
Happy Reading.....!!!
*****
Sudah dua jam lamanya SINTYA duduk dibangku taman sendirian , berteman dengan kesunyian malam . Menunggu hadirnya seseorang yang tak kunjung datang untuk mendengarkan semua keluh kesahnya , untuk meluapkan semua amarah dan emosinya .
Apakah kamu memang benar - benar sudah tak perduli padaku . Batinnya terus berbicara.....
Meskipun hawa dingin semakin menusuk kulitnya , tak membuat SINTYA bergeming dari tempat duduknya barang seinchi pun . Ia masih tetap setia menunggu datangnya seseorang yang tadi dihubunginya melalui panggilan telfon .
" SINTYA , maaf harus membuatmu menunggu . " Panggilannya , membuat SINTYA yang tadinya menunduk kini menoleh dengan wajah sendu menatap kearahnya .
" Akhirnya kamu datang " berhambur memeluk tubuh kekar itu dengan eratnya .
HIKS... HIKS... HIKSSS.....
Menumpahkan semua rasa kecewanya pada lelaki yang amat dicintainya itu , menyalurkan gejolak rindu yang tertahan kedalam pelukan hangat itu . " DASAR PEMBOHONG " ujar SINTYA , memukul punggung DAVID dengan kedua tangan mungilnya . " Kenapa kau menyembunyikan ini semua dariku , kenapa.....??? " tangisan pilu yang tak mampu lagi untuk disembunyikannya pun pecah hingga membuat kemeja yang dikenakan DAVID basah karena air mata kesedihan SINTYA .
Sedangkan DAVID yang tiba - tiba mendapat pelukan dari SINTYA pun terkejut , apalagi saat mendengar suara tangisan lirih dan eluhan wanita diperlukannya itu . Sungguh , membuat dirinya semakin kebingungan sekaligus khawatir dibuatnya . " Aku tahu bahwa kau bukanlah lelaki brengsek . " Ujar SINTYA , keraguannya akan karakter DAVID kini lenyap setelah semua kebenaran itu terungkap didepan matanya .
" Sudah cukup , hentikan sandiwaramu itu . Aku tahu kau tidak benar - benar ingin hubungan kita berakhir . Kau mengatakan semua itu karena tak ingin membuatku sakit hati mengenai kabar perjodohanmu bukan . " Ujar SINTYA , mengatakan semua yang telah didengarnya . " Aku tahu kau sangat mencintaiku , begitu pula denganku yang masih sangat mencintaimu . " Imbuhnya.....
" Dari mana kamu tahu semua ini " ujar DAVID , merenggangkan pelukannya agar bisa bertatap muka dengan gadis yang teramat sangat dicintainya . " Katakan , siapa yang memberi tahukan semua ini padamu " membingkai wajah SINTYA dengan kedua telapak tangan kekarnya .
" Dari mana atau siapa itu tidak penting , yang paling penting sekarang adalah kebenaran dari apa yang kudengar " ujar SINTYA , mempertanyakan kebenaran berita tersebut pada lelaki dihadapannya .
Melihat kediaman DAVID membuat SINTYA semakin yakin bahwa semua yang didengarnya tentang lelaki itu bukanlah kebohongan atau sekedar gosip , seperti apa yang difikirkannya . " Kamu diam , itu tandanya semua yang kukatakan tadi benar . " Menatap manik mata DAVID , mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri .
" Maaf " hanya itulah yang mampu DAVID ungkapkan sebagai penyesalan karena telah membohongi SINTYA .
Dan akhirnya DAVID pun mengakui semuanya , mengatakan bahwa apa yang didengar gadis itu adalah kebenaran . Kebenaran yang membuatnya merasa jadi lelaki paling lemah karena tidak bisa menolak kemauan dari orang tuanya dan mempertahankan hubungan cintanya dengan SINTYA .
Gadis pertama yang mampu menyembuhkan rasa traumanya tentang cinta . Gadis pertama yang membuatnya merasakan indahnya mencintai dan dicintai .
" Apa kamu mencintainya juga.....??? " ucap SINTYA ragu , takut jika lelaki dihadapannya itu akan mengatakan iya .
" Bagaimana bisa aku mencintai wanita lain , jika hati dan cintaku sudah terpatri untuk dirimu . " Ujar DAVID penuh kesungguhan .
NEXT.....👇👇👇