
...Yuk mari, ramaikan lapak TyTan dengan memberi like dan komentar pada tiap paragraf ya ... Jangan lupa juga untuk subscribe, vote dan beri hadiah jika berkenan....
...Terima kasih ☺️...
...We...
...|Dua puluh tiga|...
...Selamat membaca...
...[•]...
Berita tentang kecurigaan nitizen jika Tyra memiliki kekasih baru menyebar dengan cepat di media sosial setelah Tyra memposting dirinya yang sedang berada didalam sebuah mobil, yang diketahui nitizen bukan mobil pribadi milik Tyra.
Memang, gambarnya hanya berupa dashboard gelap berwarna hitam, namun sesuatu yang tanpa sengaja terjepret kamera Tyra, membuat mereka membuat asumsi jika kotak perhiasan berwarna merah maroon berbentuk hati tersebut adalah kotak yang diperuntukkan untuk Tyra dari sang kekasih.
“Lo gila ya?”
“Aku masih waras Pah. Kalau aku gila, aku nggak ada disini.” tukas Tyra sambil menggulir layar ponselnya, mencari foto yang semalam dibidikkan oleh sang kekasih. Eh salah, calon suami.
“Iya tau. Kelakuan Lo itu yang gila. Lihat komentar di postingan Lo—”
“Biar mereka yang biasa goda dan DM mes-um ke aku, berhenti. Aku pusing memperingatkan mereka, dan aku juga kehabisan akal buat nyuruh mereka berhenti DM aku dengan kata-kata kotor yang sumpah, bikin jijik dan mual, Ret.”
Retno tidak buta. Dia bisa melihat bagaimana Tyra memperjuangkan harga dirinya yang coba diinjak oleh para lelaki tidak bermoral itu dengan berbagai macam ancaman. Dari ancaman fisik hingga ancaman pidana sudah di tulis Tyra, tapi mereka masih saja terus meneror Tyra dengan kata-kata menjijikkan. Terkadang, dia sampai ikut turun tangan dan meminta ponsel Tyra untuk membalas satu persatu pesan mes-um yang Tyra terima.
“Terus, Lo memang pacaran sama Atan?”
“Aku mau nikah sama dia.”
Retno yang terkejut, melotot lebar dengan wajah pucat. “Halu Lo ya?” tukasnya dengan suara rendah.
“Halu? Nggak lah.”
“Lo serius mau kawin?”
Tyra mengangkat lengan kirinya, dan benda berkilat itu sontak membuat Retno terbelalak seperti melihat monyet kawin.
“Do'ain aja. Setelah ini aku mau pensiun. Nggak mau suamiku lihat aku mengumbar tubuh.”
Lha terus nasib Retno bagaimana kalau Tyra pensiun dini gara-gara kawin?
“Nasib gue gimana dong?” tanya Retno mulai ketar-ketir.
Tyra melipat dress hitam selututnya, lalu meletakkan kedalam koper sebelum menatap Retno dengan begitu intens. Pria ini, adalah teman, sahabat, manager, sekaligus keluarga baginya. Tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka karena Tyra begitu berhutang budi pada lelaki ini.
“Kan ada Venus. Kamu bisa urus Venus selagi aku ngurus suami.”
“Kampret!!” umpat Retno saat Tyra malah tertawa dengan jawaban menyebalkan wanita itu.
“Terus gimana? Mau jadi pengangguran?” tantang Tyra saat melihat ekspresi tak terima dari lawan bicaranya itu. Retno menggeleng dengan wajah pasrah nan memelas. “Ya kamu handle bisnis aku. Nanti masalah gaji, kamu tau sendiri penghasilan Venus. Jadi aku nggak mungkinlah memanipulasi uang gaji karyawan.” terang Tyra.
Venus adalah butik sekaligus merk dagang dari bisnis pakaian yang dimiliki Tyra. Selama setahun setengah berdiri, pemasukan Venus tidak pernah mengecewakan. Baju-baju hasil rancangan Tyra selalu ludes terjual setelah di publikasikan, bahkan banyak sekali yang meminta untuk diadakan restock yang selalu ditolak Tyra karena ada limit tertentu pada produknya. Macam penjualan brand ternama yang modelnya akan berubah setelah barang sold out.
“Nggak bisa jalan-jalan liar negeri gretong dong.”
Tyra menyorot Retno dengan tatapan sinis. “Ya, ntar kalau ada waktu bisa deh aku kirim kamu jalan keluar negeri.”
“Kemana?”
“Kutub Utara. Biar hipotermia sekalian dan nggak nyusahin orang aja.”
Tyra murni bercanda. Dia tidak pernah berkata serius untuk Retno, karena dia sudah seperti kakak laki-laki yang menjaganya.
“Sialan!” umpat Retno, melempar bantal ke wajah Tyra yang justru membuat gadis dua puluh tiga tahun itu tergelak tawa.
Belum pernah Retno melihat tawa lepas dari Tyra yang seperti ini. Biasanya, Tyra juga tertawa, tapi tidak pernah sama sekali terlihat tulus dan lepas dari dalam hati seperti yang dia lihat saat ini.
“Kalau memang Atan serius sama elo, gue do'ain langgeng.”
“Amin.” sahut Tyra mengamini Retno yang mendo'akan dirinya.
“Agensi biar gue yang handle.” kata Retno yang diangguki Tyra. Kalau masalah agensi, Retno memang juaranya. Dia seperti memiliki trik tersendiri untuk menghadapi pihak agensi yang terkadang memang suka meresahkan sekaligus menekan. “Kalau ... orang tua Atan? Gimana?”
“Baik. Mereka menerima aku dengan tangan terbuka.”
Retno mendekati Retno dan mencubit pahanya dengan cubitan kepiting. “Sakit Rex.”
“Jangan buruk sangka, makanya.”
“Lha kan gue cuma tanya. Kalau memang nggak baik dan cuma mau manfaatin elo, ngapain dilanjut?!”
Tyra menghembuskan nafas kelewat besar dari hidungnya. Lantas menatap Retno dengan sorot datar namun berbinar. “Enggak. Mereka murni orang baik.”
“Ya syukur kalau memang begitu.”
“Nok, aku mau serius kali ini.”
Retno mengalihkan pandangannya dari koper Viber milik Tyra, kepada si pemilik. “Lo mau beneran nikah?”
“Kalau nikah, mungkin itu terlalu jauh. Tapi aku mau jalani hubungan sama Atan karena aku memang cinta sama dia.”
Retno diam memperhatikan.
“Dan kalau memang aku harus berhenti dari dunia modeling—” Tyra menatap Retno dengan mata berkaca. “Maafin aku. Karena selama ini selalu bikin kamu kesulitan.”
Retno jadi ingin menangis sekarang. Dia tidak tega melihat bagaimana selama ini perjuangan Tyra untuk menjadi seorang model besar yang berhasil di pandang dunia yang pernah diragukan kedua orang tuanya. Dia juga tau saat Tyra rela tidak lagi di gubris orang tuanya dan hidup sendirian di kota besar yang begitu berbahaya jika tidak ada perlindungan ini, sekarang membuahkan hasil nyata.
“Ngomong apa sih, Lo!”
“Dengerin aku.” kata Tyra, meminta Retno untuk memperhatikan apa yang hendak dikatakan oleh Tyra. “Tolong beritahu papa dan mama, kalau aku nanti memang berakhir di pelaminan sama Atan dan nggak bisa ngasih tau ke mereka, ya, jerapah.”
***
Model terkenal Tyrana Agnalia, diduga memiliki seorang kekasih. Semua nitizen menerka hal itu dari postingan yang diunggah sang model di akun media sosialnya.
Entah disengaja atau tidak, foto yang diunggah oleh Tyra—sapaan akrab Tyrana Agnalia—memperlihatkan sebuah kotak perhiasan yang diduga berisi cincin.
Dilansir dari postingan sebuah aku gosip lambe pedes, sore ini Tyra berangkat ke America bersama sang manager memenuhi undangan dari pihak Victoria's secret untuk sebuah acara peluncuran produk terbaru mereka. Dalam foto tersebut terlihat Tyra mengenakan pakaian kasual yang semakin membuatnya terlihat cantik. Dan, terdapat sebuah cincin di jari manisnya.
Siapa yang menjadi kekasih Tyra, masih menjadi misteri. Nitizen masih penasaran dengan si pemilik mobil yang malam itu di gunakan Tyra untuk mengambil gambar. Bla bla bla ...
Putri menurunkan ponsel dari jangkauan pupil matanya. Tatapannya menerawang kosong ke arah dimana sang putri kini sedang belajar mewarnai di buku gambar.
Dia tau betul hubungan Atan dengan Tyra, karena Atan pernah menceritakan kedekatannya dengan sang model tanpa sengaja, hari itu kepada Putri. Diam-diam, Putri mengeratkan genggamannya pada ponsel yang masih menyala dan menampakkan berita yang baru saja ia baca dari salah satu portal berita yang terpercaya.
Setelah Atan memberitahu kedekatan dengan Tyra waktu itu, Putri pun menjadi orang yang paling ingin tau siapa itu Tyra. Lalu berselancar di dunia maya untuk mencari sosok yang dikatakan oleh Atan tersebut dan nyatanya, akun bernama Tyrana—Rex memang ada. Dia bisa melihat seorang gadis belia yang cantik rupawan dengan berbagai postur dan gestur tubuh yang begitu menggoda didepan kamera.
Putri mengumpat dalam hati karena dia terlalu lamban bergerak. Jika saja dia lebih cepat, mungkin Atan sekarang menjadi miliknya lagi.
Ingatan bagaimana Dio menampar dan memukuli dirinya kembali terputar, hingga emosinya naik ke ubun-ubun tanpa terkendali. Sorot matanya berubah keruh ketika menatap Brina. Putri semata wayangnya itu memang tidak tau apapun tentang perilaku Dio, tapi melihat Brina selalu berhasil membuat Putri seperti kembali dilempar paksa ke masa menyakitkan saat itu.
Dengan langkah perlahan, dia mendekati Brina. Lalu, dia mengambil duduk disebelah putrinya yang masih fokus mewarnai tanpa peduli dan mengacuhkan kehadirannya.
“Bri,” panggilnya, menarik sejenak perhatian gadis kecil bermata bulat dan berwajah sangat mirip dengan Dio itu kearahnya. “Brina sayang mama, kan?”
Gadis itu mengangguk meskipun tidak melihat pada Putri. Telapak tangan Putri terulur untuk mengusap rambut hitam lebat beraroma strawberry milik Brina dengan gerakan lembut dan monoton.
“Bagaimana kalau om Atan jadi papa Brina?”
Mendengar nama Atan disebut, sontak saja gadis kecil itu mendongak dan mengangguk senang. Brina memang selalu antusias jika menyangkut Atan. Mantan kekasih ibunya itu telah berhasil membuatnya nyaman dan selalu ingin berada disekitar Atan.
“Brina mau.” sahut Brina senang, kini dia bergelayut dan duduk dalam pangkuan sang mama. “Brina ingin om Atan jadi papa baru Brina.”
Putri tersenyum. Mungkin dengan adanya Brina, jalannya untuk ingin memiliki Atan pasti akan mudah, begitu pikirnya. Namun ada beberapa cara yang sudah tersusun di otaknya agar Atan berhasil ia miliki.
Lalu, dengan tutur halus, Putri berkata pada putrinya. “Kalau mama minta tolong sama Brina, Brina mau?”
Brina yang memang hanya seorang gadis cilik yang tidak mengerti isi dan jalan pikiran orang dewasa seperti mamanya, hanya bisa mengangguk meng-iyakan apa yang diucapkan sang mama tanpa berfikir panjang.
“Kalau begitu, bantu mama agar om Atan bisa dekat dengan kita. Biar om Atan bisa jadi papanya Brina, oke?” []
...—To be continue—...
###
Sudah siap dengan apa yang akan terjadi?
Konflik segera hadir, jadi mohon kencangkan sabuk kesabaran anda agar tidak terpancing emosi. 😜