
Happy Reading.....!!!
*****
Dengan susah payah SEKAR memapah tubuh lelaki yang telah resmi menjadi kekasihnya itu kembali keruang rawatnya , membawa tubuh lemah itu ketempat yang seharusnya . Ya meskipun perlu usaha dan perdebatan keras untuk memaksa agar DIDIK mau kembali beristirahat .
Meninggalkan dinginnya angin malam yang bisa membuat kondisi tubuhnya semakin memburuk , dan SEKAR pun membantunya untuk berbaring diatas brangkar begitu mereka sampai . " Aku merasa bosan disini , yang kulakukan hanya makan dan tidur sejak kemarin . " Gerutu DIDIK , membuat gadis yang bersamanya itu tersenyum lucu melihat tingkah manjanya .
" Bagaimana mau cepat sembuh , kalau kamu mengabaikan makananmu " ujar SEKAR saat melihat semangkuk bubur yang masih utuh diatas nakas rumah sakit itu .
" Duduklah , biar aku suapi " ucap SEKAR lagi . " Bagaimana aku bisa berselera , kalau makanan disini terasa pahit semua . " Sahut DIDIK yang masih enggan untuk memakan bubur yang terasa hambar itu .
" Bukan makanannya yang pahit , tapi lidahmu karena kau sedang sakit . " Sahut SEKAR sembari mengarahkan sendok yang sudah penuh dengan bubur , meminta agar lelaki manja itu untuk membuka mulutnya .
Hingga beberapa saat kemudian bubur itu habis dilahapnya tanpa adanya penolakan . " Sekarang istirahatlah , akan kutemani sampai kau benar - benar tertidur . " Ujar SEKAR sembari merapikan selimut itu pada tubuh DIDIK agar tubuhnya tak merasa kedinginan .
" Sudah malam , sebaiknya kamu pulang . Orang tuamu pasti mengkhawatirkan dirimu SEKAR . Apalagi kau seorang wanita , tidak baik wanita berada diluar rumah dijam segini " timpal DIDIK sembari melihat jam dinding diruangnya itu yang menunjukkan pukul sembilan malam , tanda bahwa hari sudah semakin larut .
" Pulanglah , aku janji akan baik - baik saja . " Ujar DIDIK , meminta kekasihnya itu untuk segera pulang . " Pokoknya aku nggak akan pulang sebelum kamu benar - benar tertidur , aku nggak mau kamu melakukan hal bodoh itu lagi . " Sarkasnya , mengingat bagaimana kejadian itu hampir membuatnya menyesal jika saja dirinya tadi terlambat datang untuk menyelamatkan lelaki yang sangat dicintainya itu .
" Kau adalah SETITIK CAHAYA bagiku , kehadiranmu memberikan harapan dan cinta baru untukku . Jadi... mana mungkin aku menyia - nyiakan pengorbanan dirimu yang sangat berharga ini . " Imbuhnya , menangkup wajah SEKAR dengan kedua tangannya .
SEKAR yang mulai terhanyut dengan kata - kata DIDIK pun tak kuasa menahan tangisnya , air mata bahagia yang tak lagi bisa ia sembunyikan . Dan tanpa aba - aba dirinya pun berhambur memeluk tubuh kekasihnya itu dengan erat .
" Terima kasih , karena kamu mau menerima dan memberiku kesempatan menjadi kekasihmu . " Ujar SEKAR , merenggangkan pelukannya agar bisa menatap wajah kekasihnya , wajah yang begitu tampan dengan kesempurnaannya .
Membuat wajah SEKAR semakin merona karena tatapan yang begitu intens dari mata indah DIDIK . " Harusnya aku yang bilang itu padamu , terima kasih karena kamu menerima segala kekuranganku . Terima kasih karena kamu mau menjadi kekasih pria bodoh ini . " Ucap DIDIK , mengulas senyum termanis yang dimilikinya .
Dan setelah itu DIDIK mencium bibir ranum SEKAR , saling memanggut . Saling bertukar saliva , menyalurkan rasa sayang yang tak bisa mereka ungkapkan lewat kalimat .
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Dan ia bersumpah tidak akan pernah melepaskan cintanya , seperti kebodohannya lima tahun yang lalu.....
NEXT.....👇👇👇