
Terlihat seorang wanita sedang duduk di kursi dengan penampilan yang mempesona. Wanita itu tampak sibuk memperhatikan data di komputer.
Tok..tokk
Pintu terbuka menampilkan Daniel dengan segelas cup minuman ditangannya. Ia mendekat kearah wanita didepannya.
"Aku bersedia menjadi suamimu,"
Nathalie mengangkat wajahnya dan menatap wajah Daniel. "Apa kau serius?" Tanya Nath dengan mendekat kehadapan Daniel.
"Tentu saja serius. Dan hal pertama yang harus kau penuhi adalah kita akan pergi ke acara keluargaku. Dan aku akan memperkenalkanmu sebagai tunanganku. Bagaimana? Deal?" Jelas Daniel sambil menunjukkan senyum mempesonanya.
"Oke deal," Jawab Nathalie.
"Baiklah, persiapkan dirimu kita akan pergi ke Alaska."
"Baiklah siapkan semuanya, kita akan pergi ke Alas---, Apa?! Alaska?!" Teriak Nathalie.
"Tentu saja, sampai jumpa lagi fiance," Saut Daniel dengan mengedipkan mata seolah sedang menggoda Nathalie.
****
Daniel dan Nathalie sekarang sedang berada didalam pesawat, setelah menyetujui semuanya mereka segera terbang menuju Sitka,Alaska.
Ladies and gentlemen, please fasten your seat belts, we will soon be landing in Juneau.
"Juneau? Ku pikir kita akan ke Sitka," Tanya Nath pada Daniel disebelahnya.
"Memang."
"Bagaimana kita ke Sitka?"
Daniel hanya tersenyum, setelah mereka turun dari pesawat Daniel menarik tangan Nathalie dan mendekat kembali ke sebuah pesawat kecil Sitka skyways.
Nathalie membolakan matanya ia pikir akan menaiki pesawat besar lagi, nyatanya pesawat didepan mereka kecil. Mungkin terlihat seperti jet pribadi hanya saja isi penumpang didalam cukup banyak.
"Kita akan naik ini?"
"Tentu saja sayang," Jawab Daniel sambil menggoda Nathalie dengan memanggilnya sayang.
"Ini dia, welcome to Sitka." Ucap Daniel dengan menyunggingkan senyumnya.
Pintu pesawat terbuka, Daniel turun diikuti Nathalie dibelakangnya. Mereka disambut oleh ibu dan nenek Daniel yang sudah menunggu dari tadi. Kabar bahwa cucunya pulang membawa sukacita tersendiri bagi nenek Daniel, karna sudah beberapa tahun Daniel tidak pernah kembali.
"Oh itu dia. Daniel!!" Teriak nenek dan ibunya.
Daniel tersenyum dan mendekat kearah ibu juga neneknya. "Senang sekali melihatmu Mam." Peluk Daniel sambil mencium kening ibunya begitu pula dengan neneknya.
"Dimana papa?"
"Kau tau papamu. Dia selalu bekerja."
"Sudahlah hiraukan dia, dimana wanitamu??" Tanya nenek Daniel.
"Itu dia," sambil menunjuk kearah Nathalie yang menarik kopernya.
"Aku rasa kata wanita tidak cocok untuknya, dia masih muda."
"Nathalie ini ibuku," jelas Daniel.
Ibu Daniel segera mendekat kearah Nathalie hendak memeluknya, namun Nathalie hanya mengulurkan tangannya dengan tersenyum. "Halo, senang bertemu denganmu."
"Dan ini nenekku, Annie"
"Senang bertemu dengamu,"
"Kau lebih suka dipanggil Nathalie atau nyonya singa?" Tanya Annie sambil tertawa bersama Taylor ibu Daniel. "Sebenarnya kami sudah mendengar betapa kejamnya dirimu," sambung Annie kembali.
"She's kidding," Taylor tertawa.
Nathalie binggung dengan situasinya memilih untuk tertawa saja, "Oh oke. Oh ya terima kasih telah memperbolehkan saya menjadi bagian keluarga kalian untuk beberapa waktu kedepan."
Annie tersenyum kemudian menjawab, "Oh, sama-sama. Kami senang kau datang, ayo kita pulang."
Mereka kemudian berjalan menuju parkiran dimana mobil keluarga Daniel terparkir. Daniel bahkan dengan sengaja tidak membantu Nathalie untuk membawa kopernya. Hitung-hitung kapan lagi dia bisa mengerjai Nathalie seperti ini.