucap lagi Mertua Buk Wadinah.
"Dengar Nek" Aku jadi menjawab karena hampir saja nasi yang Aku makan, tidak tertelan karena suara keras Mak Lampir tadi, Buk Wadinah tersenyum kecil sambil geleng kepala,Nordiana makan saja,sepertinya ngedumel gak jelas karena Aku bisa melihat gerakan bibir Nordiana.
Selesai makan kami menyuci piring didapur.
"Kau yang cuci piring ya,aku belajar ngaji duluan" kata Nordiana seakan ngakali diriku.
"Serah deh"jawabku datar,Aku lebih baik mengalah karena Aku tau Nordiana,ibarat air dimangkuk tapi gak penuh, itulah pribahasa yang pantas buat Nordiana,kayak ada kurang-kurangnya.
"Nordiana kayak mananya kamu,sudah saya terangkan semalam dihafal,saya tanya sudah hafal,giliran dicoba kamu blenk !!" bentak Mertua Buk Wadinah saat diruang tengah ajari Nordiana mengaji dan menghafal ayat.
Selain kepala sekolah,dia juga guru Qur'an hadits, Aku mendengar suara keras nya dari dapur sambil nyuci piring.
"Ini tajwidnya dibaca apa Nordiana?"ucap Mertua Buk Wadinah kini iya sedikit mengecilkan volume suaranya,Aku geleng kepala saja.
Selesai mencuci piring,Aku keruang tengah, dan mencoba surat yang Aku hafal,karena Aku hafal jadi Aku lolos,cepat-cepat Aku masuk kedalam kamar, dengan kasar Aku duduk dikasur sprei berwarna hijau bunga, Aku mengambil sepucuk surat dari Deny tadi dari dalam saku celana panjangku.
apa.!!, gila nih cowok ajak aku ketemuan lagi, aku gak mau tapi aku takut dia berdiri di didepan gerbang terus ..pusing jadinya.
Setelah Aku membaca surat dari Deny aku menyimpannya hati-hati dibawa kasur, setelah itu aku melipat pakaian dan merapikan lemariku,Aku orangnya kurang rapi kalau mengambil pakaian dilemari,apalagi kalau buru-buru pasti Aku acak-acak pakaian dari dalam lemari, belum lagi Nordiana yang sedikit penjorok juga,Aku juga sedikit pemalas,tapi kalau ingin bersih-bersih bisa kinclong semuanya.
Sore harinya Aku dan Nordiana lagi membaca didalam kamar,dengan alunan musik pop yang kami dengar, membuat sedikit tenang dan nyaman saat baringan dikasur.
"Tadi aku lihat cowok itu lempar kertas?,mau apa?" kata Nordiana ingin tau lagi, buat Aku garuk kepala yang tak gatal, karena harus menjawab apa.
"Mau ketemuan, tapi Aku malas,lagian aku udah punya cowok, tapi kalau Aku bilang jujur kau bakal bisa aku percaya?" kataku ingin juga mencurahkan isi hatiku ini, selain rindu sama Riandi.
"aman..aman,aku bisa jaga rahasia Yun" kata Nordiana sambil tersenyum mendongak wajah.
"Ya dia ajak ketemu tapi aku malas, aku suka nya sama pacarku yang dikota T,Riandi namanya, oh iya Nor kamu jangan bilang ya kalau siDeny itu kirim surat sama aku terus" kataku sambil menatap tajam Nordiana.
Nordiana seperti berfikir,entah apa yang ada didalam fikiran Nordiana,Aku tidak bisa menebaknya.
"ya selow kau Yun" hanya itu saja yang terlontar dari bibir Nordiana.
"Eh Yun aku jaga rahasia kamu tapi kasih tau pekerjaan rumah sekolah IPA, kau kan jago pelajaran IPA" kata Nordiana, ternyata itu yang ada diotak Nordiana sedari tadi.
licik juga nih kawan ,mau jaga rahasiaku tapi pakai imbalan,jadi malas cerita soal pribadiku lagi. batinku.
"Ok..entar aku kasih tau, tapi ingat kau harus belajar juga nor, kau mau kena marah terus sama dakocan" ucapku sambil tersenyum.
"Jadi kamu anggap aku ini bodoh?,aku ini pintar.... cuma belum tau kapan aku jadi pintar" kata Nordiana sambil menulis dibuku pelajaran Nordiana.
"Sama aja..eh mandi sana kau mau kena semprot lagi" kataku karena Aku lirik jam dinding sudah pukul enam sore, hari mulai gelap,entar lagi azan maghrib.Kami selalu dengar suara azan dengan jelas,karena mesjid ada didepan rumah kami.
Cepat-cepat Nordiana meraih handuk dan berjalan keluar kamar, menuju kamar mandi.
Aku mematikan radio, setelah itu mengumpul buku-buku yang berserakan ketempat semula, menaruh diatas meja belajar.
Tidak berapa lama,nordiana sudah masuk kedalam kamar nampaknya dia sudah selesai mandi, kini giliranku mandi, sambil berjalan menuju kamar mandi, Aku berfikir apalah yang harus Aku lakukan nanti malam soal surat Deny tadi?
*******
🌷MALAM HARINYA🌷
Angin kencang berhembus,suara petir menggelegar sepertinya malam ini akan turun hujan, Aku jadi bernafas lega pasti Deny gak akan bisa keluar karena hujan.
syukur deh hujan,pasti yang mau kencan gak jadi ,malam minggu kelabu deh,biar yang mau kencan gagal, ini sumpah orang yang gak pernah kencan lagi,apa lagi yang jomblo kasihan ahahhaha...batinku****.
Hujan semakin deras pada jam sembilan malam, Aku masih terduduk dimeja belajar, sedangkan Nordiana menulis dan menulis mengerjakan pekerjaan rumah tugas sekolah,
Jam sebelas malam hujan mulai reda, hanya titik-titik gerimis yang masih jatuh kedaratan. Ditambah lagi angin yang tiada henti berhembus, membuat malam ini sangat dingin, Aku hendak tarik selimut.
"sssss sssss sssss" ada yang berdecis dibalik cendela, Aku tau siapa itu.Aku bangkit dari tidur, turun dari ranjang hendak melihat kearah luar cendela.
Deny memang gila,gerimis-gerimis mau ketemu aku,aku kira dia gak berani keluar, gila juga nih anak.batinku sambil geleng kepala.
Deny terus melambai, dia tau Aku mengintip dari cendela,nafasku jadi sesak,jantungku gak karuan karena Aku takut ada yang tau, terpaksa Aku kode Deny menunggu digerbang tempat semalam kami ketemuan.
Apa aku gila ya?mau ketemu dia juga,kenapa aku tadi bilang mau ketemu,ah kacau juga aku,aku juga nekat sama kayak Deny.kasihan juga dia kebasahan.batinku.
Seperti biasa Aku melangkah dengan ringan untuk kedua kalinya, saat Aku menekan knop pintu belakang,Aku tidak bisa membuka pintu, karena tidak memperhatikan kunci yang tidak ada tersangkut dilubangnya.
Lho kemana kuncinya?,wah dikunci mak lampir nih,pasti kunci pintu dia yang simpan, gimana mau keluar. batinku.
Aku tidak kehabisan akal,Aku melangkah lagi kedapur,Aku melihat kearah cendela, kebetulan cendela tidak ditutup jerejak besi, hanya daun cendela sama tirai kecil saja,dengan mudah Aku buka, Aku akhir nya memutuskan keluar dari cendela.
Setelah keluar dari cendela,Aku berjalan mendekati pintu gerbang belakang, akhirnya Aku bisa keluar juga,aku tau tindakan nekatku ini salah, tapi Aku juga merasa kasihan melihat Deny kehujanan menungguku didepan gerbang.
"Ayo jalan-jalan" bisik Deny sambil menarik jemariku keluar dari area pintu gerbang, Deny menuntunku melintas disebuah gang, lalu kami berhenti disamping ruko yang tak berpenghuni, awal nya kami ngobrol dengan nyaman walau gerimis masih melanda, Aku juga sedikit kebasahan.
"Yuk kesana,biar kamu jangan basah" ucap dany sembari lengan Deny menarik jemariku lagi, menuntun Aku kearea ruko kosong.Kami berlindung dibawah supaya jangan basah kuyup.Awalnya kami ngobrol seperti biasa aku sedikit nyaman karena ada teman cerita.
"Aku suka kamu, aku cinta sama kamu Yun, apa kamu mau jadi pacarku?" ucap Deny berterus terang saat berhadapan denganku, lalu Aku bersandar ditembok ruko tersebut.
waduh gimana ya?,gak enak kalau aku bilang udah punya pacar,dia udah berkorban hujan-hujanan untuk temui aku,aku harus bilang apa?, batinku bingung**.
"Kalau diam saja artinya mau" kata Deny tersenyum manis, Aku hanya menatap saja wajah Deny sembari diam membisu, karena masih bingung gimana caranya menjawab halus, supaya tak sakit hati.
Karena lama aku menjawab, deny tidak sabar,lalu Deny meraih bibirku tanpa izin,Aku diam saja, gejolak Asmara dan birahiku berkorbar karena sudah lama Aku tidak dicumbui.
Deny terus permainkan bibirku,lama-lama jemari Deny mulai nakal, dia hendak melecehkanku, karena Aku merasa nafas deny memburu seperti bernafsu.lalu Aku berhalusinasi wajah Riandi muncul dihadapanku menatap marah padaku.
"Adik selingkuh" ucap Riandi didalam halusinasiku.
"buukkk" Aku mendorong keras tubuh Deny hingga dia tersungkur jatuh ketanah,Deny menatap nanar,kelihatannya dia marah padaku.
"Kenapa kau mendorongku?!" bentak Deny saat dia berusaha bangkit dari jatuhnya.
Aku meminta maaf tapi Deny tak terima, apa lagi nafsu Deny tak tersalurkan ditambah Aku mendorongnya,jelas dia marah.
"Aku pegang kamu gak marah,aku minta itu kamu gak mau, kita kan udah pacaran !" bentak Deny matanya memancar api kemarahan.
"Aku udah punya pacar !!,lagian aku tau kau nafsu ajakan sama aku?" ketusku sama Deny, aku juga mulai emosi,Deny terdiam sejenak,lalu menatapku lagi nanar.
"Nyesal aku...demi kamu aku basah-basah gini, gak tau nya gantung,dasar cewek murahan!!" teriak Deny hendak melecehkan Aku lagi, Aku sepak perut Deny,hampir saja Aku meninju nya tapi tidak jadi.
"Aku bukan murahan !!" teriakku saat melihat deny terbungkuk kesakitan akibat tendangan kakiku tadi.
"Memang kau murahan !!, kau aja mau temui aku !" teriak Deny berusaha mendekatiku lagi.
"gila kau...!!, nyesal Aku ketemu kamu.!!" teriakku pada Deny,
Lalu aku menjaga jarak dengan Deny berjalan mundur,berusaha meninggalkan Deny,setelah itu Aku berlari menuju rumah dengan menangis tersedu-sedu,mengingat ucapan Deny tadi.
Hatiku terasa sesak,jantungku masih berdetak kencang mengingat kejadian tadi, Aku masuk lagi kerumah cara seperti tadi, setelah itu Aku masuk kedalam kamar dengan basah kuyup.
Aku raih handuk dan menyeka rambutku, Aku juga melihat Nordiana tertidur pulas.
Setelah Aku mengganti pakaian Aku berbaring dikasur.Aku usap-usap bibirku tadi yang bekas bibir Deny,Aku merasa jijik, Aku masih menangis,Aku mengganti posisi tidur miring membelakangi Nordiana sambil memeluk guling,air mata ini terus saja mengalir menyesali kejadian tadi.
menyesal aku ketemu dia,dia kurang ajar, bicaranya kasar, ganas seperti kerasukan gerepein aku tadi,syukur aku tersadar karena karena ingat wajah Riandi,maaf bang ...aku aku udah selingkuh,aku memang murahan, udah ada pacar malah ganjen temui cowok lain. batinku**.
Aku terus mengutuk diriku, merasa bersalah mengkhianati Riandi, kupaksa pejam mata ini untuk melupakan sejenak kejadian tadi, sampai Aku terlelap diranjang ini.
************
🌷KEESOKAN HARINYA🌷
"Hoaaaammmm" Nordiana menguap karena terbangun tidur, sedangkan Aku masih berbaring karena badanku merasa tidak enak. "Hatcim.." Aku bersin-bersin diatas ranjang, Nordiana mendengar itu,lalu dia turun dari atas ranjang,menginjakkan kaki kelantai.
"Kau kenapa?, flu ya?,kok bisa,apa kau keluar tadi malam?" tanya Nordiana saat berdiri dihadapan Aku yang masih terbaring.
Aku tidak menjawab hanya diam saja memejamkan mata, Aku mendengar sedikit nordiana ngedumel gak jelas,mungkin iya kesal karena aku gak jawab perkataan dia.
malas jawab,ucapannya kayak naruh curiga,apa dia tau ya kalau tadi malam aku keluar*?,tapi gak mungkin dia tidur pulas dan mendengkur tadi malam. kata batinku*.
Aku terus berbaring kelihatannya memang Aku kena flu, mungkin ini buah hasil perbuatanku keluar tadi malam, memang malam yang sial selain dapat hina'an dari Deny,kini Aku menderita terkena flu, Aku jera gak mau lagi temui pemuda yang namanya Deny itu.
Nordiana keluar dari kamar tanpa kata,karena Aku pura-pura terpejam dan tidur, biarlah dia mau bilang apa, yang penting Aku gak merugikan teman sekamarku ini.
bersambung*
like And komen kalian author sangat merasa dihargai.kalau yang like akan author doain rezeki nya banyak wkwkwk.. drama author berdoa kok didalam novel.