
Happy Reading.....!!!
*****
SINTYA yang geram pun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya , beranjak dari ranjang untuk pergi meninggalkan tempat itu . Namun langkahnya terhenti saat tangannya tertahan oleh DIDIK yang mencengkramnya . " Lepaskan tangan kotormu dariku " ucap SINTYA menolehkan wajah datarnya pada DIDIK . " Akan kulepaskan setelah kita bersenang - senang " sahut DIDIK sembari menarik tubuh SINTYA kedalam pelukannya .
" Lepaskan aku brengsek " berusaha meronta agar terlepas dari cengkraman DIDIK yang mengungkungnya . " Jangan macam - macam atau aku akan teriak " imbuhnya mencoba melayangkan ancaman agar pria brengsek itu melepaskannya .
Namun usahanya tak membuat takut lelaki itu , bahkan sekarang DIDIK semakin mengeratkan pelukannya . Dan itu sukses membuat SINTYA semakin ketakutan hingga membuatnya kembali meronta . " Teriak sesukamu , aku sangat menyukainya . Apalagi mendengar kau mendesah , mungkin jauh lebih merdu bukan . " Sahut DIDIK disertai gerakan melempar tubuh SINTYA keatas ranjang .
BUG.....
Suara dari kepala SINTYA yang terbentur punggung ranjang , hingga menyisakan rasa sakit pada kepala belakangnya . Namun SINTYA tak menghiraukan sakitnya , apalagi melihat DIDIK yang semakin mendekat dan melepaskan kemejanya tak sabaran hingga beberapa kancing kemeja itu lepas dan berhamburan kesembarang arah .
Mata SINTYA pun melebar melihat tubuh atas DIDIK yang sudah tak berpenghalang , bahkan tubuhnya pun bereaksi meringsut mundur karena merasa dirinya , DALAM BAHAYA . " Jangan mendekat , aku bilang jangan mendekat " ucap SINTYA penuh penekanan agar DIDIK menghentikan langkahnya .
DIDIK yang mendengar ucapan SINTYA pun semakin mendekat , bahkan gairah seksualnya justru meningkat saat melihat penolakan gadis ayu itu . " Tenanglah , aku tak kan menyakitimu . Justru aku akan memberimu kenikmatan yang belum pernah kau rasakan " ucap DIDIK yang sudah berada diatas tubuh SINTYA dengan lutut dan siku sebagai tumpuan .
Sedangkan SINTYA yang berada dibawah kuasa DIDIK pun terus meronta dan menangis , bahkan tubuhnya bergetar hebat menandakan bahwa ia sangatlah ketakutan .
HIKS... HIKSSS.....
" Lepaskan , aku mohon lepaskan aku " ucap SINTYA lirih . Namun DIDIK tak menggubris permohonan gadis lemah itu , entah memang tak mendengar atau DIDIK yang pura - pura tuli .
Sedangkan pergerakan mesum DIDIK itu membuat SINTYA tersentak kaget dan refleks menendang bagian vital DIDIK yang sudah setengah menegang . Setelah itu mendorong tubuh DIDIK hingga tersungkur dilantai .
" Aagghhh... brengsek . Kau mau main kasar rupanya , baik jika itu maumu . Dengan senang hati aku melakukannya . " Umpatnya sembari memegangi pusakanya yang terasa ngilu .
Dan SINTYA tak membuang kesempatan itu untuk kabur mendekati pintu , namun usahanya sia - sia karena pintu kamarnya terkunci . Dan membuatnya berhasil tertangkap oleh DIDIK , dan terlempar kembali keatas ranjang .
DIDIK yang sudah tak bisa menahan gejolak gairahnya itu langsung menindih tubuh SINTYA , mencengkeram kedua tangan SINTYA keatas kepalanya dan selanjutnya.....
KREEKKKKKK.....
Kemeja yang membungkus tubuh SINTYA pun terkoyak dengan satu tarikan tangan DIDIK dan berhasil mengekspos keindahan tubuh mulusnya dengan sempurna . Ya meskipun masih ada kain berenda yang menutupi dada SINTYA , namun bayangan benda sintal itu sudah tersalurkan diotak mesum DIDIK .
SINTYA yang tak bisa melawan kebrutalan DIDIK pun hanya mampu menangis memanggil satu nama dalam hatinya .
MAS DAVID tolong SINTYA.....!!! batinnya menjerit berharap akan datang menolongnya.....
BRUKKK.....
" BRENGSEK.....!!! "......
NEXT.....👇👇👇