Unexpected Love

Unexpected Love
BAB 38



Di Rumah Sakit tepatnya di negara Shifa berasal.


“Bu, bagaimana keadaan Ayah?” tanya Hafsa melihat ibunya keluar dari ruangan dokter yang menangani ayahnya.


Bu Dahlia hanya diam tanpa menjawab pertanyaan anaknya.


“Ibu… Apa ada yang ibu sembunyikan dari kita?” tanya Khaula dengan lembut.


Wanita yang berumur setengah abad itupun menghembuskan nafasnya kasar. “Tidak.. tidak ada Nak. Lebih baik kalian fokus sama sekolah kalian. Sebentar lagi kan kalian akan UAS. Tidak baik jika tidak fokus belajar.”


“Ibu bagiamana kami akan fokus belajar jika kami tidak tahu kondisi ayah sekarang,” jawab Khaula.


Khaula adik Shifa, dia memilki sifat yang tidak sabaran tapi baik. Dia juga lebih banyak berbicara dibandingkan dengan Hafsa adiknya.


“Ibu coba ibu duduk dulu,” ajak Hafsa lembut sambil menuntun ibunya duduk di bangku rumah sakit.


Melihat kakaknya Khaula yang ingin sekali mengetahui keadaan ayah mereka namun ibunya tak terus terang, membuat Hafsa mencari solusi dan menenangkan ibunya dahulu agar ibunya mau mengatakannya.


“Bagaimana kalau kita kabarin kak Shifa aja,” ucap Khaula tiba-tiba membuat ibunya terkejut.


“Kak…” tegur Hafsa dengan lembut.


“Sudah-sudah, ayah kalian baik-baik saja. Tak ada yang perlu di khawatirkan. Sekarang kalian pulang, ini sudah malam. Biar Ibu jaga ayah disini. Kalian hati-hati pulangnya yaa.. Jangan lupa belajar. Baca do’a juga di perjalanan agar kalian selamat.”


Ucapan Bu Dahlia membuat kedua anaknya luluh dan merasa iba kepadanya, namun yang hanya bisa mereka lakukan saat ini adalah menuruti perintah ibu mereka agar tidak menambah pikirannya.


***


Di dalam mobil Marcel, dua gadis cantik yang menggunakan hijab pasmina itu duduk di kursi belakang sementara Marcel mengemudi tanpa ada orang disampingnya.


“Kak Marcel,” Shifa memecahkan keheningan.


“Ya?”


“Maaf yaa kak”


“Buat?” tanya Marcel bingung.


“Karena aku baru sadar kalau kakak malah seperti supir pribadi kami,” ucap Shifa dengan segan.


“Ah.. itu aku kira apa Shif.” Jawab Marcel sambil tersenyum tipis.


“Iyaa kak aku juga baru sadar kak Marcel malah seperti driver online,he he..” sambung Zainab.


“Iyah gak papa, emangnya apa kalian mau duduk di kursi samping aku ini?” tanya Marcel.


Dua gadis itu terdiam.


“Tuh kan..” ucap Marcel mengagetkan mereka berdua.


“Eh kak bukan maksud kami..” ucapan Shifa terhenti.


“Iyahh kak tahu kok.. Lagipula kakak gak masalah akan hal itu. Tapi..”


“Tapi apa kak?” tanya Zai yang penasaran dengan lanjutan perkataan Marcel.


“Tapi… kakak akan bermasalah jika Shifa duduk di samping kakak” jawab Marcel.


Shifa dan Zainab masih belum paham akan perkataan Marcel.


“Maksudnya,” tanya Shifa.


“Nanti kakak bisa di tembak mati kalau dekatan sama kamu Shif, soalnya ada yang marah dan akan terbakar api cemburu nantinya,” ucap Marcel dengan gaya lucunya.


Shifa dan Zainab tertawa lepas mendengar perkataan Marcel. Lama kelamaan mereka semakin akrab dan tidak takut dengan Marcel karena sifatnya yang sedikit humoris itu.


“Hahaha.. ada-ada aja kak Marcel. Emang siapa yang berani marah. Aku kan gak punya pacar atau sejenisnya.” Ucap Shifa.


“Iyasih tapi kan tidak tahu nanti,” sambung Marcel sambil melihat wajah Shifa dari kaca depan mobilnya.


“Emang beneran kak Marcel bercanda kan?” tanya Zainab penasaran. Bukan Zai namanya kalau tidak bertanya sampai ke akar-akarnya.


“Ada deh.”


Tak beberapa lama setelah itu, Marcel, Shifa dan Zainab sampai di Mension Mafia bernama Black Wolf itu.


“Ayo Shif, Zai” ajak Marcel untuk masuk kedalam Mension.


“Ya?” tanya Marcel sedikit bingung.


Shifa ragu untuk mengatakan bahwa dia bertanya-tanya ada apa sehingga Celine mengundang Shifa dan Celine ke Mensionnya.


“Shif” ucap Zai mengagetkan Shifa yang sedang melamun.


“Do you have a problem?” tanya Marcel.


“Oh nope Kak, hehe” ucap Shifa.


Tanpa mereka sadari, Zano berjalan ke arah mereka bertiga. Marcel, Shifa dan Zainab tidak menyadarinya bahwa Zano sudah berada didekat mereka.


“What’s happen?” tanya Zano secara tiba-tiba membuat ketiga orang tersebut melihat kearahnya secara bersamaan.


“Tuan, kau mengagetkan kami saja” ucap Marcel sambil mengelus dadanya seolah-olah seperti orang yang habis terkejut. Melihat sikap Marcel yang seperti itu siapa sangka bahwa dia adalah seorang Mafia. Berbeda ketika saat Marcel sedang dalam mode serious dalam menghadapi musuhnya. Dia bisa berubah sangar seketika. Berbeda Halnya dengan Zano yang memilki sikap dingin seperti batu es dimanapun dia berada.


Zano tidak menghiraukan ucapan Marcel, dia malah menatap wajah Shifa yang sedang diam melihatnya juga. Kecantikan Shifa memang sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Gadis cantik, imut berkulit putih itupun tanpa senyum sudah mampu memikat hati siapa saja orang yang melihatnya. Entah mengapa, setiap melihat wajah Shifa hati Zano merasa damai dan nyaman padahal Shifa adalah gadis berhijab sedangkan begitu banyak juga wanita seksi dan cantik di Eropa namun tak satupun mampu menarik hati seorang Revano Alzano.


“Ehem…” Marcel yang melihat itupun langsung memecahkan keadaan.


Zainab hanya tersenyum saja melihat situasi saat itu.


“Zai, kenapa kamu senyum gitu?” tanya Shifa bingung.


“He’s so handsome, right?” bisik Zai di telinga Shifa.


“What?” balas Shifa pelan.


“Kak Zano daritadi liatin kamu aja, hihi” tawa Zai sambil berbisik.


Shifa melototkan mata indahnya. Bukannya terlihat menakutkan malah terlihat imut dan cantik. Zainab yang melihat itupun tertawa lepas.


“Ada nih bisik-bisik?” tanya Marcel karena melihat dua gadis yang dibawanya berbisik.


Zano hanya diam seperti batu es. Dia masih berdiri di antara Marcel, Shifa, dan Zai dengan memasukkan kedua tangannya di saku training hitamnya.


“Kak Zano belum mandi yaa?” tanya Shifa tiba-tiba karena melihat Zano hanya diam saja, dia berniat untuk memecahkan situasi saat itu.


Zano menaikkan sebelah alisnya pertanda dia tak mengerti maksud pertanyaan Shifa. Marcel dan Zai pun bingung mengapa Shifa bertanya seperti itu tiba-tiba. Shifa yang menjadi pusat perhatian pun merasa salah bicara.


“Eumm… hehe I mean kak Zano kok masih pakai training udah midday begini,” ucap Shifa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal justru dia sedang salah tingkah saat ini.


Zano masih diam, tidak melakukan reaksi apapun. Marcel yang melihat situasi canggung begini akhirnya memulai rencana awalnya.


“Zai, ayo bantu kakak” ajak Marcel.


“Hah?” Zainab yang tak mengerti maksud Zano pun di tarik langsung oleh Marcel.


Shifa ingin mengikuti Zainab tapi ketika dia


melihat wajah Zano tidak seperti canggung untuk melangkah mengikuti Marcel. Zano melihat ke arah Shifa dengan lembut.


Suasana terasa hening sekarang belum ada yang memulai pembicaraan. Namun Zano mempunyai ide untuk menjaili Shifa lagi. Zano mulai melangkah mendekati Shifa. Shifa yang sadar akan hal itupun melangkah mundur secara perlahan.


“Kak Zano” ucap Shifa.


Zano masih diam dengan wajah yang tanpa ekspresi dengan kedua tangannya masih di saku training. Zano masih terus mendekat sampai Shifa berhenti melangkah mundur karena sudah mentok dengan tembok dan hampir terbentur namun Zano melindungi kepala Shifa dengan tangan kanannya. Jarak mereka berdua saat ini sangat dekat sampai Shifa mampu merasakan aroma mint dan wangi parfum dari tubuh Zano. Shifa mengangkat kepalanya keatas karena tubuh Zano yang lebih tinggi darinya. Shifa menatap Zano lekat-lekat begitu juga dengan Zano. Tanpa mereka sadari mereka berdua hanyut dalam tatapan dan pikiran mereka masing-masing.


“MaasyaaAllah… Kak Zano ganteng banget,” ucap Shifa dalam hati.


“Oh God.. baru kali ini aku melihat wajah gadis ini dengan sangat dekat. Beautiful” ucap Zano dalam hati.


Zano menatap wajah Shifa lekat-lekat. Lelaki tampan itu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Shifa. Shifa tersadar akan apa yang dilakukan Zano.


“Kak Zano mau apa?” tanya Shifa dengan suara yang sedikit nyaring.


Nah… kira-kira apa yang akan dilakukan Zano kepada Shifa yaa? 🤔


Jawabannya ada di next episode sahabat Blue Wii pantengin teruss yaa !!!!


Gift, Vote, like & comment nya sangatt berarti bgttt buat Author nih....


Gimana menurut kalian episode kali ini?????


Next Episode nyaa akan segeraa up ....🤩