The Wedding Proposal

The Wedding Proposal
7



Diujung tangga Nath mendengar beberapa pelayan membicarakannya. Tangannya terkepal,ia kemudian masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu dengan keras. Tas kerjanya dilempar begitu saja,sedangkan papperbag yang diberikan sahabatnya ditarus diatas meja rias.


Nath membuka dan mengambil box berisi kue tersebut. Ia menatapnya sebentar lalu melemparkannya begitu saja hingga mengenai lemari koleksi parfumnya, beberapa parfum mahal jatuh begitu saja.


Nath tidak peduli lagi, entah mengapa dirinya sangat marah. Ia memperhatikan pantulan dirinya didepan kaca, mata merah,urat dileher tercetak jelas bahkan tangannya juga masih terkepal kuat.


Prangg


Kaca yang tadi memantulkan dirinya pecah berkeping-keping. Darah meleleh dari sela-sela jarinya, Nath tidak perduli lagi dengan semua itu. Air matanya sedikit demi sedikit menetes,tapi dengan kasar ia menghapusnya. Bahkan darah yang berada ditangan pun turut berpindah kewajahnya.


"Nona,apa yang terjadi. Apa anda baik-baik saja??"


Bunyi pintu terbuka menampilkan wajah kaget dari kepala pelayan,Anna melihat banyak pecahan dari koleksi parfum majikannya. Dan yang membuatnya semakin kaget adalah melihat kaca hias didepan Nathalie pecah berkeping-keping bahkan ada beberapa titik darah bercecerah dilantai.


"Astaga Nona ada apa??" Anna mendekat kearah Nathalie namun Nath tidak memberi tanggapan apapun ia malah berjalan kearah kamar mandi.


*****


Daniel terlihat tampan dengan kemeja yang dikenakannya, ia sedikit merapikan rambut juga menggulung lengan kemejanya.


Perfect


Daniel mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu disana. Ia kemudian menyambar kunci mobil dan pergi meninggalkan apartemennya untuk menjemput bos singa-nya.


Setengah jam mengemudi akhirnya Daniel sampai di tempat tujuan, ia menurunkan kaca mobilnya dan para pengawal yang sudah mengenalnya membukakan gerbang.


Daniel turun dari mobil dan memasuki rumah Nath,ia melihat pelayan sedang membersihkan bekas kue ulang tahun yang berada dilantai.


"Ada apa ini??Kenapa kue ini dilantai??" Tanya Daniel begitu mendekati pelayan.


"Nona Nathalie mengamuk dan melempar kue ini."


"Kami kurang tau apa alasannya tuan,kalau begitu saya permisi."


''Tunggu Nathalie mana??" Tanya Daniel kembali


"Nona Nathalie dikamarnya,ia membuat kekacauan disana. Jika ingin bertemu naiklah,disana ada bibi Anna." Pelayan tersebut mengundurkan dirinya dari hadapan Daniel.


Daniel berpikir sejenak,kenapa Nath menjadi seperti itu,membuang kue bahkan membuat kekacauan di kamarnya. Tidak ingin membuang waktu Daniel naik keatas,ia melihat pintu kamar Nath terbuka begitu saja. Ketika hendak masuk ia dikejutkan dengan pemandangan didepannya, kaca berserakan dimana mana kue ulang tahun yang sudah tidak berbentuk di lantai dan matanya menangkap beberapa titik darah juga pecahan botol parfum.


Apa badai telah datang dikamar ini?? Batinnya berbicara.


"Permisi"


Anna yang sedang membersihkan kamar itu terkejut dengan kedatangan Daniel. Ia membungkukkan sedikit badannya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Kenapa bisa kamar ini seperti kapal pecah,apa terjadi sesuatu??" Tanya Daniel berharap bisa mendapat penjelasan dari orang didepannya ini.


"Nona Nath sedang dalam mood yang buruk, dia sudah menghancurkan dua kue,beberapa koleksi parfumnya juga kaca hias ini."


"Kenapa bisa,padahal tadi dikantor dia baik-baik saja."


"Mungkin karna lagi-lagi dihari ulang tahunnya orangtuanya juga kakak nona Nath tidak ada."


"Baiklah,katakan padanya jika aku datang dan menunggunya diruang kerja."


Daniel meninggalkan kamar Nathalie dan berjalan menuju ruang kerja.