
Seperti biasanya Daniel sudah berada di kantor, ia sedang membereskan beberapa berkas dimejanya. Tak lama kemudian lift berbunyi dan dari sana keluar dua orang pegawai.
"Ada apa??" Tanya Daniel saat melihat dua orang itu berjalan cepat kearahnya.
"Ada kabar buruk, penata ruang sekaligus pendekor gedung membawa lari uang kita. Ternyata jasa mereka palsu." Ucap salah satu pegawai.
"Hah?! Kenapa bisa? apa kalian tidak menyeleksinya terlebih dahulu? Bagaimana kalau Ceo dengar."
"Maafkan saya, ini semua kesalahan saya. Pendekor itu rekomendasi dari kenalan saya dan ternyata mereka penipu. Setelah mentransfer sejumlah uang,mereka tiba-tiba tidak bisa dihubungi." Ujar pegawai lainnya.
TING
Dentingan lift menandakan bahwa ada orang yang sudah sampai. Benar saja setelah pintu terbuka keluarlah bos mereka dengan setelan kerjanya.
"Selamat pagi Bu," Ucap mereka bertiga sembari membungkuk.
"Ada apa ini, kenapa kalian berkumpul?" Tanya Nath sambil mendekat.
Daniel menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan untuk membuat dirinya rileks. "Penata ruang untuk event kita beberapa hari kedepan kabur, dan mereka sudah membawa uang perusahaan."
Nath mengganguk kemudian berjalan kearah ruangannya, "Kumpulkan semua penanggung jawab event ini, suruh mereka keruangan saya. Sekarang."
Daniel menggangguk dan mulai memanggil semua orang yang terlibat didalam event ini. Setelah semua telah berkumpul mereka memasuki ruangan atasan mereka.
Nath yang melihat bawahannya masuk mulai berjalan kearah sofa. Dengan gaya menawan Nath menumpukan kaki kirinya diatas kaki kanan, menunggu semua bawahannya duduk.
"Jadi kalian sudah tau mengapa saya mengumpulkan kalian disini?"
"Iya bu Nathalie."
"Kenapa ada kendala seperti ini? Apa kalian tidak memeriksa jasa ini sebelumnya? Apa yang kalian pikirkan??"
"Maafkan kami Bu, ini kesalahan kami. Kami akan berusaha mencari solusinya nanti."
Nathalie mengerutkan dahinya mendengar penuturan salah satu bawahannya, "Nanti? Event ini akan berlangsung dua hari lagi. Dan anda mengatakan nanti?"
"Maafkan saya bu, saya salah berbicara."
"Kita juga kehilangan 4.770 USD." Mendengar itu Nath hanya menghembuskan nafasnya pelan.
"Iya?"
"Aku sarankan kita mengambil jasa dari Courthlan Boutique & room" kata Amira dengan nada tegas.
"Courthlan Boutique & room?? Kenapa anda merekomendasikannya?"
"Jujur itu adalah salah satu brand ternama, dan setiap ada event di keluarga kami, kami selalu memakai jasanya. Desainer pemiliknya merupakan teman kuliah saya dulu. Dan dia cukup terkenal." Jelas Amira lalu tersenyum.
Nathalie menimbang masukan dari Amira, ia berpikir sebentar lalu kembali berbicara. "Apa dia bisa menyelesaikannya dalam waktu dua hari?"
"Tentu saja,bu. Dia adalah seorang yang profesional. Jika ibu setuju saya akan menghubunginya lalu kita akan berdiskusi untuk menentukan desainnya."
Beberapa pegawai disana menunjukan ketertarikan dengan ide Amira. Nathalie mengganguk memberi tanda setuju ia kemudian berdiri diikuti para pegawainya.
"Selain Daniel,semua boleh keluar."
Daniel mendekat kearah Nathalie, "Ada yang masih kurang?"
"Jangan lupa kirimkan undangan VIP pada Mendes Corp. Juga kolega-kolega kita."
Daniel mengangguk dan meninggalkan ruangan Nathalie. Nathalie sendiri kembali menyibukkan diri didepan komputernya sembari membaca beberapa e-mail yang masuk.
*****
Tok tok tok
"Masuk"
Amira memasuki ruangan atasannya. Ia menunduk sebentar lalu mendekat kearah Nathalie. "Saya telah menghubungi penyedia jasa itu, kebetulan sekali dia sedang dijalan. Dan dia akan mampir kekantor."
"Baiklah, jangan lupa siapkan kontraknya. Kali ini jangan buat kesalahan."
Amira menggangguk lalu meninggalkan ruangan tersebut. Tak lama kemudian Daniel masuk, "Sudah waktunya makan siang, anda ingin makan sesuatu?"
"Siapkan mobil kita akan pergi keluar."