
Happy Reading.....!!!
*****
Keesokan harinya DIMAS terbangun lebih awal dari biasanya , entah apa dan kenapa hingga pagi ini membuatnya lebih bersemangat . Dan senyum dibibirnya itu entah apa yang membuat hatinya merasa bahagia dan berwarna , mengubah warna hitam putih yang selama ini .menyelimuti hiduapnya karena amarah yang selama tujuh tahun ini menggumpal dalam hatinya .
SINTYA , aku mencintaimu . Akan kurebut kau darinya dan membuatmu jatuh cinta padaku . Gumam DIMAS dalam hatinya.....
Setelah sekian lama berfikir , DIMAS mengubah posisi tidurnya menjadi duduk dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang . Meraih benda pipih miliknya yang tergeletak diatas nakas , membuka kunci layar ponselnya dan mencari kontak milik seseorang . Setelah menemukannya , jari DIMAS langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar itu untuk menghubungi nomor tersebut.....
Tut... Tut... Tuttt.....
Sambungan telefon terhubung.....
📱DIMAS : Hallo... loe ada waktu nggak.....??? ada hal yang mau gue omongin.....!!!
📱....................???
📱DIMAS : Gue nggak bisa ngomong ditelfon . Gue mau kita bertemu dan bahas ini langsung empat mata.....
📱....................???
📱DIMAS : Jam makan siang , dicafe biasa . OK.....!!!
Tut... Tut... Tuttt.....
Sambungan telfon terputus.....
Setelah meletakkan ponselnya kembali , DIMAS beranjak dari ranjangnya dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , melakukan aktifitas paginya , berangkat bekerja seperti biasanya.....
Setelah selesai bersiap , DIMAS langsung menuju dapur membuat sarapannya sendiri . Seperti biasa sejak kepergian ibunya , meninggalkannya sendiri untuk selamanya tiga tahun yang lalu. Dan itu membuatnya menjadi sebatang kara dan memaksanya jadi pribadi yang mandiri .
Setelah terjebak ditengah kemacetan , akhirnya DIMAS pun sampai dikantor tempatnya bekerja . Berjalan tergesa - gesa melewati lobi kantor dan langsung berkutat dengan layar laptop serta tumpukan berkas yang sudah ada diatas meja kerjanya tanpa membuang waktu lagi karena dia datang kesiangan dan hampir terlambat .
~
~
~
Sesampainya dicafe DIMAS pun menghampiri DIDIK yang sudah menunggu kedatangannya disalah satu meja .
" Apa yang ingin loe bicarakan , sampai telfon gue dipagi buta.....??? " ucap DIDIK membuka suara sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya . " Gue mau MENGAKHIRI KESEPAKATAN kita , gue nggak bisa lanjutin rencana jahat loe " sahut DIMAS tanpa bertele - tele , hingga membuat DIDIK tersedak makanannya sendiri .
UHUK... UHUKKK.....
" Loe gila... jangan macem - macem sama gue . Apalagi gue nggak suka dipermainkan.....!!! " Sarkas DIDIK dengan mata melotot dan juga rahang yang mengeras . Membuat puluhan pasang mata pengunjung langsung tertuju padanya , karena nada suaranya yang meninggi hingga mengejutkan semua orang . " Gue nggak tega nyakitin gadis polos seperti SINTYA " sahut DIMAS yang juga meninggikan suaranya .
" Loe bukan nggak tega , tapi loe main hati sama dia . Gue udah duga , loe pasti jatuh cinta kan . " Ucap DIDIK terkekeh pelan , menertawakan kekonyolan DIMAS . " Jadi ini yang membuat loe selalu ngulur - ngulur waktu bukan , PAYAH.....!!! " ucap DIDIK meremehkan pria didepannya itu . Pria yang setipe dengannya itu ternyata lemah saat jatuh cinta , sama seperti dirinya dulu yang terlihat bodoh karena wanita .
" Tapi gue yakin , cinta loe bakalan percuma , gue juga yakin mereka tidak akan berpaling dari pasangannya , terlebih SINTYA . " Ucap DIDIK mengingatkan bahwa mengakhiri kesepakatan dengannya adalah hal bodoh .
" Apa bedanya.....??? lebih baik melihat SINTYA bahagia dengan DAVID , dari pada menyerahkan gadis yang gue cintai ketangan pria brengsek seperti loe . " Sahut DIMAS sembari tersenyum sinis dan bangun dari duduknya , seolah mengerti ucapan DIDIK yang tengah memprovokasinya agar tetap mengikuti semua kemauannya .
" Gue pastikan loe bakal menyesali keputusan ini " ucap DIDIK . " Gue lebih menyesal jika harus melihat kehancuran SINTYA ditangan loe , jadi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan apa yang loe mau . Karena sekarang bukan hanya satu yang menjaganya , tapi ada gue yang siap melindunginya dari apapun dan siapapun . " Sahut DIMAS sembari menepuk sebelah kiri bahu DIDIK dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu . Meninggalkan DIDIK yang terlihat sangat kesal penuh amarah .
" Brengsek....." umpat DIDIK yang tengah dikuasai amarah . Merasa muak karena ternyata sulit sekali mendapatkan gadis polos seperti SINTYA itu . Tapi DIDIK tetaplah DIDIK , pria yang tidak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan apa yang menjadi keinginannya . Jadi apapun rintangan dan resikonya nanti ia tak peduli .
SINTYA , aku akan dapatkan kamu apapun caranya . Dan kupastikan mereka akan menyesal karena berurusan denganku . Batin DIDIK yang tak menyerah untuk membuat SINTYA takluk padanya.....
Setelah itu DIDIK pun mulai meninggalkan mejanya dan kembali kekantor melanjutkan pekerjaan yang sempat ia tinggal .
NEXT.....👇👇👇