
Happy Reading.....!!!
*****
Tanpa menunggu lama DIDIK merengkuh bahu SINTYA , membawanya keluar dari ruangan gelap itu . Entah kenapa ia merasa bersalah melihat wanita menangis ketakutan karena ulahnya.....
" Haii... udah jangan nangis lagi . Kan kita udah diluar.....??? " ucapnya mengelus lembut bahu SINTYA.....
" Aku mau pulang " rengeknya . " Kita cari makan dulu ya , dari sore kita belum makan . " Ujar DIDIK , karena memang mereka belum makan apapun dari sore . " Pulang " katanya dengan suara sedikit meninggi , seolah membentak DIDIK yang ia rasa tengah mengulur waktu untuk pulang.....
DIDIK yang merasa dibentak pun tak terima . Tapi dengan tenang ia mencoba menahan emosinya , tak ingin membuat SINTYA semakin takut ia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.....
" OKE , kita pulang . Tapi kita mampir dulu ketempatku , ada sesuatu yang mau kuambil sekalian mandi " Ujarnya memberi alasan . SINTYA yang masih kesal pun hanya tersenyum menanggapi ucapan DIDIK.
Lancang sekali dia berkata kasar padaku , liat saja setelah aku bisa menaklukkanmu . Akan kubuat kau menyesal dan bertekuk lutut.....
Gumamnya dengan seringai mesumnya . Niat awal yang sempat diurungkannya kembali bangkit karena aksi penolakan yang SINTYA lakukan.....
Satu Jam Kemudian.....
Sampailah mereka ditempat tinggal DIDIK , rumah yang cukup besar namun sangat terlihat sunyi seperti tak ada kehidupan didalamnya.....
" Ayo masuk.....??? " ucapnya saat pintu sudah terbuka . " Gak usah MAS , aku nunggu didepan aja " tolaknya cepat sembari mengarahkan pandangannya pada sepasang kursi diteras depan.....
" Oke , aku buatin kamu teh anget ya " ujarnya basa - basi . " Atau cokelat panas , gimana.....??? " imbuhnya .
Tak lama kemudian keluarlah DIDIK dengan nampan berisi secangkir coklat panas ditangannya . " Habiskan , mumpung masih anget " ucapnya sembari meletakkannya dimeja . " Aku mandi bentar , nanti setelah itu aku antar kamu pulang " imbuhnya . Dan dibalas dengan senyuman oleh SINTYA .
Hawa dingin yang menyengat membuatnya tak menyia - nyiakan secangkir coklat panas yang ada didepannya , menyesap minuman itu hingga habis . Tanpa ia tau bahwa minuman itu adalah awal tanda BAHAYA yang tengah mengintai dirinya.....
Hingga beberapa menit kemudian SINTYA merasakan keanehan . Tubuhnya tiba - tiba terasa panas , ia merasa merinding entah karena terpaan angin malam atau apalah ia juga bingung , apalagi semakin lama ia merasa tubuhnya bergejolak seperti ada sesuatu yang menggerayangi tubuhnya . Dengan susah payah ia berusaha bangkit dari duduknya namun entah mengapa pandangannya mulai kabur hingga detik kemudian tubuhnya lunglai tak sadarkan diri dilantai.....
DIDIK yang mengetahui itu langsung menghampiri SINTYA dengan seringai mesumnya , menatapnya lekat - lekat wajah cantik yang tak berdaya itu . Mengangkat tubuh mungil itu kedalam pelukannya ala brindle style , membaringkannya diranjang yang sudah berhiaskan taburan kelopak mawar merah seolah ini adalah malam pertama mereka.....
" Lihatlah sayang , betapa indahnya tubuhmu saat berada diranjangku , " gumamnya sembari mengelus lembut wajah cantik SINTYA yang berbeda dibawahnya . Puas memandanginya , DIDIK pun bangkit dengan lutut sebagai tumpuan . Melepas kaos yang dipakainya lalu kembali membungkuk mendekatkan wajahnya untuk melancarkan aksinya.....
" Sayang , sadarlah buka matamu . Apa kau tak ingin merasakan sentuhanku . " Ucapnya sembari menjelajah wajah cantik itu dengan jemarinya.....
" Sayang , aku ingin mendengar kau mendesah.....!!! " ucapnya hendak mencium bibir ranum itu.....
BRENGSEK.....!!!
😤😤😤😤😤😤😤😤😤😤
BUG... BUG... BUG.....
NEXT.....👇👇👇