
Malam minggu, seperti pasangan muda pada umum nya Genta mengajak jalan Lesta. Mereka memakai outfit yang sama kaos putih polos,jaket levis dan celana jeans. Mereka berdua berjalan beriringan menuju bioskop disalah satu mall teramai di kota bandung. Menonton salah satu film baru yang menjadi perbincangan hangat orang-orang. Sekitar 1 jam 57 menit film berputar, mereka memilih kursi di barisan E yang kalo kata Genta posisi nya tuh pas.
Selesai menonton Lesta mengajak Genta ke salah satu restoran cepat saji disitu untuk mengisi perut nya yang sudah meraung minta diisi sejak pertengahan film. Duduk berdua disalah satu kursi pojok restoran, saling berbincang ringan sambil menyantap makanan yang mereka pesan. Mereka berdua tak sadar jika sejak awal mereka berbincang dengan di iringi tawa renyah membuat beberapa orang iri dan kagum melihat mereka. Mereka berdua terlihat CoupleGoals banget kalo kata anak kekinian. Benar-benar untuk yang jomblo dilarang liat, haram hukumnya lo takut nanti jiwa jomblo ngenes nya keluar bagaimana hoya? Genta dan Lesta tidak bertanggung jawab ingat. Saling suap menyuapi, saling menyipi makanan satu sama lain, hingga Henta mengelap mulut Lesta yang sedikit belepon akibat makan sambil berbicara. Semua nya tak luput dari pandang sekitar.
Selesai mengisi perut, Genta mengajak Lesta berkeliling. Masuk keluar toko mencari sesuatu untuk dibeli. Dari toko kosmetik untuk persediaan makeup Lesta, toko baju untuk Genta, toko sepatu, dan terakhir toko tas karna Lesta ingin mencari tas keluaran terbaru yang ia liat baru update di instagram 3 hari yang lalu.
Saat lesta sedang melihat lihat dan mencari tas yang ingin ia beli, tak sengaja Genta melihat toko bunga tak jauh dari toko tempat ia berada sekarang. Meninggalkan Lesta sendiri tanpa pamit, Genta berjalan dan memasuki toko bunga itu.
"Selamat malam, ada yang bisa dibantu kaka?" Ucap salam dari pramuniaga toko.
"Malam, saya nyari bunga yang cantik untuk istri saya" jawab genta sambil melihat lihat bunga yang terpajang.
"Istri nya suka bunga yang seperti apa ka? Mawar merah? Mawar putih? Anggrek? Atau apa?"
"Nah itu saya ga tau selera istri saya ke bunga itu seperti apa"
"Hm, bentar saya carikan yang cocok untuk istri anda"
Pramuniaga itu meninggalkan genta yang masih berdiri didepan bunga bunga yang terpajang. Bisa genta lihat pramuniaga itu sedang merangkai buket bunga yang ia mau. Tak sampai 10menit pramuniaga itu datang membawa sebuket bunga mawar merah yang disatu padukan dengan bunga yang lain nya.
Genta mengernyit berfikiri "apakah Lesta akan menyukai nya?" Hm entah lah yang penting ia sudah berusaha untuk bersikap romantis bukan?
Mengambil alih bunga dari tangan si pramuniaga. Mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar. Genta berbalik hendak kembali menghampiri Lesta yang ia tinggalkan sendiri di toko tas.
"Astagfirullah, ngagetin aja kaya setan" ucap Genta kaget sambil mengusap dada nya pelan melihat Lesta sudah berdiri didepannya, yang entah kapan datang Genta tak melihat.
"Aku cari-cari ternyata kamu disini ge"
"Padahal mah ga usah dicari bentar lagi juga aku kesana balik lagi, udah beli tas nya?"
"Heem, ini udah ada. Ngapain ge di toko bunga? Beli bunga buat mamah?" Tanya Lesta heran melihat Henta berada ditoko bunga dan jangan lupa kan sebuket bunga di tangan kanan nya.
"Ngapain beliin buat mamah, mamah udah dapet jatah nya dari papah" jawab Genta sambil sedikit mengacak rambut Lesta.
"Isshh, tangan nya ge awas ini berantakan. Terus itu bunga buat siapa?"
"Buat kamu dong istriku sayang" Ucap Genta lembut.
"Kamu serius?"Tanya Lesta pelan.
"Serius dong sayang. Yuk balik nanti dicariin mamah karna bawa mantunya pergi lama-lama" Genta merangkul Lesta dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya tadi sudah mengambil alih belanjaan milik Lesta.
Berjalan beriringan menuju basement, mereka langsung pulang tanpa berniat untuk menyimpang kemanapun terlebih dahulu.
***
"Kak? Kak Lesta? Kaaakkk?"
"Euh?"
"Lo ngelamunin apa sih kak?"
"Eung? Engga ko Raf, tadi sampe mana kita belajar?"
"Lo aneh kak, ini nih soal aljabar yang ini"
Yap, Lesta sedang membantu Rafa - adik ipar nya belajar. Mereka belajar di ruang keluarga berdua , tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
Sejak kejadian dimana Genta dengan frontal nya memberikan Lesta bunga di mall lalu merangkulnya hingga mobil, Lesta selalu menghindari untuk bertatap muka dengan Genta. Bahkan dikamar pun Lesta akan langsung pura-pura terlelap jika mendengar pintu terbuka.
Lebay? Tak apa Lesta dikatakan lebay atau berlebihan ,tapi kenyataan nya memang Lesta belum sanggup untuk bertatap muka secara intim dengan Genta. Alasannya sudah jelas, deguban di dada nya yang selalu menaikan ritme jika dekat dengan Genta ditambah wajahnya yang tak bisa ia kontrol agar tidak blushing.
Jujur saja itu pertama kali nya Lesta diperlakukan romantis oleh seorang pria, yah meski tidak seromantis pria lain tapi tetap saja Genta memberikan secara langsung sebuket bunga indah untuk Lesta. Jatuh cinta? Wanita mana yang tidak jatuh cinta diperlakukan seperti itu? Apakah ia telah jatuh cinta pada pria yang usia nya lebih muda itu dan menyandang status sebagai suami sah nya? Tolong beritahu ia dan sadarkan ia jika ia telah jatuh cinta pada seorang Gentara Satya Adhitama.
"Thanks ya kak udah bantu, gue ke kamar dulu" ucap Rafa sambil berlalu meninggalkan lesta sendirian.
"Hm sama-sama raf" jawab Lesta.
Mengambil hp nya lalu berjalan menuju lantai dua dimana kamar nya berada. Saat sudah didepan pintu dengan pelan-pelan Lesta membuka nya.
"Udah belajar nya?" Ucap seseorang dari belakang.
"Eungh? Ge? Ke-kenapa berdiri disitu?" Bukan nya menjawab Lesta malah balik melontarkan pertanyaan saat membalik badan dan menemukan Genta tepat berdiri di depan nya.
"Udah belajar nya?" Tanya Genta ulang.
"Udah"
"Masuk , ngapain ngendap-ngendap gitu kaya mau maling kolor aja"
Tanpa menjawab , Lesta langsung membuka pintu kamar dan masuk yang diikuti oleh Genta dibelakang nya yang tak Lesta sadari Genta mengunci pintu kamar mereka. Membuka lemari berniat mengambil piaya tidur dan berganti pakaian, hingga sepasang tangan melingkar di perut nya posesif. Hembusan nafas hangat di ceruk leher nya membuat tangan Lesta refleks berhenti, tanpa menoleh ia dapat melihat si pelaku dari kaca yang menempel dipintu lemari didepan nya.
Genta memeluk Lesta erat dari belakang dengan kepala dibenamkan diceruk leher nya. Mengangkat sedikit kepala nya untuk melihat respon Lesta, Genta tersenyum tipis yang seketika membuat Lesta was was.
"Sayang" ucap Genta yang entah kenapa suara nya menjadi serak dan eumh sexy menurut Lesta.
"Sayang" ulang Genta.
"Hm"
"Panggil aku sayang juga, Lesta"
"Ge.."
"Sayang"
"G-ge.."
"SA.YANG" ucap Genta pelan tapi penuh penekanan.
"Yang jelas dong sayang" goda Genta semakin menjadi ditambah ia melihat muka istri nya itu mulai memerah. Lucu sekali fikir nya.
"Sayang" cicit Lesta sambil menundukan kepala nya.
"Sekali lagi coba tadi ga jelas"
"Sayang"
"Iya apa sayang?"
"Awas, ini pengap ge"
"I can't , because... I want you honey" ucap Genta tepat ditelinga Lesta.
Sekali gerakan Lesta sudah berada dalam gendongan genta membawa nya ke tempat tidur mereka yang berukurang king size itu. Menidurkan Lesta perlahan dengan posisi Genta berada tepat diatas tubuh nya. Saling menatap satu sama lain, Lesta sangat bisa melihat emosi dan gairah dari dalam mata Genta. Apa yang bisa ia lakukan dalam posisi seperti ini? Ia harus berbuat apa? Ia tak bisa berbuat apapun, bahkan untuk menghindari dari tatapan tajam Genta pun ia tak bisa.
"Kamu ngehindari aku terus sayang. Kenapa?" Tanya Genta pelan sambil membelai wajah Lesta dengan tangan kanan nya. "Apa Gentara berbuat salah sama Lesta? 1 minggu loh kita ga ngobrol berdua gini. Lesta sayang harus dihukum karna udah ngehindari Gentara. Gimana kalo hukuman nya membuat Gentara dan Lesta junior sampai jadi? Asik bukan?" Lanjutnya membuat bulu kuduk Lesta berdiri ngeri.
Tanpa menunggu Lesta menjawab Genta mulai mencium bibir pink alami Lesta yang sejak tadi sudah menggoda nya. Ciuman pelan nan lembut yang semakin lama semakin menuntut, yang mau tak mau Lesta mulai membalas nya meski kaku tapi Genta suka.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tangan Genta mulai menelesik setiap inci tubuh Lesta. Hingga ia melepas kan pangutan bibir mereka. Berlomba-lomba menghirup oksigen, hingga mata mereka saling pandang. Seolah mengerti dari tatapan Genta, Lesta mengangguk seperti memberi izin. Meski Genta tak mengucapkan sepatah kata pun tapi Lesta cukup peka jika suami nya itu meminta izin untuk melanjutkan ke hal yang lebih intim.
Tak ingin membuang waktu banyak, Genta mulai melancarkan aksi nya untuk menghukum istri nya itu. Hukuman yang akan membuat mereka terbang.
"Mungkin ini sedikit sakit karna ini yang kedua kali nya sejak kejadian itu, bilang stop kalo ga sanggup karna kalo engga aku ga akan pernah bisa berhenti sampai benar-benar Gentara junior hadir" ucap Genta meyakinkan Lesta yang hanya dibalas sebuah anggukan kepala saja.
Dan malam itu menjadi saksi dua insan saling menyalurkan hasrat mereka. Emosi, kesal, malu, sayang, cinta, nafsu, segala nya menjadi satu.
***
"Pagi mah" sapa Lesta kepada Mira saat sampai di dapur.
"Pagi juga sayang, Genta mana? Belum bangun?" Tanya Mira karna hanya melihat Lesta saja yang datang tanpa Genta. Biasanya mereka selalu bersama jika turun ke dapur, makanya Mira sedikit heran.
"Udah mah, lagi mandi. Ada yang perlu Lesta bantu?"
"Beresin aja meja makan les, piring sama sendok nya udah dimeja cuma tinggal di tata aja"
Lesta hanya mengangguk sebagai tanda mengerti, permisi kepada Mira dan berlalu menuju meja makan untuk menyiapkan apa yang di perintah Mira.
Tak lama semua anggota keluarga turun dan duduk dikursi nya masing-masing. Mira datang dengan membawa nasi goreng yang ia buat diikuti Lesta yang membawa sepiring roti isi.
Masing-masing mengambil makanan yang akan mereka santap untuk sarapan pagi ini. Suasana di meja makan hening hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring, hingga sebuah kalimat keluar dari mulut seseorang yang membuat semua orang diam.
"Mah, keinginan mamah bakalan terkabul loh tadi malem ada yang nonstop produksi baby." Ucap nya datar sambil terus menyantap nasi goreng.
"Pah, itu barang-barang baby yang ada di keranjang shepoo papah udah bisa di checkout tuh" ucap nya lagi datar tak peduli dengan tatapan bingung dari orang orang.
Hening.
Semua orang masih menatap bingung tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Rafa - yas yang bicara adalah Rafardhan dengan wajah datar dan acuh tak menghentikan mulut nya mengunyah makanan yang terus ia masukan.
"Maksud Rafa apa? Papah ga ngerti" Rehan akhir nya bersuara karna melihat tanda-tanda tidak ada yang niat untuk menyuarakan rasa heran mereka.
"Bhental pah ,inum dhulu" ucap Rafa sambil meminum segelas air putih yang ada di depan nya hingga tandas.
Aahh.
"Papah beneran ga ngerti?" Tanya Rafa.
"Engga nak, kalo ngerti papah ga akan nanya"
Rafa berdiri dari tempat duduknya dan menyampirkan tas sekolah ke punggung yang tak luput dari pandangan semua orang. Berjalan menghampiri Rehan berdiri disamping nya. Menepuk pelan pundak Rehan dan menunjukan airmuka serius.
"Tadi malem abang Genta dan kak Lesta produksi bayi, yang bahasa orang dewasa mah ena-ena atau ikeh ikeh kata mas Arfand mah. Produksi Nonstop ampe adzan awal tuh hahahahahaa" ucap Rafa santai ,lalu berlari keluar rumah dan langsung pergi sekolah menggunakan motor kesayangan ia pasti nya.
Uhuk uhuk.
Genta tersedak air ludah nya sendiri setelah mendengar ucapan Rafa, dan jangan lupakan semua pasang mata yang sedang menatap nya tajam. Sedangkan Lesta menundukan kepala nya malu.
Kenapa si bocil Rafa bisa tau dengan kegiatan semalam, Genta mengumpat dalam hati.
"Ge--" ucapan Rehan terputus karna Genta menyela.
"Pah, mah gege ngampus dulu ya assalamualaikum" ucap nya sambil berdiri dan menarik tangan Lesta untuk mengikuti nya tanpa minat menunggu jawaban kedua orang tua nya.
Berhenti di pinggir motor besar milik Genta yang terparkir di garasi, Genta melirik tepat ke wajah Lesta yang juga sedang meliriknya. Melepaskan cekalan tangan nya, Genta bergerak menaiki motor. Menerima uluran tangan dari Lesta untuk salam, dan menciun sebentar kening Lesta sebelum memakai helm full face milik nya.
"Dari sini langsung ke kamar aja kunci pintu nya ya, turun kalo pas makan siang aja terus langsung balik lagi ke kamar, jangan biarin siapapun nanya yang aneh aneh ok" ucap Genta ke Lesta yang hanya dibalas anggukan kecil oleh nya.
Genta tersenyum tulus sambil sedikit mengacak rambut Lesta, membuat Lesta benar-benar setengah mati menahan deguban kencang di hati nya dan semburat merah yang bisa kapan saja muncul tanpa seingin nya.
"Aku berangkat dulu, assalamualaikum"
"Hati-hati ge, wa'alaikumsalam" jawab Lesta yang jelas tidak akan terdengar oleh Genta karna ia menjalankan motor nya dengan cepat.
Lesta membalik badannya dan berjalan masuk ke dalam rumah sesuai dengan perintah Genta. Baru saja membuka pintu ia sudah dihadapkan dengan wajah penasaran dan jail dari Mira,Rehan dan Arfand.
"Si Genta beneran udah nge gol de?" Tanya Arfand.
"Beneran nak? Papah udah siap siap checkout di Shepoo nih" Ucap Rehan sambil menyodorkan hp pintar nya.
"Sayang, genta semalam kasar ya? Itu leher kamu banyak banget kissmark nya ada 1,2,3....... Wooowww 10 di leher" Heboh Mira, membuat Lesta refleks menutupi leher nya dengan kedua tangan nya.
Tuhaaannn tolong Lesta sungguh ini sangat sangat sangat memalukaaaannnn. teriak Lesta dalam hati sambil menunduk tak ingin menatap mereka yang terkekeh kecil melihat tingkah dirinya.