
Happy Reading.....!!!
*****
Sesampainya dipintu cafe tempat dimana mereka melakukan pertemuan , DIMAS mengedarkan pandangannya mencari sosok yang mungkin sudah menunggunya . Karena ini malam minggu dan jalanan cukup macet hingga membuatnya terlambat datang .
" Sorry , gue terlambat " ucap DIMAS sembari menarik punggung kursi untuk didudukinya . " It's okey , gue juga baru sampai " sahut pria itu sekenanya .
Dan setelahnya mereka memesan dua cangkir cappuccino untuk menemani obrolan mereka agar lebih santai.....
" Apa rencana loe.....??? dan apa untungnya buat gue , jika turut andil didalamnya . Gue nggak berminat kalau tawaran yang loe berikan nggak menguntungkan . " Ucap DIMAS mulai membuka pembicaraan .
" Gue mau loe deketin cewek ini.....!!! " sahut pria didepannya sembari menyodorkan satu buah foto . Namun yang membuatnya bingung adalah maksud pria itu yang tak ia mengerti .
" SINTYA.....??? " ujar DIMAS sembari meraih lembar foto gadis ayu yang berada diatas meja , menatap foto itu lamat - lamat . " Kenapa bukan loe saja , untuk apa menyuruhku " imbuhnya .
" Aku sudah melakukannya , bahkan aku hampir memilikinya malam itu . Tapi semuanya gagal karena satu pria yang merebutnya dariku . " Sahutnya geram , menjelaskan kegagalannya mendapatkan SINTYA . " Hahahaha... jadi maksudnya , kau gagal mendapatkan SINTYA . Gadis polos dan lugu itu menolakmu.....??? " timpal DIMAS dengan kelakarnya , seolah mengejek kawan barunya itu . Ya , kawan yang memiliki tujuan yang sama yaitu menghancurkan DAVID melalui SINTYA .
" Haii... hentikan tawamu " sarkasnya yang merasa kesal mendengar ejekan dari DIMAS . " Aku bukan gagal , hanya belum beruntung saja . Jadi jangan mengejekku " imbuhnya membela diri . Teringat kembali saat dimana ia berhasil membawa SINTYA keatas ranjangnya , bahkan hampir menikmatinya namun semuanya berantakan karena kedatangan DAVID yang menolongnya , membawa SINTYA yang sudah pingsan karena obat yang ia berikan .
" Apa yang loe maksud itu , DAVID . " Sahut DIMAS to the point , karena mengerti siapa pria yang dimaksud . Pria yang pernah merebut kekasihnya , dan membuatnya kehilangan cinta pertamanya dimasa lalu . Dan alhasil merubah sikapnya sekarang ini , yang suka mempermainkan wanita dan meninggalkannya begitu saja . Sama seperti yang ia rasakan dulu , merasa terbuang dan dicampakkan saat kekasihnya itu bosan .
FLASH BACK ON.....
Mendengar apa yang diucapkan kekasihnya itu , DIMAS masih tak percaya . Dengan mata memerah dan suara geram ia mengulang kembali ucapan kekasihnya (MARISSA) .
" Putus....??? jangan bercanda RIS , ini nggak lucu . " Ucap DIMAS sembari menggenggam kedua tangan kekasihnya . Mempertemukan pandangannya , mencari kebenaran tentang ucapan RISSA . " Aku serius DIMAS , aku ingin hubungan kita berakhir " sahut RISSA . Melepaskan tangannya dari genggaman DIMAS , lalu mengalihkan pandangannya kearah lain .
" Karena aku sudah tidak mencintaimu lagi DIMAS , dan maaf jika ini membuatmu terluka " sahut RISSA . Sedangkan DIMAS yang mendengar ucapan itu menggeram , emosinya meledak saat ia tahu bahwa kekasihnya itu tak mencintainya lagi . " Apa maksudmu tidak mencintaiku , apa kau mencintai orang la____??? kamu selingkuh , katakan siapa lelaki itu RIS.....??? " ujar DIMAS yang semakin tak bisa mengendalikan emosinya hingga tanpa sadar tangan kekarnya mencengkeram bahu RISSA hingga membuat gadis itu meringis sakit .
" Aku mencintai sahabatku , DAVID " ucapnya RISSA lantang .
DIMAS yang mendengar nama itu pun mengepalkan tangannya lalu mengarahkan kedinding , meluapkan amarahnya seolah dinding itu adalah (DAVID) pria yang telah merebut kekasihnya .
" Brengsek , aagghhh....." teriak DIMAS dengan terus menghujamkan pukulannya didinding dan membuat tangannya berlumur darah . " Kenapa... kenapa kau mengkhianatiku , apa kurangnya aku RIS.....??? APA.....??? " ucap DIMAS kembali melihat gadis manis yang sangat dicintainya , yang telah menyakitinya , menghancurkan hatinya berkeping - keping .
" Maaf , maafkan aku DIMAS....." ucap RISSA lirih dan berlari meninggalkan DIMAS yang masih sedih sekaligus emosi karena keputusanya .
Sedangkan DIMAS yang ditinggalkan pun menggeram dengan rahang yang sudah mengeras " Aku berjanji akan membalas rasa sakit ini RISSA , akan kuhancurkan kalian , tunggu pembalasanku suatu saat . " Ucapnya berlalu pergi dari tempat mereka awal bertemu pertama kali .
FLASH BACK OFF.....
Mengingat masa lalunya membuat DIMAS tertarik untuk menerima tawaran pria itu . Dengan merebut SINTYA dari tangan DAVID , mungkin bisa membalaskan sakit hatinya dimasa lalu.....
" Lalu apa rencanamu jika aku berhasil mendekati SINTYA , apa yang akan kau lakukan setelahnya . " Ucap DIMAS yang antusias dengan acara balas dendamnya .
" Tentu saja melanjutkan apa yang belum terselesaikan " sahutnya dengan RENCANA BUSUK . Yang membuat DIMAS semakin bingung karena ucapan ambigu kawan barunya itu . " Maksudnya , bicara yang jelas . Jangan bertele - tele saat bicara " sahut DIMAS .
" Lempar dia diatas ranjangku " ucapnya lantang hingga membuat DIMAS terkejut.....
😨😨😨😨😨😨😨😨😨😨
NEXT.....👇👇👇