
Happy Reading.....!!!
*****
Setelah selesai dengan ritual mandinya , SINTYA bergabung dengan anggota keluarga yang lain untuk makan malam bersama . Setelah selesai kedua orang tua SINTYA pun pamit untuk pulang kerumahnya . Karena sejak awal menikah PRAS mengajak HANA untuk tinggal bersama kedua orang tuanya .
" Sayang , jaga dirimu baik - baik . Kabari BUNDA jika ada apa - apa.....??? " Ujar HANA pada putrinya . " Iya bunda , hati - hati ya ayah . " sahut SINTYA mengecup tangan kedua orang tuanya bergantian .
Setelah kepergian PRAS dan HANA , SINTYA pun masuk kedalam kamar untuk istirahat , begitu pula dengan kakek neneknya .
~
~
~
Malam pun berlalu begitu cepat , berubah menjadi pagi dengan sinar matahari yang mulai muncul dari persembunyiannya.....
Menampakkan kesempurnaan cahayanya mengiringi keceriaan yang nampak jelas diwajah SINTYA saat ini.....
Namun keceriaan itu tak berlangsung lama , wajah yang tadinya berbinar seketika berubah menjadi merah padam saat sorot matanya menangkap sosok lelaki yang hampir merenggut kehormatannya . Dengan langkah pasti dia pun mendekati kedua orang itu yang sedang bercengkrama.....
PLAKKK.....
Tamparan keras pun melayang tepat mengenai wajah tampan DIDIK , tamparan penuh emosi dan amarah yang berkobar yang dilayangkan SINTYA itu cukup menyita perhatian beberapa karyawan yang berada dalam ruangan tersebut.....
" Brengsek....." umpat SINTYA tepat didepan wajah DIDIK yang tengah meringis sakit memegangi pipinya yang berubah merah bekas tamparan keras dari SINTYA.....
" Apa yang kau lakukan " sela DIDIK cepat . " Seharusnya aku yang bertanya padamu , apa yang kamu lakukan padaku kemarin . Teganya mas DIDIK berbuat itu padaku . " Seru SINTYA dengan nada yang cukup tinggi .
" Ck...salah paham " seru SINTYA dengan senyum sinis . " Kau sengaja memasukkan obat perangsang diminumanku dan kau mencoba melecehkan aku . Apa itu semua salah paham , sungguh kau sangat menjijikkan . " Ucap SINTYA dengan emosi yang menggebu - gebu .
" Maaf , kemarin aku KHILAF . " Sahutnya dengan tampang memelas yang dibuat - buat . " Khilaf , apa maksudmu.....??? bahkan kau sudah merencanakannya bukan . Kau benar - benar lelaki menjijikkan.....??? " seru SINTYA begitu emosi sembari melayangkan kembali telapak tangannya untuk menampar DIDIK.....
PLAKKK......
DIDIK yang merasa dipermalukan pun mulai tak terima hingga akhirnya ia pun lepas kendali , dengan penuh emosi ia pun mengangkat tangannya untuk menampar wajah SINTYA . Namun belum sampai tangan itu berhasil menyentuh wajahnya , ada tangan orang lain yang berhasil mencegahnya , mencengkeram erat tangan DIDIK lalu menghempaskannya hingga siempuhnya tersungkur karena tidak siap dengan serangan tiba - tiba .
Sedangkan tempat itu pun semakin terdengar riuh karena pertengkaran mereka . Apalagi melihat kedua pria yang terkenal tampan itu berkelahi hanya karena SINTYA , gadis yang terkenal polos dan lugu yang mereka pikir bukanlah wanita yang pantas jadi rebutan .
" Sudah kuperingatkan kau , jangan sekali - kali kau menyentuhnya . Apalagi dengan tanganmu yang kotor ini.....??? " ucap DAVID penuh tekanan disetiap kalimatnya sembari mencengkeram kerah baju DIDIK . " Sekali lagi aku melihat kau menyentuhnya , akan kupatahkan tanganmu ini . MENGERTI.....??? " imbuhnya.....
DIDIK yang merasakan sakit hati atas perlakuan itu pun tiba - tiba menendang perut DAVID dengan keras .
DEPP.... BRUKKK.....
Tubuh DAVID yang tak siap itu pun terhuyung kebelakang hingga membentur beberapa meja kerja diruangan itu . Setelah berhasil berdiri DIDIK kembali menyerang DAVID bertubi - tubi.....
BUG... BG... BUG.....
" HENTIKAN.....??? ".....
😨😨😨😨😨😨😨😨😨😨
NEXT.....👇👇👇