
Nath menaiki mobil kesayangannya, dan berkendara dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian ia telah sampai ditempat tujuan.
Nathalie melangkahkan kakinya menuju gedung perkantoran. Beberapa pegawainya kaget karna sang bos datang sepagi ini. Ada yang menyapanya dan aja juga yang pura-pura sibuk dengan pekerjaannya. Namun Nath tidak ambil pusing ia tetap berjalan.
"Apa Daniel sudah ada? " tanya Nath kepada salah satu bawahannya.
"Belum miss, Pak Daniel belum datang"
"Baiklah" Ia mulai menaiki lift, dan masuk kedalam ruangannya. Ia menatap sekilas berkas yang masih berada di atas meja, dan pergi kearah pantry kecil. Nath kemudian mengambil salah satu minuman kaleng dan meneguknya.
"Nona Nath? Ini saya Daniel " ucap seseorang dari luar sana.
"Ada apa Daniel? " jawabnya sambil berjalan menemui Daniel.
"Anda datang pagi sekali, dan ini saya bawa caramel machiatto"
"Thanks, anda bisa kembali"
Setelah kepergian lelaki itu, ia kembali menyibukan dirinya didepan komputer.
*****
Seorang gadis muda dan cantik memasuki sebuah gedung perkantoran. Semua orang menatap dirinya dengan tatapan memuja. Dia bergegas ke resepsionis untuk bertanya.
"Permisi, saya ingin bertemu ceo,"
"Maaf, apa sebelumnya sudah ada janji?? " tanya wanita yang bernam tag Shira.
"Belum, ini sebuah kejutan untuknya."
"Tapi,anda belum membuat janji temu. Kami tidak bisa membiarkan sembarang orang untuk bertemu atasan kami. "
"Atasan kalian di lantai berapa?? " tanyanya kembali.
"Dilantai 20," Shira heran dengan gadis didepannya ini. Penampilannya tidak mencurigakan, tapi barang bawaannya yang mencurigakan.
"Baiklah, terima kasih," Gadis tersebut menengok kiri kanan, lalu dengan cepat berlari keara lift yang kebetulan terbuka.
Pintu lift telah terbuka, gadis tersebut melihat seorang pria sedang menerima telfon. Ia berjalan mendekatinya, "Permisi, apa Athlie ada?? "
"Maaf, apa anda yang menembus resepsionis tadi?? " tanya Daniel
"Bukan menembus, saya ingin bertemu Athlie tapi tidak di izinkan, " jawabnya
"Maaf disini tidak ada yang namanya Athle, mungkin anda salah tempat."
"Maksud saya Nathalie atasanmu," ia mengambil sebuah kartu nama dan memberikannya Daniel. "Ini kartu nama saya jika tidak percaya, "
Serra Marie Mendes, Daniel mengingat-ingat ia sepertinya familiar dengan nama ini. Ia kembali menatap wanita di depannya.
"Maaf tapi CEO kami sedang sibuk, "
"Damn it, akan ku pastikan kalian dipecat." Serra mengeluarkan handphone dari tasnya dan menghubungi seseorang di seberang sana. "Kemarilah orang-orang sialan ini tidak mengenalku,cepat dilantai 20"
Tak lama kemudian seorang pria keluar dari lift, mata Daniel membulat. Ia sangat mengenal orang ini, Pria tersebut sangat berpengaruh di Manhattan.
"Ada apa adikku sayang, apa kau tidak dibiarkan masuk?? " ucap pria tersebut.
"Iya, orang-orang sialan ini tidak membiarkanku masuk. " Serra menatap tajam asisten Nath.
Pria tersebut mengulurkan tangan, "Anthonio Jorge Mendes, saya yakin anda mengenal saya. Kami ingin memberikan kejutan pada Athlie"
Daniel menyambut uluran tangan Anthonio, ia merasakan aura yang berbeda sejak kedatangan pria itu.
"Baiklah, saya hubungi nona Nathalie dulu. " Daniel mulai menekan sambungan panggilan cepat atasannya.
"Jangan beri tau dia!! Biarkan saja kami masuk"
Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang, Daniel membiarkan kakak adik itu masuk.
''Untung kau cepat datang,orang-orang Athlie menyebalkan."