TRUE LOVE??!

TRUE LOVE??!
TL - 1



#GentaPov.


Kenalin, nama gue Gentara Satya Adhitama anak kedua dari 3 saudara. Umur gue baru 19 tahun bulan lalu dan gue salah satu mahasiswa di universitas swasta di Kota Bandung, ngambil jurusan manajemen bisnis karna tuntutan bokap katanya sih biar ngejamin masa depan, walau gue ga terlalu percaya karna urusan masa depan cuma gue dan tuhan yang tau.


Gue punya 2 sahabat yang udah temenan dari kelas 1 SMA, Ralio Putra Yasa dan Erhan Radea. Mereka berdua punya sifat yang bener bener bertolak belakang, kenapa gue bisa bilang gitu? Karna pada kenyataan nya sifat Ralio yang cerewet, pecicilan, jail, bodoh, ceroboh, sedangkan Erhan dewasa, calm, pintar, perfeksionis, rapih. Tapi mereka punya satu sifat yang sama dengan gue yaitu hangat dan perhatian.


Pliisss, jangan tanya awal gue ketemu sama mereka berdua karna itu sungguh memalukan , bayangkan aja sama kalian gimana memalukannya ketika gue, Ralio,dan Erhan tiga orang yang ga saling kenal tapi sama sama kena hukuman karna telat datang di hari pertama MOS yang sialnya hukuman itu bener bener ga pernah bisa dilupain oleh seluruh siswa siswi SMA Alasta Jaya. Menyanyikan salah satu lagu dangdut dengan goyangan ngebor ciri khas salah satu penyanyi dangdut terkenal di tengah lapang depan seluruh manusia yang ada ditempat itu. Oke skip, balik lagi ke masa kini jangan lama lama bahas masa lalu karna gue benci masa lalu apalagi tentang dia yang udah ngebuat kehidupan gue saat ini berubah.


-----------------------------------------------------------------


#AuthorPov.


Braakkkk


"Kapan sih lo jalan dengan bener?" ucapnya kesal.


"Biasa aja dong, gue barusan liat bidadari brooo ga bisa dilewatin itu mah," jawabnya santai.


"Serah lo dah Ral," balas Erhan malas.


Yap , yang barusan berdebat adalah Ralio dan Erhan , karna Ralio yang berjalan tanpa melihat kedepan membuat Erhan yang berada di depan nya tertabrak oleh badan tegap tinggi nan berisi milik Ralio hingga jatuh.


"Ge , ko lo diem mulu sih? Ada masalah? Atau hati lo yang bermasalah?" tanya Ralio.


"Ga apa apa," jawab Genta santai sambil meninggalkan mereka berdua.


***


Tiga orang remaja berusia 19thn sedang duduk kursi pojokan caffe. Tiga remaja yang memiliki wajah dan paras yang sangat indah dipandang, calon menantu idaman para ibu-ibu komplek sosialita yang hobby nya ghibah.


Ya, mereka adalah Genta,Ralio, dan Erhan. Mereka memang suka nongkrong di caffe saat malam hari , kata nya sih cuci mata walau pada kenyataannya mereka jomblo yang ga ada kerjaan.


"Ge, han, lo pada diajakin juga kaga sama Wida buat datang ke ultah nya dia jum'at malam nanti?" tanya Ralio.


"Di ajak, tapi gue ga tau dateng ga tau engga soalnya ada tugas yang harus dikumpulin sabtu nanti," jawab Erhan.


"Kalo lo ge?" Tanya Ralio lagi ke Genta.


"He'em, tapi gue tolak," jawab Genta santai.


"Ko lo tolak sih? Wida minta gue buat datang bareng lo."


"Lo sendiri aja , gue males."


"Lo ikut ya Han, masa gue sendiri yang datang dari tiga pria tamvans ini."


"Gue ga janji, lo sendiri juga kan bisa."


"Lo berdua mah gitu sama gue, ga friend banget lah," rajuk Ralio.


Genta dan Erhan memutar bola matanya malas melihat kelakuan Ralio yang ga sadar umur sudah hampir 20thn tapi masih suka merajuk seperti boca 5thn.


Jam sudah menunjukan pukul 20.30 namun caffe tak urung sepi. Genta berdiri dari duduk nya, dan berjalan santai sambil memakai jaket nya keluar dari caffe yang di ikuti oleh ke dua sahabat nya.


"Langsung balik wae iyeu teh?" Tanya Ralio.


(Langsung pulang aja ini??)


"Heem," jawab Genta santai sambil memakai helm dan menaiki motor besar nya.


Mereka bertiga keluar dari caffe bersamaan dan berpisah saat dipersimpangan karna memang rumah mereka tidak sejalur dan berbeda arah.


***


Kurang dari 20 menit Genta sudah sampai dirumah nya. Membuka pintu sambil mengucapkan salam kepada kedua orang tua dan kedua saudara nya yang sedang duduk berbincang diruang tengah, tanpa menyapa langsung naik ke lantai 2 tepat kamar nya berada.


Ia langsung membuka sepatu dan jaket nya asal lalu melempar badan nya ke atas kasur kesayangannya sambil menutup mata lelah.


Tok tok tok


"Bang ge, gue boleh masuk?" Tanya Rafa adik nya genta sekaligus putra bungsu dirumah itu.


"Masuk aja ga gue kunci," jawab Genta tanpa beranjak dari posisi nya.


Rafa membuka pintu kamar Genta dan langsung masuk duduk dikasur pinggir Genta.


"Bang , lo sibuk banget ya sampe ga bisa luangin waktu buat kita?"


"Heem."


"Gue tau lo ga sesibuk itu, sampe kapan lo ngehindari orang-orang? Sampe kapan lo mau dingin gini sama keluarga lo? Mamah, papah, mas Arfand dan gue kangen lo yang hangat, humoris, perhatian bukan bang Genta yang dingin, cuek dan acuh sama keluarga nya, gue ga peduli lo mau dingin, cuek, acuh sama orang lain tapi ga sama keluarga lo sendiri, lupain dia gue tau lo kaya gini semen--"


"Stop! keluar!" ucap Genta dingin dan tajam.


"Bang lo ga bi--"


"Gue bilang keluar!"


"Tap--"


"Ke.lu.ar!" ucap Genta kepada Rafa sambil membuka mata dan menatap mata rafa tajam


"Fine gue keluar, tapi kalo lo butuh apa-apa lo bisa curhat sama adik lo ini, semua yang lo pendem sendiri cuma bakal ngebuat lo makin tersiksa bang, terbuka. gue selalu ada buat lo," jawab Rafa sambil keluar dari kamar menutup pintu.


"Arrgghhhh, bukan ingin gue kaya gini, gue juga ga mau jadi gini sama lo de, tapi gue ga bisa kaya dulu lagi, lo bener semua nya gara-gara dia, dia yang udah buat kaya gini." ucap Genta dalam hati sambil menutup mata dan menyusul mimpi tanpa menghiraukan badan nya yang lengket,celana jins, dan kemeja yang dia pakai sejak siang masih melekat pada tubuh nya.


Diruang tamu, Rafa kembali duduk disamping Arfand kakak tertua dari 3 bersaudara. Menyenderkan kepalanya lelah pada sandaran sofa sambil menatap Arfand yang mengangkat sebelah alisnya dan menatap Rafa yang menggelengkan kepala.


"Iya mas. Kita tunggu aja semoga ada malaikat yang merubah Genta kembali," jawabnya pelan sambil menyenderkan kepala kepundak Rehan - suaminya.


***


Jum'at sore di kediaman Radea. Di salah satu kamar mewah dilantai 2 terdengar gelak tawa yang begitu keras, membuat siapa saja yang lewat penasaran akan apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang yang berada di dalam.


"Lo serius han si Vety ngelakuin itu ke lo?" Tanya Ralio.


"Serius lah lo kira cerita gue cuma canda Ral!" Ucap Erhan kesal.


"Haha habis nya parah banget sih Vety, gue ga nyangka lo punya fans kaya gitu han bener-bener ngakak wkwkwk," jawab Ralio sambil tertawa melihat ekspresi muka sabahatnya ini, sedangkan Genta hanya terkekeh melihat keduanya.


Bagaimana bisa tahan tawa saat kalian liat muka masam sahabat kalian karna baru kena sial. Salah satu mahasiswi di kampus yang diketahui namanya Vety siang tadi menemui Erhan di lorong fakultas sambil membawa boneka alvin the chipmunk yang berukuran 65cm dan sebuket bunga mawar merah, yang langsung menjadi sorotan seluruh mahasiswa/i fakultas ekonomi siang itu.


Yang dilakukan Erhan? Hanya melewati nya, selang beberapa langkah Erhan merasakan seseorang memeluk nya dari belakang, saat erhan menengok ternyata tubuh gempal Vety sedang memeluk nya erat dengan wajah berseri yang percaya lah membuat Erhan bergidik ngeri. Erhan mencoba menjauhkan tubuh gempal itu dengan susah payah, dan gotcha Erhan berhasil lepas langsung berlari menjauh walau hanya sesaat karna Vety mengejar Erhan sampai Erhan harus berlari kencang menabrak banyak orang sampai yang paling sial Erhan tidak melihat kalo didepan ada selokan yang membuat Erhan berakhir jatuh dan membuat badan wangi maskulin nya berganti bau menyengat yang menjijikan.


"Berhenti ngetawain gue Ral!"


"Kalo tau lo mau sesial gitu , tadi gue ga akan bolos kuliah sumpah nya han wkwk bakal gue vidio tuh lumayan buat diupload ke insta siapa tau viral."


"Brengsek memang lo bisa nya cuma ngetawain orang doang," ucap Erhan sambil berdengus.


"Oke oke gue berhenti ketawa, skip oke. Nanti malem gimana? Jadi pergi ke ultah nya Wida," jawab Ralio santai.


"Ga," ucap Genta singkat.


"Gue sih oke aja, tugas buat besok udah beres," balas Erhan ke Ralio.


"Ko lo engga si Ge?"


"Males Ral, ada hal lebih penting dari pada ke acara gituan."


"Bentaran aja ya ya ya? Ga solid kalo ga dateng bareng," rajuk Ralio.


"Oke, bentaran doang ga lebih dari sejam deal?" Ucap Genta sedikit nego.


"Yah ga rame ya Han, masa cuma sejam sih."


"Biarin aja Ral, dari pada ga ikut sama sekali."


"Oke deh," ucap Ralio pasrah atas ucapan Erhan yang membela Genta.


Setelah itu mereka bergegas kerumah masing-masing dan bersiap untuk hadir ke acara ulang tahun Wida, si cewe idaman pria di fakultas ekonomi. Tapi tidak bagi seorang Gentara Satya Adhitama.


***


Tepat pukul 20.15 didepan salah satu rumah mewah nan classic berdiri tiga laki-laki tampan dengan style nya masing-masing. Ralio datang menggunakan kaos abu polos, jaket bomber army, celana cino hitam dan jangan lupa sepatu kets putih miliknya. Erhan dengan setelan kemeja biru langit polos, celana jins hitam dengan sepatu sport hitam yang memiliki gambar centang di sisi kiri dan kanan. Sedangkan Genta, datang hanya menggunakan kaos hitam, jaket levis, celana cino hitam dan sepatu allstar miliknya.


Mereka berjalan memasuki halam belakang tempat dimana diadakan nya acara. Sesekali saling menyapa dengan teman seangkatan yang ikut hadir, hingga sekarang mereka sudah berada didepan sang empu acara.


"Selamat ya Wid, makin tua aja lo jangan makin nyebelin ya wkwk," ucap Ralio santai sambil memeluk Wida.


"HBD ya Wid, sukses terus buat lo dan ini kado dari kita bertiga dan sorry cuma bisa ngasih yang sederhana dan semoga lo suka," ucap Erhan ramah sambil bersalaman dengan Wida dan memberikan kado hasil patungan dadakan mereka bertiga saat dijalan tadi teringat akan mereka datang tanpa membawa apapun.


"Selamat ya Wid," ucap Genta singkat tanpa berniat menjabat tangan wanita itu.


"Iya, thanks ya kalian bertiga udah dateng dan buat kado nya gue terima ko hehe," jawab Wida kepada mereka.


"Yaudah kita kesana dulu ya," ucap Erhan sambil berlalu pergi dengan Ralio dan Genta yang mengekori dan menghampiri salah satu stand makanan yang tersedia.


***


30 menit berlalu dan sampai diacara puncak , seluruh orang yang datang beralih pandang ke panggung dimana sang empu acar berdiri didepan kue ulang tahun. Halaman mulai berisik oleh suara nyanyian ulang tahun yang dilantunkan sampai Wida meniup lilin diiringi tepukan tangan. Wida mengambil mik dan mulai berbicara.


"Sebelum nya, gue ucapin terima kasih buat kalian semua yang udah repot-repot dateng malam ini. Makasih buat do'a dan kado nya gue terima dengan senang hati, dan---" ucap Wida tergantung saat melihat seorang gadis seusia nya berdiri di depan pintu masuk menggunakan dress floral dengan tali spagethi disatu padukan dengan sepatu tinggi berlancip runcing berwarna putih susu.


"ALEYAAAA!"


Teriak Wida sambil turun dari atas panggung, berlari menghampiri gadis itu dan memeluk nya erat penuh rindu.


Dari sekian banyak mata yang menatap takjub terhadap dua gadis cantik yang sedang berpelukan, ada tiga pasang mata dengan pandangan berbeda dan satu diantara nya menyiratkatkan rasa kecewa dan sakit yang tidak bisa diucapkan.


'dia kembali' ucap Genta dalam hati sambil mengepal tangan nya kuat.


Genta pergi menjauhi keramaian, berjalan keluar lewat pintu lain yang diikuti kedua sahabat nya.


"Lo baik-baik aja ge?" Tanya Erhan saat sudah sampai disamping motor mereka.


"He'em," jawab Genta dingin.


"Gue ga tau kalo dia balik lagi ke indo ge, apalagi dia temen nya Wida, kalo gue tau gue ga akan mungkin ngerajuk ke lo buat datang ke sini," ucap Ralio.


"Kita bertiga ga ada yang tau soal itu Ral, jadi sans aja dia masa lalu gue."


"Tapi lo beneran ga apa-apa?"


"Gue baik Han"


"Lo ga bohon kan ge? Gue ga mau lo terus terusan diem dengan rasa sakit lo karna pengkhianatan dia," tanya ralio hati hati.


"Iya Ral, gue balik duluan kalian hati-hati dijalan," jawab Genta sambil memakai helm dan mulai menjalankan motor nya pergi menembus angin malam kota bandung.


Ralio dan Erhan hanya saling pandang melihat reaksi Genta. Mereka tau Genta ga baik-baik aja, mereka tau Genta masih belum bisa ngelupain masa lalu nya dan dia kembali sebelum genta melupakan semua kenangan itu. Dan mereka berdua berharap jika hanya Aleya yang kembali hadir menampakkan dirinya, jangan sampai dia ikutan kembali, karna jika sampai itu terjadi bisa dipastikan kehidupan Genta akan kembali berubah.