The Secret Of First Love

The Secret Of First Love
58.PUTUS CINTA...



Happy Reading.....!!!


*****


Setelah cukup lama berkutat dengan tumpukan berkasnya , SINTYA akhirnya bernafas lega karena sebentar lagi masuk jam makan siang . Namun entah mengapa perutnya tak merasakan lapar sama sekali . Padahal biasanya dia sangat antusias saat waktu istirahat tiba dan tak pernah menyia - nyiakan waktu makan siangnya .


" SIN , ngantin yuk . Laper banget nie gue " ujar SEKAR , mengajak sahabatnya untuk makan siang .


" Kamu duluan aja , aku nggak laper " sahut SINTYA sembari tersenyum kecut . Merasa enggan untuk beranjak dari tempat duduknya .


" Loe mikirin apaan sih , sampai kusut gitu tuh muka . " Imbuhnya lagi , karena dari tadi melihat sahabatnya itu terus melamun dan murung . Seperti bukan SINTYA yang dikenalnya , " Lagi pms , badmood atau PUTUS CINTA . " Ucap SEKAR meledek SINTYA agar gadis itu kembali ceria seperti biasa .


" Apaan sih , aku cuma lagi mager ajah kok . " Sahut SINTYA dengan mengulas senyum yang dipaksakan .


" Kalian kok masih disini.....??? " ucap DAVID yang baru datang , menyelah obrolan kedua gadis itu hingga membuat mereka menoleh padanya .


" Iya nih , SINTYA diajakin kekantin nggak mau . " Sahut SEKAR . Sedangkan SINTYA yang melihat sahabatnya tengah mengadu itu pun melayangkan tatapan tajamnya pada SEKAR .


" Kenapa nggak mau makan , nanti kalau kamu sakit gimana . " Ujar DAVID yang kembali khawatir dengan kondisi SINTYA . " Makan dulu yuk , aku temenin kekantin . " Imbuhnya , membujuk kekasihnya itu agar mau mengisi perutnya yang kosong .


SINTYA yang mendengar ucapan kekasihnya pun mengangguk mengiyakan ajakan DAVID untuk pergi kekantin . Berusaha menikmati makanannya walaupun dirinya sama sekali tak berselera . Mungkin karena terlalu banyak memikirkan kejadian kemarin hingga membuat selera makannya berkurang . " Kenapa nggak dimakan.....??? " tanyanya , karena melihat kekasihnya hanya mengaduk - aduk makanannya .


Andai saja ia bisa melakukannya disini , menyuapi kekasihnya itu dengan mulut . Karena dengan cara itulah SINTYA tak akan bisa menolak suapan darinya . " Apa kamu mau aku melakukan seperti kemarin agar kamu mau makan " ujar DAVID . Dan ucapanya itu sukses membuat SINTYA terperangah .


" Aku akan melakukannya jika kamu mengizinkan . " Imbuhnya.....


" Tidak.....!!! aku bisa melakukannya sendiri . " Ujar SINTYA , dengan senyum tipis dibibirnya . Mengingat bagaimana cara kekasihnya itu menyuapinya , tapi rasanya hal itu tak mungkin ia terima meskipun dirinya sangat ingin . Apalagi ditempat umum dan bisa membuat malu dirinya . " Memang apa yang loe lakukan agar SINTYA mau makan " ujar SEKAR , mempertanyakan hal itu disela suapannya .


Pertanyaan yang membuat sepasang kekasih itu gelagapan karena bingung harus menjawabnya .


" Ya membujuknya , memang apalagi yang bisa gue lakukan . " Ujar DAVID menjelaskan maksud dari ucapannya . " Gue kirain loe mau suapin dia , pakek mulut . " Sahut SEKAR dengan nada bercanda yang kentara , hingga membuat kedua insan didepannya itu kaget dan tersedak makanannya sendiri .


UHUK... UHUKKK.....


" Kamu ngomongnya ngaco deh , mana bisa makan dengan cara seperti itu . " Sahut SINTYA , dengan ekor mata yang melirik kearah DAVID . Namun yang tertangkap matanya justru senyum jahil yang terukir jelas mengarah padanya , seolah mengejek dirinya yang tidak bisa menyembunyikan rasa kegugupanya .


Berbeda dengan DAVID yang terlihat tenang karena mampu menyembunyikan rasa gugup yang sebenarnya juga dirasakannya .


NEXT.....👇👇👇