
Happy Reading.....!!!
*****
Setelah perdebatan panjang dalam mobil itu terselesaikan , mereka pun akhirnya membawa SINTYA kerumah DAVID , sesuai kesepakatan mereka . Ralat bukan kesepakatan melainkan paksaan DAVID yang kekeh untuk membawa SINTYA pulang kerumahnya , karena ia yakin bahwa kekasihnya itu akan lebih nyaman ditempatnya untuk saat ini . Dan poin penting lainnya adalah karena tak memungkinkan jika mereka mengantarkan gadis itu pulang dengan kondisi yang sangat kacau dan membuat keluarganya semakin cemas karena melihat keadaan SINTYA .
RUMAH DAVID.....
Sesampainya dikediaman DAVID , mereka semua pun segera turun dari mobil . Dengan SINTYA yang berada digendongan lelakinya , membawa tubuh ringkih SINTYA itu masuk dalam rumah dan membaringkannya diatas ranjang pribadinya .
Lalu keluar dari kamar itu setelah menyelimuti dan memberi sebuah kecupan mesra dikening SINTYA . Keluar untuk menemui rival sekaligus teman yang membantunya menyelamatkan SINTYA (wanitanya) .
" Bagaimana keadaannya.....??? " ujar DIMAS saat melihat DAVID muncul diruang tamu tempatnya menunggu . " Masih sama seperti saat kita menemukannya , mungkin karena terlalu lama menangis hingga membuatnya kelelahan dan pingsan . " Sahut DAVID menjelaskan keadaan kekasihnya sembari mendudukkan bokongnya disalah satu sofa miliknya .
" Kau mau minum apa , biar aku buatkan " ujar DAVID menawarkan , karena mengingat kejadian tadi yang membuat tubuh mereka lelah . " Tidak perlu , sebentar lagi aku juga ingin pamit . Tapi apa kau yakin tidak perlu membawanya kerumah sakit , melihat keadaan SINTYA saat ini membuatku yakin akan berdampak buruk pada psikis SINTYA . " Sahut DIMAS mencoba mengatakan keraguan mengenai kondisi SINTYA . Karena kejadian itu pasti meninggalkan rasa trauma pada korban pelecehan seperti yang ia selalu dengar diberita tv .
" Bagaimana kau bisa seyakin itu.....!!! " sahut DIMAS . " Karena saat kita sampai DIDIK masih berpakaian , ya meskipun tidak lengkap . Mungkin karena SINTYA terus melakukan perlawanan , hingga DIDIK hanya mampu mengoyak pakaian SINTYA tanpa mampu menyentuh kehormatannya . " Jelasnya , karena memang itulah kebenaran yang ia lihat dari diri SINTYA .
" Baiklah , jika memang kau yakin aku tidak bisa memaksa . Dan maaf karena aku sempat salah paham terhadapmu tentang MARISSA dulu . " Ujar DIMAS tersirat ketulusan saat mengucapkan kalimatnya . Apalagi mendengar semua penjelasan DAVID , sungguh membuat DIMAS merasa bersalah akan masa lalunya .
" Tak apa , justru aku sangat berterima kasih padamu . Meski sangat membenciku tapi kau masih mau membantuku menyelamatkan kekasihku " sahut DAVID penuh ketulusan . " Tak perlu sungkan , aku senang bisa membantu . " Timpal DIMAS dengan senyum jemawanya .
" Baiklah , sudah malam aku pamit . Kau juga perlu istirahat bukan . " Ujar DIMAS sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat sebagai tanda persahabatan mereka yang baru dimulai . " Jika butuh bantuan , jangan sungkan untuk menghubungiku . Karena kita sekarang KAWAN BUKAN LAWAN " ujar DIMAS yang sukses membuat mereka tertawa bersama .
" Sekali lagi terima kasih DIMAS , hati - hati dijalan . " Ucap DAVID sembari mengantarkan kepergian kawan barunya . Setelah itu menutup pintu rumahnya dan masuk dalam kamar untuk melihat kondisi kekasihnya yang masih setia dengan pingsannya .
" SINTYA... buka matamu , sadarlah . Jangan membuatku semakin cemas sayang " ucap DAVID yang terus mengecup punggung tangan kekasihnya berkali - kali . Hingga membuatnya terlelap dan tidur disamping ranjang dengan posisi terduduk diatas lantai.....
NEXT.....👇👇👇