
*Sitka, Alaska
7.10 Am
Pagi ini seperti biasanya, Halsey sedang memasak makanan untuk suami dan anaknya. Ia mempersiapkan semua bahan sendiri tanpa bantuan pelayan. Halsey tidak ingin makanan yang akan dimakan orang yang ia sayangi dimasak oleh orang lain.
Seperti pagi ini, dirinya sudah selesai memasak sapi lada hitam dan spaggheti. Ia merapikan piring dan memanggil anak beserta suaminya.
Setelah semuanya berkumpul, mereka makan bersama-sama dalam diam. Karna sudah menjadi aturan Chris, bahwa ketika makan tidak ada yang boleh bicara.
"Aku sudah selesai. Terima kasih untuk makanannya." Chris mengambil jas lalu memakainya, lalu pergi meninggalkan rumah mereka.
"Mi, Aku ingin jalan-jalan. Bisakah kita ke kota?" Pinta Daniel dengan manja sambil mengedipkan mata.
Halsey berpura-pura berpikir, ia kemudian tersenyum dan mengiyakan ajakan sang putra untuk pergi jalan-jalan. Kalau dipikir mereka memang sudah jarang keluar karna Daniel harus belajar.
"Baiklah kalau begitu habiskan makananmu, dan pergi mandi. Mami akan menunggumu."
"Yey, aku sayang mami." Daniel menghabiskan suapan terakhirnya dan turun dari kursi untuk mencium pipi maminya.
****
Satu jam kemudian mereka telah sampai dipelabuhan. Halsey membantu Daniel untuk turun dari boat. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ketaman bermain.
"Mami, ayo naik. Ini seru sekalii...Ahhhh," Teriak Daniel dari atas rollercoster kecil.
Halsey hanya tertawa dan melambai-lambaikan tangannya. Ia sangat senang putranya dapat tumbuh besar seperti ini, putranya sangat pandai dan jarang mengeluh.
"Mami ayo kita coba main yang lain." Tarik Daniel dan membawa ibunya pergi kewahana selanjutnya.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bermain, Daniel dan Halsey mengakhiri kegiatan mereka. Halsey sendiri sudah membelikan satu cup ice cream dan juga permen lolipop ukuran besar.
"Mami lain kali kita bermain lagi ya."
"HALSEY, DANIEL!!" Teriak seseorang didepan sana.
Spontan keduanya berdiri karna kaget. Daniel sudah bersembunyi dibelakang kaki ibunya karna ketakukan melihat ayahnya yang muncul begitu saja dan berteriak.
"Lihatlah istrimu, dude. Bermain seperti anak-anak, aku heran kenapa kau menikahinya dulu." Ucap seorang pria dibelakang Chris yang adalah adiknya.
"Diamlah, Lando. Aku tidak membutuhkan omong kosongmu."
"Kenapa kalian berada disini, seharusnya Daniel belajar bukan malah bermain seperti anak balita disini." Marah Chris.
"Kau kenapa, Chris. Apa salah kami bermain disini? Daniel juga butuh hiburan."
"Lihat, wanita ini kembali membantahku. Kau juga seharusnya dirumah saja, temani Daniel belajar bukannya keluyuran seperti ini. Dasar wanita rendahan, ah aku tau. Pasti dulu kau tidak pernah bermain ketempat inikan? Mengingat dulunya kau dari keluarga miskin, untung saja kau menikah denganku."
Plakk
"Kau, kau keterlaluan Chris. Aku sangat benci padamu. Mungkin dulu aku terlalu buta untuk memilihmu, kau tidak lebih dari sampah!!" Teriak Halsey sambil berlari meninggalkan semua orang.
Halsey berlari tanpa menengok kebelakang, ia terus berlari bahkan sampai kejalan raya. Ia sangat sakit hati mendengarkan perkataan Chris. Ia tau bahwa dirinya memang sangat tidak pantas untuk bersanding dengan Chris. Tapi apa harus begitu?? Apa harus selalu diungkit, ia juga wanita. Ia memiliki perasaan dan batas kesabaran, dan kali ini batas kesabarannya telah habis.
Wanita itu berhenti ditengah jalan, ia menekan dadanya yang terasa sakit. Air matanya juga tak kunjung berhenti, hingga sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak disadarinya.
"MAMI!!"
"HALSEY!!"
Ciiittttt.... Brakkkk
Tubuh wanita itu terpental diaspal, melihat apa yang terjadi membuat Daniel dengan cepat berlari kearah Maminya. Ia memeluk erat Halsey yang sudah bersimbah darah. "Mami, mami kenapa? Mami buka mata. Mami..Mami..Mamiiiiiiii!!!"
flashback off*