The Wedding Proposal

The Wedding Proposal
12



Pagi ini Nathalie bangun dengan mood yang berantakan. Ia mematut dirinya didepan cermin, entah kenapa hari ini dia begitu malas untuk melakukan aktifitas. Banyak hal yang menggangu pikirannya, ingin rasanya untuk menghilang dari muka bumi ini.


Nath merapikan sedikit kemeja putihnya dan mengambil tas lalu bergegas turun untuk berangkat ke kantor. Para pelayan yang melihat Nath turun sontak mendekat dan membungkuk.


"Selamat pagi nona," sapa kepala pelayan.


Nath hanya mengangguk dan meninggalkan rumah begitu saja. Ia memasuki mobil dan berkendara dengan kecepatan sedang, tak lupa menyetel musik agar setidaknya ia terhibur.


Sesampainya di perusahaan, Nath turun dan memberikan kunci mobilnya pada security untuk dipindahkan. Baru beberapa langkah, sebuah kejadian buruk menimpa Nathalie.


Byuurr...


Mata Nathalie melotot saat salah satu pegawainya menumpahkan kopi dibajunya. Baju yang tadinya putih,bersih rapi seketika berubah menjadi baju yang menjijikan.


"Damn it, Apa yang kau lakukan hah?!" Nath berteriak didepan pegawainya.


"Maafkan saya,Bu. Saya tidak berhati-hati saat berjalan. Mohon maafkan saya,Bu." Pegawai yang menumpahkan kopi itu berkali-kali meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.


"Siapa namamu? Dari bagian apa?" tanya Nath


"Nama saya Stella,Bu. Saya dari ba----"


Perkataan Stella terpotong saat tiba-tiba Daniel datang dan menarik Nathalie menuju lift. Nathalie yang marah memukul Daniel dengan membabi buta.


"Apa yang kau lakukan hah?!" Nath menjambak rambut Daniel, "Kenapa kau menarikku. Pegawai itu harus diberi pelajaran."


"Nathalie,cukup. Dia tidak sengaja." Daniel menangkap kedua tangan Nathlie dan menguncinya.


"Baju ini basah, apa kau tidak lihat?"


Ting


Dentingan lift menandakan mereka sudah sampai dilantai tujuan. Daniel kembali menarik Nathalie masuk kedalam ruangannya. Ia kemudian membuka salah satu pintu dan masuk kedalamnya. Daniel mengambil salah satu setelan kerja Nathalie berwarna hitam.


"Buka bajumu. Ganti dengan ini" ucap Daniel.


Tokk...tokk.. ceklek


"Permisi nona."


Pegawai Nathalie spontan menundukan kepalanya, Daniel yang mengetahui situasi itu langsung berdiri didepan Nathalie untuk menghalangi pandangan pegawai mereka.


"Kau bisa keluar dulu Aldo" ujar Daniel


"Kau juga harusnya keluar Daniel,kenapa masih berada disini?" tanya Nathalie dengan nada mengejek.


Daniel memutar bola matanya malas, "Tenang saja, saya tidak tertarik pada tubuhmu."


Setelah berkata seperti itu Daniel keluar dari ruangan Nathalie. Ia menyalakan komputernya dan mengetik sesuatu disana. Tiba-tiba bayangan tubuh Nathalie mampir ke otaknya.


"Padahal aku hanya melihatnya sebentar, kenapa jadi terbayang seperti ini." Daniel mengusap wajahnya berkali-kali sambil tersenyum. Dan setelahnya ia langsung tersadar, tadi ketika berganti pakaian Daniel melihat sebuah ukiran dipunggung Nathalie.


"Sejak kapan dia punya tatto? Apa tadi hanya salah lihat?" Daniel berbicara dengan dirinya sendiri.


*****


Ruang perpustakaan menjadi tempat Nath menenangkan diri. Ada puluhan buku yang berjejeran disana. Semua jenis buku, dari kesehatan, ekonomi, management, bisnis,novel,dll. Nath mengambil satu buku disana dan membacanya.


*Saya pernah mencintaimu dengan sepenuh hati, menjagamu dengan sepenuh hati dan bahkan mempercayaimu sepenuhnya.


Lalu setelah itu,


Kau menghancurkan semuanya. Hati ini patah karnamu.


Lantas, dimana rasa bersyukurmu*??


Nath menutup buku itu dan mengembalikannya ketempat semula. Ia menghela nafas lalu duduk disebuah sofa, ia memejamkan matanya dan kemudian dengkuran halus terdengar.