The Wedding Proposal

The Wedding Proposal
15



Pagi ini Nathalie menghentikan mobilnya didepan sebuah gedung besar. Beberapa pegawai yang mengenal dirinya langsung menunduk sebentar untuk menyapa.


Begitu masuk kedalam Nath beserta Daniel terperangah melihat isi didalamnya. Lampu kristal yang begitu indah menghiasi langit-langit gedung. Kemudiam juga dinding-dinding telah dicat kembali.


"Mr William," sapa Daniel dengan ramah.


"Wah saya kedatangan tamu rupanya, bagaimana dengan pekerjaanku? Apa kalian puas?"


Daniel mengangguk. "Kemajuannya cukup pesat. Benarkan Nath?"


Nathalie hanya menggangguk, ia berjalan sambil sesekali mengecek beberapa hal yang dikerjakan disana. William yang melihat Nathalie menjauh darinya berusaha untuk mendekat. Ia undur diri dari hadapan Daniel.


"Apa kau puas Nath? Warnanya membuat nyaman iyakan?"


Nath yang menyadari posisi mereka begitu berdekatan berusaha menjauh sambil berdehem.


"Kerja bagus, saya menyukainya."


"Jangan terlalu formal padaku Nath, aku merindukanmu. Sungguh" Ucap William dengan tatapan sendu.


"Daniel!!" Nathalie berteriak memanggil Daniel.


"Ada apa?"


"Berikan undangan pada William, saya tunggu di mobil."


"Ini undangan untuk anda," Daniel memberikan sebuah undangan berwarna dark metalik ke tangan William.


"Terima kasih atas undangannya"


Daniel mengganguk dan pergi dari gedung itu.


*****


Nathalie tiba tepat jam 7pm, Dia tampil denganĀ  gaun dan sepatu yang sempurna. Semua mata tamu undangan tertuju pada dirinya. Nath mulai berjalan menyapa para koleganya, ia sedikit memamerkan senyumnya walau banyak orang tau dia hanya memaksakannya.


"Selamat datang dipesta," Ucap Nath kepada koleganya.


"Thanks Miss Prime, ini sangat menakjubkan." Balas koleganya sambil tersenyum.


"Silahkan nikmati pestanya, saya permisi."


"Selamat malam Miss Prime," Ucap seseorang di belakang Nath.


"Santai Nath, tidak perlu terlalu formal bersama kami." Jawab Serra sambil sedikit tertawa.


"Benar Nath. Malam ini kau sangat cantik."


"Biasa saja kak, tidak perlu terlalu memujiku."


Alunan lembut piano menemani para tamu yang ada. Pesta pada malam ini benar-benar luar biasa, apalagi dari segi dekorasi semuanya tampak memukau.


"Selamat malam,"


Nath bersama kedua temannya berbalik, ia sedikit tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menyapa.


"Selamat malam, Mr Lee. Apa kabar??"


"Kabar saya sangat baik, perkenalkan ini istri saya."


"Selamat malam Mrs Lee, semoga anda menikmati pesta ini." Ucap Nath sambil menunduk.


"Athlie,"


Nath berbalik lagi untuk melihat tamunya, betapa terkejutnya ia melihat William berdiri dengan tampan dihadapannya. Orang yang dulunya sangat ia cintai.


"Sir William, suatu kehormatan anda bisa datang."


"Tentu saja aku harus datang, ini acara besarmu dan lagipula aku mendapat undangannya."


Nathalie mengangguk kemudian meninggalkan William, ia berjalan kearah podium namun matanya menangkap seseorang yang dikenalnya.


"Pikirkan ini baik-baik Nathalie, aku akan meminta jawabanmu setelah perayaan ulang tahun perusahaan."


Seketika kepala Nath mulai berdenyut, ia menghampiri meja dan mengambil minuman kemudian memakan sesuatu yang ada dimeja.


Tak lama dari memakan dumpling ia merasakan sesuatu yang panas ditenggorokannya, ia mulai merasa gatal dan sulit bernafas.


Brukk


Nathalie jatuh tidak sadarkan diri, semua tamu undangan terkejut melihat pemimpin perusahaan itu jatuh pingsan.


"Nath," Daniel berlari kearah Nathalie. Ia segera melihat apa yang menyebabkan bos mereka pingsan seperti ini.


"Shit!! Ini kacang." Dengan cepat Daniel menggendonh Nathalie dan membawanya kerumah sakit diikuti dengan kedua teman Nathalie.