The Secret Of First Love

The Secret Of First Love
49.DALAM BAHAYA...



Happy Reading.....!!!


*****


SINTYA yang geram pun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya , beranjak dari ranjang untuk pergi meninggalkan tempat itu . Namun langkahnya terhenti saat tangannya tertahan oleh DIDIK yang mencengkramnya . " Lepaskan tangan kotormu dariku " ucap SINTYA menolehkan wajah datarnya pada DIDIK . " Akan kulepaskan setelah kita bersenang - senang " sahut DIDIK sembari menarik tubuh SINTYA kedalam pelukannya .


" Lepaskan aku brengsek " berusaha meronta agar terlepas dari cengkraman DIDIK yang mengungkungnya . " Jangan macam - macam atau aku akan teriak " imbuhnya mencoba melayangkan ancaman agar pria brengsek itu melepaskannya .


Namun usahanya tak membuat takut lelaki itu , bahkan sekarang DIDIK semakin mengeratkan pelukannya . Dan itu sukses membuat SINTYA semakin ketakutan hingga membuatnya kembali meronta . " Teriak sesukamu , aku sangat menyukainya . Apalagi mendengar kau mendesah , mungkin jauh lebih merdu bukan . " Sahut DIDIK disertai gerakan melempar tubuh SINTYA keatas ranjang .


BUG.....


Suara dari kepala SINTYA yang terbentur punggung ranjang , hingga menyisakan rasa sakit pada kepala belakangnya . Namun SINTYA tak menghiraukan sakitnya , apalagi melihat DIDIK yang semakin mendekat dan melepaskan kemejanya tak sabaran hingga beberapa kancing kemeja itu lepas dan berhamburan kesembarang arah .


Mata SINTYA pun melebar melihat tubuh atas DIDIK yang sudah tak berpenghalang , bahkan tubuhnya pun bereaksi meringsut mundur karena merasa dirinya , DALAM BAHAYA . " Jangan mendekat , aku bilang jangan mendekat " ucap SINTYA penuh penekanan agar DIDIK menghentikan langkahnya .


DIDIK yang mendengar ucapan SINTYA pun semakin mendekat , bahkan gairah seksualnya justru meningkat saat melihat penolakan gadis ayu itu . " Tenanglah , aku tak kan menyakitimu . Justru aku akan memberimu kenikmatan yang belum pernah kau rasakan " ucap DIDIK yang sudah berada diatas tubuh SINTYA dengan lutut dan siku sebagai tumpuan .


Sedangkan SINTYA yang berada dibawah kuasa DIDIK pun terus meronta dan menangis , bahkan tubuhnya bergetar hebat menandakan bahwa ia sangatlah ketakutan .


HIKS... HIKSSS.....


" Lepaskan , aku mohon lepaskan aku " ucap SINTYA lirih . Namun DIDIK tak menggubris permohonan gadis lemah itu , entah memang tak mendengar atau DIDIK yang pura - pura tuli .


Sedangkan pergerakan mesum DIDIK itu membuat SINTYA tersentak kaget dan refleks menendang bagian vital DIDIK yang sudah setengah menegang . Setelah itu mendorong tubuh DIDIK hingga tersungkur dilantai .


" Aagghhh... brengsek . Kau mau main kasar rupanya , baik jika itu maumu . Dengan senang hati aku melakukannya . " Umpatnya sembari memegangi pusakanya yang terasa ngilu .


Dan SINTYA tak membuang kesempatan itu untuk kabur mendekati pintu , namun usahanya sia - sia karena pintu kamarnya terkunci . Dan membuatnya berhasil tertangkap oleh DIDIK , dan terlempar kembali keatas ranjang .


DIDIK yang sudah tak bisa menahan gejolak gairahnya itu langsung menindih tubuh SINTYA , mencengkeram kedua tangan SINTYA keatas kepalanya dan selanjutnya.....


KREEKKKKKK.....


Kemeja yang membungkus tubuh SINTYA pun terkoyak dengan satu tarikan tangan DIDIK dan berhasil mengekspos keindahan tubuh mulusnya dengan sempurna . Ya meskipun masih ada kain berenda yang menutupi dada SINTYA , namun bayangan benda sintal itu sudah tersalurkan diotak mesum DIDIK .


SINTYA yang tak bisa melawan kebrutalan DIDIK pun hanya mampu menangis memanggil satu nama dalam hatinya .


MAS DAVID tolong SINTYA.....!!! batinnya menjerit berharap akan datang menolongnya.....


BRUKKK.....


" BRENGSEK.....!!! "......


NEXT.....👇👇👇