
Happy Reading.....!!!
*****
Melihat respon SINTYA yang diluar dari dugaannya , membuat DAVID sedikit menyesal dengan tindakannya kali ini .
Niat yang awalnya ingin membuat SINTYA bahagia dengan kejutannya , namun yang ia lihat justru reaksi sebaliknya dan membuat gadis itu menangis ketakutan karena ulahnya .
Dengan perlahan DAVID meletakkan kue ultah itu diatas meja , lalu menarik tubuh yang tengah gemetar itu kedalam pelukannya .
" Haiii... berhentilah menangis , maaf jika caraku ini membuatmu ketakutan . Tapi sungguh , aku tidak bermaksud menakut - nakutimu . " Ujar DAVID sembari mengelus lembut punggung kekasihnya yang tengah menangis itu .
" Aku menangis bukan karena takut , tapi____!!! "
" Tapi apa.....??? " tanya DAVID , penasaran dengan alasan kekasihnya itu menangis . " Karena aku sangat bahagia mendapat kejutan darimu . Baru kali ini ada yang mengingat hari ulang tahunku bahkan sampai dirayakan seperti ini . " Ujar SINTYA , memeluk tubuh kekasihnya tak kalah erat .
Hal kecil yang selama ini diinginkannya setiap tahun , kini bisa terwujud ditahun ini . Tahun dimana ia berada difase remaja , menginjak usia 17 tahun . Dari seorang gadis kecil sekarang berubah menjadi remaja dewasa .
" Jadi maksudnya , aku adalah orang pertama yang memberi kejutan dihari kelahiranmu " ujar DAVID , mengatakan apa yang menjadi pemikirannya tentang SINTYAnya .
" Kalau begitu mulai hari ini , kita akan merayakan ulang tahunmu setiap tahun . " Imbuhnya.....
Ucapan yang membuat SINTYA merenggangkan pelukannya dan menatap mata DAVID , mencari kesungguhan akan ucapan lelaki itu . " Sungguh... kau mau melakukannya untukku " sahut SINTYA .
" Tentu , dan sekarang hapus air mata ini . Aku nggak mau melihat mata indah ini menangis apapun alasannya . " Sahut DAVID sembari mengusap bekas air mata dipipi SINTYA dengan ibu jarinya .
" Selamat ulang tahun , semoga apa yang menjadi keinginanmu segera terwujud . " Ucap DAVID , mengecup kening kekasihnya kilas .
" Terima kasih , HANNY . " Sahut SINTYA malu - malu , malu karena baru kali ini ia memanggil nama DAVID dengan panggilan sayang darinya .
" Jadi itu panggilan sayangmu untukku , Ooo... romantis sekali . " Ujar DAVID menggoda , membuat wajah SINTYA merona dengan godaannya . Hingga gadis itu memalingkan wajahnya kearah lain karena tak berani menatap matanya . " Tatap mataku saat kita bicara " imbuhnya , menarik dagu SINTYA agar gadis itu menatapnya .
" Aku malu , kau selalu menatapku intens . " Sahut SINTYA tersenyum canggung karena tatapan mata DAVID yang begitu intens menatapnya . " Kau harus terbiasa karena kita adalah pasangan kekasih bukan , apa kau juga malu saat kita melakukan hal ini_____??? " Ujar DAVID menghentikan kalimatnya dan melanjutkan kata terakhirnya itu dengan mencium mesra bibir SINTYA .
CUP... EMMPPTTT.....
Sedangkan SINTYA yang mendapat serangan tiba - tiba pun hanya pasrah dan menerima semua perlakuan DAVID yang tengah menciumnya begitu lembut dan mesra .
" Balas aku sayang " ucap DAVID disela panggutan bibirnya .
Kembali ******* , menghisap bibir ranum SINTYA dengan rakusnya , hingga membuat sang empunya membuka mulut saat merasa DAVID mengigit bibirnya . Seolah gigitan itu adalah sebuah kode agar dirinya membalas ciuman mesra itu .
" Kau selalu MENCURI START dariku , mencari kesempatan dalam kesempitan . " Ujar SINTYA setelah panggutan bibir mereka terlepas .
" Tanpa mencuri pun , tubuhmu selalu menerima saat aku melakukannya . " Sahut DAVID , mencoba mengelak dari tuduhan kekasihnya.....
NEXT.....👇👇👇