The Secret Of First Love

The Secret Of First Love
61.AJARI AKU MENCINTAIMU...



Happy Reading.....!!!


*****


Mendengar permintaan SINTYA , membuat DIDIK semakin merasa bersalah . Apalagi permintaan yang menurutnya sangat jauh dari prediksinya . " Baiklah , jika dengan cara itu bisa membuatmu memaafkan semua kesalahanku . Akan aku pastikan bahwa ini adalah pertemuan terakhir kita . " Ujar DIDIK penuh ketulusan disetiap kata - katanya . " Terima kasih , karena kamu sudah memberiku maaf . " Imbuhnya.....


Setelah beberapa menit kemudian , DAVID dan SINTYA pun pamit untuk pulang . Meninggalkan DIDIK sendirian diatas ranjang kesakitan itu . Merenungi semua kesalahan yang dilakukannya selama ini , apalagi dengan melihat kondisinya sekarang . Kondisi yang menurutnya sebuah karma .


Mungkin ini adalah balasan yang harus ia terima akibat kelakuan buruknya , yang selalu mempermainkan hati dan perasaan wanita hingga akhirnya karma buruk menimpa dirinya .


Dengan perlahan namun pasti DIDIK turun dari ranjang kesaktiannya , keluar dari kamar tersebut dan masuk dalam lift menuju lantai paling tinggi dari bangunan arsitektural itu . Melangkah lebih jauh mendekati bibir pembatas gedung , meluapkan emosi dan perasaan sesal yang datang membelenggu hatinya secara bersamaan .


AAGGHHH.....


Entah apa yang ada dipikirannya sekarang hingga membawa dirinya datang ketempat sunyi dan gelap ini sendirian .


Mungkin ini yang terbaik , mungkin keputusan ini salah namun inilah yang terbaik untuk semuanya . Batin DIDIK yang terus berperang dalam hati dan pikirannya.....


Melangkah menaiki pembatas gedung , menghela nafas panjang dan mulai memejamkan matanya . Menghalau segala keraguan dalam hati akan keputusanya dan akhirnya.....


BRUKKK.....


Tubuhnya terjatuh bersamaan dengan tubuh gadis yang memeluknya dengan erat . Mencegah agar tubuhnya tak jatuh kelantai dasar . Entah siapa gadis yang menggagalkan sekaligus menyelamatkannya dari kematian .


" Apa kau sudah gila " ucap seorang gadis , setelah berhasil menarik dan memeluk tubuh kekar DIDIK . Lelaki yang sangat dicintainya sejak dua tahun terakhir .


Hingga suara yang tak asing itu masuk indra pendengarannya dan memaksanya membuka mata .


" SEKAR , untuk apa kau disini.....??? " ujar DIDIK yang terkejut dengan kedatangan gadis itu . Gadis yang selama ini sangat dibencinya dan begitu pula sebaliknya dengan SEKAR . " Harusnya aku yang bertanya padamu . Apa kau gila hingga mau melompat dari gedung ini dan mengakhiri hidupmu . " Ujar SEKAR dengan tangis yang tertahan .


Melihat gadis yang tengah menangis karenanya , mengkhawatirkan dirinya itu membuat hati DIDIK terharu hingga tak sanggup mengungkapkan dengan kata - kata . Tatapan mata yang tadinya kosong sekarang berbinar melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat sejak kepergian MARISSA kekasihnya .


" Apa kau begitu frustasi dengan kebersamaan DAVID dan SINTYA , hingga kau melakukan hal bodoh ini . " Ujar SEKAR dengan tatapan mata nanar yang menatap mata DIDIK . Mencari kebenaran dari pertanyaannya sendiri lewat mata lelaki yang dicintainya itu . " Tidak , bukan itu alasanku ingin mengakhiri hidup . Tapi hidupku yang tak lagi sempurna . Tak ada lagi alasan untukku tetap berada didunia . Tak ada satu orang yang menginginkan keberadaanku . " Ujar DIDIK frustasi.....


Mendengar semua curahan hati DIDIK membuat SEKAR berfikir untuk memberanikan dirinya , mengungkapkan perasaan yang selama ini ia tutupi . Menyatakan cintanya pada lelaki yang sekarang terlihat rapuh itu . " Jika ada yang meminta kau bertahan , apa kau akan melakukannya " ucap SEKAR .


" Jangan mencoba mengelabui diriku dengan harapan yang tak mungkin terjadi SEKAR , jika memang ada orang yang menginginkan keberadaanku mungkin aku tidak akan pernah datang ketempat ini . " Sahut DIDIK sembari tersenyum kecut menertawakan dirinya sendiri yang merasa tak berarti bagi siapa pun .


" Aku yang menginginkanmu , aku ingin kau tetap hidup . Bersamaku , disampingku , menjadi bagian dari diriku . " Ujar SEKAR dengan kesungguhan , berharap agar DIDIK mau mempertimbangkan keputusanya untuk tidak pergi .


" Aku sudah bilang , jangan memberiku harapan dengan omong kosong . Lagi pula aku tidak memiliki alasan untuk bertahan demi dirimu " sahut DIDIK . " Karena aku mencintaimu , dan itu cukup bagiku , meminta agar kau tetap berada disini . " Ucap SEKAR , menundukkan wajahnya karena malu telah menyatakan perasaan cintanya .


DIDIK yang mendengar pengakuan cinta gadis didepannya itu sempat terkejut dibuatnya , bagaimana bisa gadis yang selama ini sangat membencinya ternyata juga menyimpan rasa cinta untuknya . " Jangan bercanda , aku tidak mau kau mengatakan itu karena kasihan . " Ujar DIDIK yang langsung mendapatkan gelengan kepala oleh SEKAR .


" Jika itu benar , maka buktikan bahwa cintamu benar adanya . " Imbuhnya , menatap bibir ranum SEKAR kilas sebelum kembali menatap mata indah SEKAR .


SEKAR yang menyadari isyarat DIDIK sebagai tanda bukti cintanya mulai mendekatkan wajahnya , mendaratkan ciuman pertamanya pada lelaki yang dicintainya itu .


CUP... EMMM.....


Sedangkan DIDIK yang sempat meragukan kesungguhan SEKAR mulai terhanyut dan mengimbangi ciuman itu , memberi ******* lembut pada bibir ranum SEKAR .


" AJARI AKU MENCINTAIMU " ujar DIDIK setelah ciuman mereka berakhir.....


NEXT.....👇👇👇