
Happy reading!!
Pagi ini Nath bangun dengan keadaan yang lumayan kacau, disekelilingnya terdapat beberapa botol minuman alkohol yang berserakan.
Semalam setelah mendapatkan kunjungan dari Marco, Nath banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir. Hidupnya yang sudah berantakan menjadi lebih berantakan karna tiga hal, Pernikahan, Liam, Daniel. Semua itu memenuhi kepala Nathalie.
Tidak ingin berlarut-larut, Nathalie memilih untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dengan semua ritualnya, Nathalie pergi untuk sarapan.
Para pelayan menyediakan berbagai hidangan, baik itu makanan ringan,berat, dan sebagainya. Dengan suasana hati yang kurang baik Nath memutuskan untuk memakan sereal beserta susu.
"Permisi Nona, didepan ada Tuan Liam." Ucap salah satu pelayan.
Nath menganggukkan kepalanya dan memberi isyarat agar Liam masuk kedalam. Beberapa saat kemudian Liam datang dengan kemeja hitam fit body dan celana bahan berwarna senada.
"Hai sayang, apa aku menganggu sarapan pagimu?" Tanya Liam sembari mengecup kepala Nath kemudian duduk didepannya.
"Tidak, apa kau sudah sarapan? Jika belum, makanlah."
"Baiklah sayang, as you wish." Liam dengan segera mengambil dua lembar roti dan mengoleskan selai coklat untuk kedua rotinya. "Ngomong-ngomong, aku ingin mengajakmu untuk makan malam. Apa kau punya waktu sayang?"
"Makan malam? Malam ini? Dalam rangka?"
"Tentu saja malam ini, apa harus ada alasan untuk makan malam?" Tanya Liam kembali.
"Baiklah, kita pergi malam ini."
"Baiklah, aku akan menjemputmu. Dan sekarang aku akan mengantarmu pergi ke kantor."
Nath mengusap ujung bibirnya menggunakan tissue dan meminum air putih dihadapannya, begitu juga dengan Liam. Keduanya kompak berdiri dan melangkah bersama menuju mobil.
*****
Selamat pagi Nona Nath.. Good morning Miss.. Have a nice day, Miss..
Begitulah sapaan dari pegawainya begitu melihat atasan mereka lewat. Nath sendiri hanya menanggapi seadanya. Ia masuk kedalam lift khusus jajaran direksi, tak butuh waktu lama ia sampai di ruangannya.
"Morning, Nona Nath, ini caramel machiatto anda." sapa Daniel sambil memberikan sebuah cup minuman kesukaan Nathalie.
Nathalie mengambilnya seraya berjalan ke pintu ruangannya. Ia segera membuka pintu dan meletakan tas dan minuman yang dipegangnya ke meja.
Baru saja ingin mendudukkan dirinya di singgasana, pintu terbuka menampakan Daniel dengan senyum mempesona. Daniel menutup pintu dengan perlahan dan mendekati Nathalie.
"Nath, maksudku Nona Nath. Apa malam ini bisa menemaniku? Aku diundang ke salah satu acara yang diadakan Tuan Li---"
"Maaf, saya punya acara malam ini. Dan, Daniel berhentilah memintaku untuk menemanimu. Ingat kau adalah bawahanku bukan pacarku. Tolong profesionalitasnya."
Daniel terdiam ditempatnya, baru kali ini ia merasakan dadanya sesak. Wanita didepannya ini berubah dalam waktu sekejap, apa memang sudah tidak ada jalan untuk mereka bersama seperti dulu.
Seakan menyadari posisinya Daniel tersenyum, "Maafkan atas kelancangan saya. Ini tidak akan terjadi lagi. Permisi." Daniel meninggalkan ruangan Nath dengan senyuman yang terus terulas dibibirnya.
*****
Waktu dengan cepat berlalu, Nath yang dari tadi sibuk memeriksa berkas-berkas memutuskan untuk menghentikan kegiatannya. Sore tadi tepatnya pukul empat sore, Liam menghubunginya. Pria itu mengatakan akan menjemput dirinya pukul tujuh malam. Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 6.45.
Nath merapikan semua dokumen penting dimejanya dan mematikan komputer miliknya. Ia kemudian mengambil tas dan berjalan menuju pintu ruangannya. Setelah mendorongnya Nath mengerutkan dahinya, ia tidak melihat Daniel dimejanya.
Apa pria itu sudah pulang? Tapi kenapa tidak mengatakan sesuatu atau bahkan pamit padaku.
Tidak ingin kebanyakan berpikir Nath memasuki lift dan turun dari ruangannya.