
Happy Reading.....!!!
*****
" Auwww....pelan - pelan SIN " rintih DAVID , meringis sakit saat luka disudut bibirnya terkena sapuan kapas beralkohol . " Maaf , sakit ya.....??? " ucap SINTYA saat melihat ekspresi wajah DAVID yang meringis kesakitan .
" Gak sakit kok , perih aja " elaknya karena tak ingin membuat SINTYA merasa bersalah dan khawatir padanya . Namun dengan sengaja SINTYA menekan kembali luka DAVID dengan kapas basah itu untuk mencari jawaban sebenarnya . Dan itu membuat DAVID menjerit dengan spontan saat merasakan perih pada lukanya " Auwww...Aahhhsstttt....."
" Pembohong " cibirnya sembari tersenyum sinis . " Mana ada luka tapi gak sakit . Lagian ngapain sih , MAS DAVID berantem sampai kayak gitu tadi . Jadi sakit kan.....!!! " ucap SINTYA panjang lebar seolah sedang memarahi kekasihnya , sembari terus membersihkan beberapa luka diwajah tampan dihadapannya itu .
" Bawell " sahut DAVID mencolek hidung SINTYA . " Kamu kalo khawatir gini jadi cerewet , apalagi pas lihat kamu marah tadi , mirip singa bikin ngeri.....!!! " imbuhnya sembari tersenyum mengejek .
" Udah tau gitu , trus ngapain MAS DAVID tadi ikutan nolong.....!!! " ucapnya menggantung karena dengan cepat DAVID menyelah kalimatnya.....
" Mana mungkin aku diam saja melihat pria dewasa mau memukul wanita , apalagi wanita itu kamu SIN.....!!! " ujar DAVID mencoba memberikan kode agar SINTYA tau alasan mengapa dia sampai membela dan selalu ada saat SINTYA butuh pertolongan . Namun nyatanya dia salah , entah SINTYA tidak peka akan semua perhatiannya atau memang gadisnya itu terlalu naif .
" Aku bisa jaga diri kok , buktinya aku bisa tampar MAS DIDIK tadi.....!!! " seru SINTYA mengatakan bahwa dirinya tidak lemah dan takut . " Iya aku tau , tapi kalo tadi aku gak nahan tangan DIDIK . Mungkin kamu sudah pingsan saat ini , dan coba lihat muka aku sekarang . " Ujarnya menunjuk mukanya sendiri . " Aku aja sampek berdarah , apalagi kamu yang perempuan " imbuhnya memberi pengertian jika wanita tak sekuat pria saat menerima pukulan .
" Ssssttt... gak papa , yang penting kamu gak kenapa - kenapa.....!!! " sahut DAVID sembari menyentuh bibir SINTYA dengan jari telunjuknya mengisyaratkan bibir itu untuk diam .
Sedangkan SINTYA yang menerima perlakuan itu pun merasakan jantungnya berdegup lebih kencang , begitu pula dengan wajahnya sekarang sudah mulai berubah merah merona karena malu.....
DEG... DEG... DEG.....
Sungguh menggemaskan.....
DAVID yang melihat perubahan wanitanya itu pun terkekeh , lalu dengan perlahan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir merona yang telah membuatnya tergoda itu , namun saat jarak semakin dekat dan kedua bibir mereka akan menyatu tiba - tiba DAVID terkesiap karena merasakan getar ponsel miliknya yang berada disaku celana , membuat niatnya untuk mencium SINTYA gagal dan itu membuatnya sangat malu " Maaf . " Ujar DAVID saat tubuh mereka mulai berjauhan .
" Emmm... MAS , aku tinggal sebentar ya . Mau cuci baju kamu yang kotor tadi . Nanti pulangnya MAS pakek jaket aku , gak papa . " Ucap SINTYA mengalihkan pandangannya karena gugup .
".....!!! " DAVID pun mengangguk sebagai jawaban . Setelah melihat kepergian SINTYA , DAVID pun mengumpat meruntuki kebodohannya sendiri.....
Bodoh.....!!! bisa bisanya loe mau cium SINTYA disaat seperti ini , dasar bodoh.....!!! gumamnya sembari mengacak rambutnya kesal.....
NEXT.....👇👇👇