The Wedding Proposal

The Wedding Proposal
20



Sepanjang jalan Nathalie menggagumi keindahan alam Sitka, begitu banyak pohon di kiri juga kanan membuatnya merasa sedikit rileks.


Taylor mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, ia ingin Nathalie menikmati keindahan kota ini.


Nathalie mengeryitkan dahinya begitu mereka memasuki pusat kota, ia sedikit membuka kaca jendela untuk memastikan apa yang dilihatnya nyata.


Sitka souvenirs The Spencer collection, Spencer Photography, Spencer Parcel and Post, Spencer General Store, Spencer Corporation.


Nathalie menatap Daniel dari atas hingga bawah, penampilan pria itu biasa saja, lantas kenapa seluruh tempat perbelanjaan bahkan perkantoran memakai nama belakangnya.


"Daniel. Daniel.." Bisik Nathalie, kesal karna tidak dihiraukan Nathalie memilih untuk meninju lengan Daniel dengan kuat.


"Itu sakit Nath, tolong jangan lakukan itu." Jawab Daniel sambil memegang lengannya berusaha untuk menghilangkan rasa sakit yang diberikan perempuan disampingnya.


"Kau tidak bilang padaku tentang semua usaha keluargamu, honey."


"Dia mungkin rendah hati, sayang" Sela Annie yang duduk didepan Nathalie.


Nathalie hanya menggangukan kepalanya, mereka kemudian berhenti dipinggir pelabuhan kecil. Daniel kemudian turun dan membukakan pintu bagi Nathalie.


"Apa yang kau lakukan? Bukannya kita harus ke hotel?"


Taylor berjalan mendekat pada Nathalie dan membisikkan sesuatu, "Kami membatalkan reservasimu, keluarga tidak tinggal di hotel. Kau akan tinggal dirumah kami."


"Ayo angkat kopermu Nath, aku sudah lelah."


"Daniel! Bantu Nathalie." teriak Annie


Daniel tersenyum licik, "Aku ingin, tapi dia tidak membiarkanku melakukan apapun. Dia terlalu mandiri." sembari mengedipkan sebelah matanya pada Nathalie.


"Ayo sweety."


Daniel beserta keluarganya berjalan duluan menuruni tangga kayu dibawah mereka, Nathalie sendiri sedang menenangkan dirinya yang sebentar lagi akan meledak melihat perbuatan Daniel yang tergolong kurang ajar.


Nathalie menuruni tangga itu dengan perlahan, bagaimana pun ia takut akan terjatuh. Apalagi dikiri kanan wanita itu adalah air.


"Kita akan naik itu?" Tanya Nath begitu melihat kapal kecil yang mewah itu.


"Aku takut laut lepas."


"Kita naik perahu, bukan jalan kaki."


Nathalie akhirnya pasrah, ia menaiki perahu itu kemudian mereka membelah laut yang indah itu untuk sampai kerumah. Betapa terkejutnya Nathalie melihat sebuah mansion putih mewah ditengah laut. Ia bahkan sedikit mengumpat dalam hatinya, ia tidak menyangka bahwa Daniel anak orang kaya.


"Ini dia, were home." Teriak Taylor.


"Ini rumah kalian? Siapa sebenarnya kalian??" Tanya Nathalie.


Ketiga orang didepannya hanya tersenyum. Ternyata Daniel Spencer bukan orang sembarangan. Mereka adalah orang yang cukup berpengaruh di Sitka,Alaska.


****


"Mengapa kau tidak bilang kalau kau kaya?" Tanya Nath begitu mereka sampai dijembatan penghubung antara mansion dan juga laut.


"Aku tidak bilang kalau aku miskin."


"Tapi kau tidak pernah bilang kalau kau kaya."


"Aku tidak kaya. Orang tuaku yang kaya."


"Oke, kau tau?? Itu sesuatu yang orang kaya katakan."


"Hey Daniel, welcome home" teriak seseorang didepan sana. Daniel sendiri mengerutkan dahinya, perasaan ia tidak memberi tau siapapun selain orang tuanya bahwa dia akan pulang.


"Mah, apa ini?" Tanya Daniel melewati Nathalie untuk mendekat kearah ibunya.


Taylor tertawa menanggapi pertanyaan putranya, "Tidak apa-apa. Ini hanya pesta selamat datang. Apa itu kejahatan? Lagi pula kami hanya mengundang 50 orang teman dekat."


Daniel menarik nafas panjang mendengar penjelasan ibunya, ini yang paling dia hindari ketika datang. Ia malas bertemu dengan orang-orang itu.


"Ayo, cepat. Nenekku bahkan bergerak lebih cepat darimu."