
Happy Reading.....!!!
*****
Setelah mengganti pakaian basah mereka dengan pakaian yang kering , DAVID melangkah menuju dapur membuat dua cangkir teh hangat , satu untuk SINTYA dan satu lagi untuknya sendiri . Membawanya keruang tv dimana SINTYA berada , meletakkannya dimeja lalu duduk disamping tubuh kekasihnya yang tengah bergetar itu .
" Minum tehnya , mumpung masih hangat " ujar DAVID menyodorkan satu cangkir teh hangat itu pada kekasihnya , dan diterima dengan senang hati oleh SINTYA . " Terima kasih " sahut SINTYA sembari mengulas senyum hangat ia berikan untuk DAVID .
Mereka pun menikmati teh hangat itu bersama , menyesapnya sedikit demi sedikit hingga cangkir teh itu tandas . " Apa sudah lebih baik " ucap DAVID setelah meletakkan cangkir kosong itu diatas meja . " Lebih baik dari pada sebelumnya , emmm... boleh aku bertanya sesuatu.....??? " sahut SINTYA mencoba untuk mengungkapkan isi pikirannya .
" Katakan saja , akan kujawab jika aku tau " sahut DAVID sembari mengubah posisi tubuhnya , menghadap lurus menatap SINTYA dan siap memberi jawaban dari segala pertanyaan kekasihnya . " Bagaimana bisa kau menemukan tempat dimana MAS DIDIK menculik dan menyekapku.....!!! " ucap SINTYA yang ingin mengetahui bagaimana cara DAVID menemukan tempat itu . Tempat yang jauh , bahkan jaraknya hampir 20 kg meter dari kota mereka .
DAVID yang mengerti keingin tahuan kekasihnya itu pun tersenyum sembari mengelus lembut pipi SINTYA . Dengan perlahan ia mulai menata ingatannya kembali , menceritakan bagaimana cara dan rintangan yang dihadapinya untuk bisa menemukan kekasihnya dan berhasil membebaskan SINTYA dari tangan lelaki brengsek itu .
FLASH BACK ON.....
DIMAS yang belum siap menerima serangan DAVID pun tersungkur diaspal . Bukan karena tak sanggup melawan , hanya saja ia terkejut dengan aksi DAVID yang menyerangnya tiba - tiba . " Brengsek " umpat DIMAS mencoba berdiri kembali untuk membalas serangan DAVID , namun pergerakannya kalah cepat hingga kedua tangannya berhasil dicengkeram dan diplintir kebelakang . " Lepasin tangan gue brengsek " ujarnya meronta agar terlepas dari cengkraman DAVID . Sedangkan teman DIMAS tidak bisa menolong dan ikut campur karena larangan dari DIMAS .
" Tapi SINTYA bilang , loe ngajak dia ketemu ditaman . Gue tau selama ini loe deketin SINTYA untuk merebutnya dari gue . " Sahut DAVID dengan suara tinggi dan menggebu - gebu . " Ya loe bener , gue memang mau ngerebut SINTYA dari tangan loe . Sama seperti dulu saat loe merebut MARISSA dari gue . " Ujar DIMAS tak kalah meninggikan suaranya , meluapkan emosi dan amarah yang selama ini dipendamnya bertahun - tahun .
" Jadi loe____??? " ucap DAVID yang mulai mengerti alasan DIMAS mendekati SINTYA . Dan itu karenanya , masalah yang tercipta dari masa lalunya . " Ya gue kekasih MARISSA , kekasih yang dicampakkan begitu saja demi lelaki seperti loe " sahut DIMAS .
" Loe salah paham , gue nggak pernah rebut MARISSA dari siapapun . Kita hanya sahabat nggak lebih , gue juga nggak punya perasaan apapun sama dia . " Ujar DAVID menjelaskan KEBENARAN TENTANG MARISSA .
" Tapi SINTYA nggak sama gue , gue nggak pernah mengajaknya ketemu " sahut DIMAS . " Gue nongkrong dengannya dari sore , loe bisa tanya temen gue kalau loe nggak percaya " imbuhnya . Dan ucapan DIMAS mendapat anggukan dari temannya .
Dan itu membuat DAVID kembali frustasi karena tak kunjung menemukan kekasihnya . Sampai suara DIMAS mengejutkanya , ralat bukan suara melainkan nama yang disebutkannya , nama yang bahkan tidak ada dipikirannya sama sekali . Entah lupa atau apa yang membuatnya tak menaruh curiga sedikitpun pada orang itu .
" DIDIK , ya jika SINTYA tidak bersama kita . Pasti SINTYA sekarang bersama DIDIK " Ujar DIMAS yang merasa yakin dengan instingnya .
Dan setelahnya mereka sepakat untuk mencari SINTYA bersama , dengan bantuan teman DIMAS yang kebetulan sedikit mengetahui cara melacak keberadaan seseorang melalui ponselnya , lebih tepatnya melacak titik keberadaan ponsel milik DIDIK karena ponsel SINTYA mati .
SINTYA , tunggu aku sayang . Bertahanlah sampai aku datang untuk menyelamatkanmu.....
Setelahnya mereka melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan menuju tempat dimana titik ponsel DIDIK ditemukan . Dan ditempat itu DAVID benar - benar menemukan SINTYA kekasihnya .
FLASH BACK OFF.....
" Sekarang istirahatlah , biar aku yang menjagamu disini " ujar DAVID menepuk pahanya , memberikan kode agar SINTYA berbaring dan menggunakan paha miliknya sebagai bantalan.....
Dan SINTYA pun dengan senang hati menerima tawaran sang kekasih yang begitu menyayanginya . Hingga tak lama kemudian ia pun tertidur dengan nyenyak karena merasa nyaman dengan sentuhan tangan DAVID yang mengelus lembut kepalanya.....
NEXT.....👇👇👇