
Siang ini Nathalie makan bersama Daniel,keduanya memilih restoran yang tidak begitu jauh dari kantor. Sembari menunggu pesanan, Daniel menatap Nathalie. Jika diperhatikan Nathalie cantik bahkan sangat cantik,tapi terkadang sifat menyebalkan menutupi kecantikan itu. Diusianya yang masih muda Nathalie kehilangan keluarganya, mulai sejak itu Nathalie menjadi lebih tertutup bahkan tidak pernah membuka komunikasi bersama sepupu-sepupunya.
"Saya tau saya cantik."
"Cih terlalu percaya diri, saya hanya melihat ada kotoran dihidung anda" Ucap Daniel dengan santainya.
Nath yang mendengar penuturan Daniel segera memegang hidungnya, namun ia merasakan tidak ada apa-apa disana. Sedangkan Daniel sudah terkekeh didepannya.
"Ah kotorannya masuk kembali hahaha" Daniel ketawa sambil memegang perutnya.
Sialan, Nath menggeram ia kemudian melihat gelas wine dihadapan Daniel, dengan cepat ia menyentil gelas itu dan isinya langsung terbuang dan membasahi meja juga celana Daniel.
"Ah,Shit..Apa yang kau lakukan!!" Daniel berdiri dan membersihkan celananya. Ia menatap tajam Nathalie yang hanya menampilkan ekspresi mengejek.
"Lihat,kau sudah besar tapi masih buang air dicelana. Toilet disebelah kirimu dude" Kata Nathalie
Daniel bergegas pergi menuju toilet, sebelum semakin banyak orang yang melihat celananya basah. Ini memalukan ia seperti buang air dicelana, ia tidak menyangka bahwa Nath akan segila itu.
Setelah selesai membersihkan diri, Daniel melihat Nath sedang makan. Ia mendekat lalu duduk kembali dan menyantap makanannya tanpa mau berbicara kepada Nath.
Drttt drrtt drrttt
Nath mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.
"Halo"
"....."
"Saya sedang diluar,kita bisa bicara lain kali"
"....."
"Baiklah,datanglah kerumah malam ini"
Nath menutup panggilan, ia mengangkat tangan dan waithers datang menghampiri. "Bawakan billnya"
''Cepat habiskan makananmu."
Mendadak Daniel mengernyitkan dahinya, kenapa Nathalie harus buru-buru padahal makanannya belum habis. Setelah menerima telfon itu Nathalie seakan berubah.
*****
Setelah sampai dikantor Nath berjalan kearah ruangannya,dahinya mengerut melihat pintu ruangannya terbuka. Ia bergegas masuk dan melihat Amira beserta seorang pria duduk membelakanginya.
"Penata ruang event kita telah datang dan akan berdiskusi Bu,"
"Selamat siang, saya dari Courthlan Boutique & room" Suara serak namun tegas itu masuk kedalam telinga Nath.
Nathalie menatap pria didepannya dari ujung kepala hingga ujung sepatu.
"Bu?" Amira sedikit berseru. Ia berusaha menyadarkan Nathalie.
"Maaf, silahkan duduk. Kalau boleh tau nama anda siapa?"
"William Wilson, tapi untukmu kau boleh memanggilku Liam."
Deg
Nathalie terdiam ditempatnya, ia mengenal pria didepannya ini bahkan sangat mengenalnya. Pria itu tersenyum manis kearahnya sama seperti dulu.
**flashback
"Heh anak manja,pergi dari meja ini." Ucap seorang anak sambil mendorong Nathalie.
"Aku yang duluan mendapat meja ini, kenapa tidak kalian saja yang cari meja lain." Jawab Nathalie sambil melanjutkan kegiatan makannya.
"Oh jadi kau berani pada kami??" Nath hanya mengangkat bahunya acuh.
Byuurrr
Minuman berwarna kuning dan dingin mampir diatas kepala Nathalie, cairan itu bahkan membasahi bajunya. Nathalie berdiri dan melihat kearah gadis yang membuat bajunya basah, tanpa membuang waktu satu pukulan mendarat diwajah mulus gadis itu.
Teman-temannya yang kaget dengan aksi Nathalie, membantu temannya yang terjatuh itu. Nathalie sudah menyiapkan kepalan tangannya lagi dan bersiap untuk memukul,namun sebelum berhasil memukul tangannya dihentikan oleh seorang pria. Pria itu menarik Nathalie untuk menjauh dari sana dan membawanya ke taman belakang sekolah.
Pria itu mendudukan Nath dibangku dan mengambil sesuatu dari sakunya. "Lain kali jangan seperti itu, kau wanita bukan pria." Ucapnya sambil membersihkan sisa minuman dari wajah Nathalie.
"Mereka membuatku kesal, aku tidak bisa diam saja jika ditindas." jawab Nathalie dengan kesal.
"Perempuan itu harus lembut,tidak boleh kasar. Nanti tidak ada pria yang menyukaimu." balas pria itu sambil terkekeh.
"Biarkan saja, aku tidak peduli."
"Tak apa, aku menyukaimu. Aku menyukai semua sikapmu. Tapi aku tidak suka jika kamu melakukan kekerasan lagi. Cukup hari ini saja,oke?"
"Memangnya kau siapa? Kenapa begitu percaya diri. Aku tidak menyukaimu."
"Namaku William Wilson, tapi untukmu kau boleh memanggilku Liam. I'm your future." ucap pria itu sambil tersenyum.
Dari saat itu William dan Nath berteman dekat, William selalu menjaga dan melindungi Nath. Sangking dekatnya mereka selalu berjalan bersama.