
Happy Reading.....!!!
*****
Pagi itu semua kembali bekerja seperti biasa , bedanya sekarang DAVID kembali menjadi BODYGUARD POSESIF untuk SINTYA . Mengantar jemput gadis itu pergi kekantor bersamanya , semua itu DAVID lakukan untuk antisipasi agar bisa menjaga keamanan SINTYA , pujaan hatinya .
" Ingat , jangan jauh - jauh dariku " ujar DAVID mengingatkan . " Emmm " gumam SINTYA .
" Sayang , aku serius . Aku nggak mau kejadian kemarin terulang lagi " ucapnya lagi . " Iya sayang , udah ah aku mau masuk . Nanti ada yang lihat kita lagi " sahut SINTYA , hendak pergi namun dengan cepat DAVID meraih pergelangan tangan SINTYA dan membuat langkah gadis itu terhenti . " Tunggu sebentar , kita masuk sama - sama . Ok.....!!! " ucap DAVID setelah melepaskan helm dikepalanya .
Saat sampai dilobi kantor SINTYA dan DAVID tak sengaja berpapasan dengan DIMAS , dan kedua pria tersebut saling adu kepalan tangan sebagai tanda keakraban .
" Haii... SIN . Gimana keadaan kamu.....??? " ujar DIMAS dengan senyum tipis menyapa SINTYA . SINTYA sama sekali tak merespon , justru ia meringsut dibelakang tubuh DAVID sembari berpegangan erat pada lengan kekarnya itu .
DAVID yang menyadari ketakutan kekasihnya itu langsung mengelus lembut punggung tangan SINTYA , agar gadisnya itu lebih tenang .
" Tenanglah... DIMAS tidak ikut andil dalam insiden penyekapanmu . Justru DIMAS sangat membantuku " ujar DAVID menjelaskan kebenaran yang sesungguhnya .
SINTYA yang mendengar ucapan kekasihnya itu pun mulai tenang dan tersenyum kembali .
" Apa yang membuat kau begitu menyayanginya , kulihat kau menjaganya begitu intens . " Ujar DIMAS setelah seluit gadis itu menghilang dari balik pintu . " Bagiku SINTYA sangatlah berharga , melebihi apapun yang pernah kumiliki . " Timpal DAVID mengatakan betapa berharganya SINTYA dalam hidupnya .
" Pantas kau memperlakukannya dengan sangat lembut , jika aku yang ada diposisimu mungkin akan kuhabisi pria brengsek yang nyaris merusak kemurnian SINTYA " sahut DIMAS . " Oh ya... dimana DIDIK sekarang , aku belum melihatnya sejak tadi " imbuhnya .
" Mungkin sekarang dia terkapar diranjang rumah sakit , menyesali semua apa yang diperbuatnya pada SINTYA . " Ujar DAVID mengulas seringai penuh keyakinan akan keadaan DIDIK yang mungkin sangat memprihatinkan karena pembalasan darinya . " Maksudnya.....??? jangan bilang loe membuatnya kembali babak belur , " Sahut DIMAS .
" Lebih dari itu , aku bahkan membuat dia tak kan lagi mampu mendekati wanita sekalipun ia sangat menginginkannya " ujar DAVID . DIMAS yang mengerti maksud ucapan DAVID pun hanya bisa diam dan menelan salivanya dengan sungkan . " Apa SINTYA yang memintamu melakukan hal itu , maksudku . Apa tidak keterlaluan dengan membalas DIDIK sekejam itu . " Ucap DIMAS ragu - ragu.....
" Jadi menurutmu aku sangat kejam . Kau bisa mengatakan hal itu karena kau tidak melihat dengan matamu sendiri . Bagaimana histerisnya SINTYA saat dirinya sadar , bagaimana rasa trauma itu menghantui jiwanya , bagaimana dia berusaha menyakiti dirinya sendiri karena merasa dirinya ternodai . " Ujar DAVID dengan suara meninggi , menahan emosi hingga membuat nafas didadanya terasa sesak karena frustasi melihat kekasihnya terpuruk akibat kebodohannya . Kebodohan karena tidak mampu menjaga dan melindungi kekasihnya .
" Maaf jika ucapanku membuatmu tersinggung , mudah - mudahan dengan begini DIDIK sadar bahwa apa yang diperbuatnya sangatlah keterlaluan . Dan semoga DIDIK tidak punya niat untuk membalas dendam yang berakhir dengan menyakiti SINTYA kembali . " Ujar DIMAS mencoba menenangkan DAVID yang tengah dikuasai emosi .
" Jika dia berani menyentuh SINTYAku seujung kuku saja , akan kupastikan dia tak akan melihat matahari terbit . Itu janjiku..... " ucap DAVID bersumpah pada dirinya sendiri .
NEXT.....👇👇👇