
Setelah menunggu cukup lama, Daniel melihat Nath memasuki ruang kerjanya. Wajahnya dingin tak terbaca, Daniel berinisiatif untuk membuka suara terlebih dahulu.
"Kenapa dengan wajahmu?" Tanya Daniel
"Bukan urusan anda. Bisa saya tau ada keperluan apa anda sehingga datang kemari?" Ucap Nath sambil duduk disalah satu sofa yang berhadapan dengan Daniel.
"Ikutlah denganku, ada yang ingin saya tunjukkan."
"Saya tidak mau, jika sudah tidak ada yang ingin didiskusikan silahkan pergi."
"Tunggu dulu Nathalie," Daniel menahan sebelah tangan Nath yang hendak pergi.
Nathalie menatap tajam tangan Daniel, ia melepaskannya dengan kasar dan menatap Daniel. "Berani sekali kau memegang tanganku."
Daniel menghembuskan nafasnya, ia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan membuka box kecil itu lalu mengambil sesuatu dari sana.
Nathalie sedari tadi memperhatikan Daniel pun tertegun, Daniel mendekat padanya lalu memasangkan sesuatu di lehernya. "Happy Birthday Nathalie." Ucap Daniel setelah memasangkan sebuah kalung dileher bosnya.
"Ap..apa yang kau lakukan." Nath memegang kalung itu dan menatapnya sebentar.
"Memberimu hadiah,mungkin harganya tidak seberapa tapi setida---"
"Terima kasih."
Pertama kalinya Daniel mendengar Nath berterima kasih padanya, selama beberapa tahun dirinya bekerja bersama tidak pernah ia mendengarkan bos singanya ini mengucap terima kasih.
"Sama-sama, jadi bisa kita pergi sekarang?"
Nathalie memutar matanya dengan malas, "Sekali tidak jawabanya tetap tidak."
Nath keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Daniel yang masih diam ditempatnya. Seperti tersadar Daniel berlari mengejar Nath yang hendak menuju kamarnya.
"Tunggu dulu Nath," panggil Daniel
Ia merogoh sakunya lalu mengambil handphonenya dan menempelkan benda pipih itu ditelinga, "Halo pak,kami sedang dalam perjalanan."
"Dasar bodoh,ponselmu terbalik."
Sialan. Daniel mengumpat,kenapa ia tidak melihat posisi ponselnya dulu. "Ayolah ikut saja dulu,jika tidak menyukainya kau boleh pulang."
"Baiklah"
*****
Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya mereka telah berada didalam mobil yang dikemudikan Daniel. Awalnya Nathalie kaget dengan kendaraan yang dibawa Daniel,bagaimana tidak mobil ini keluaran terbaru bahkan belum banyak yang memilikinya.
"Tidak bisa,kita hampir sampai."
"Kau pikir kau siapa hah? Berani memerintahku" Nath menaikan volume suaranta.
"Saya? Saya Daniel,kendalikan suaramu. Saya rasa kau tidak lupa bahwa diluar saya lebih tua darimu."
"Dasar tua"
Daniel tidak menjawab lagi, ia memfokuskan pandangannya kejalan. Tidak lama kemudian mereka sampai disalah satu restoran ternama. Mereka berdua turun dan memasuki restoran tersebut.
"Kenapa restoran ini sepi,tidak biasanya."
"Entahlah"
"Kau itu bagaimana, apa kau sedang mempermainkanku?"
Ceklek
Tiba-tiba lampu padam. Daniel hanya diam ditempatnya, ia berpikir mungkin ini bagian dari rencana.
☆ Happy Birthday to you, Happy Birthday to, Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday Athlie ☆
Doorr..Doorr
Lampu menyala menampilkan Serra memegang kue bersama Anthonio, mereka mendekat kearah Nathalie. Nath terkejut dengan kehadiran kedua orang itu.
"Bagaimana kalian bisa disini??"
''Make a wish dulu, lilinnya sudah meleleh."
Nath menutup matanya sebentar lalu meniup lilin didepannya, ia kemudian memeluk Serra,Anthonio dan melihat Daniel diam saja ditempatnya.
"Kau ingin dipeluk juga?" Ucap Nath to the point pada Daniel.
"Terserah kau saja"
Nath mendekat kearah Daniel, dan tidak disangka Nath memeluk Daniel. Daniel yang dipeluk terdiam ditempatnya, ia berpikir Nath tidak akan mau memeluknya. Daniel menepuk punggung Nath dengan pelan lalu melepaskan pelukan mereka.
"Mana pegawai lain??" Tanya Daniel
"Mereka sudah pulang, katanya kalian terlalu lama. Dan ya aku tidak menahannya."
Malam itu mereka berempat menghabiskan waktu makan malam bersama, sambil sesekali bercerita mengenai bisnis dan masa lalu mereka.