
Happy Reading.....!!!
*****
Setelah selesai dengan makan siangnya SEKAR dan SINTYA kembali keruang kerja mereka , meninggalkan DAVID sendirian dikantin . Namun saat baru menginjakkan kaki diruangan tersebut mereka dibuat bingung dengan aksi dari beberapa temannya yang tengah asyik bergosip . " Mereka lagi ngomongin apaan sih , serius banget " ujar SEKAR yang mulai kepo melihat segerombolan temannya .
" Udah biarin ajalah , paling mereka lagi bahas tentang cowok " sahut SINTYA , mengerti dengan kebiasaan dari teman - temannya yang suka bergosip . Memangnya apalagi yang membuat mereka seperti itu kalau bukan tentang cowok , pikirnya .
Namun langkah SINTYA terhenti ketika mendengar namanya dipanggil , membuat dirinya berbalik dengan kebingungan yang terlihat jelas diraut wajahnya . " SINTYA , loe udah tahu belum HOT NEWS hari ini . " Ujar ARUM . " Maksudnya , emang hubungannya denganku apa " sahut SINTYA yang semakin dibuat kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan padanya .
" Ya jelas ada hubungannya , karena sekarang DIDIK kabarnya sudah risent dari kantor ini . " Uljarnya lagi , mendengar kabar tersebut membuat SINTYA sedikit kaget . Namun ada sedikit rasa lega dan tenang karena sekarang tidak ada lagi yang akan mengganggu dirinya .
" Risent , kalian tau dari mana . Alasannya apa.....??? " kali ini suara SEKAR yang menyahuti .
" Kita tahu dari anak definisi sebelah , kabar yang kita dengar sih dia risent karena kecelakaan gitu . Tapi nggak tahu benar apa nggak " ujar SITA , menjelaskan apa yang didengar dan diketahuinya . " Tapi kok aneh ya , memang separah apa lukanya . Kok pakek risent segala " sahut SEKAR menimpali ucapan SITA .
" Yang gue dengar sih katanya kecelakaan itu menyebabkan anggota tubuhnya cacat permanen gitu . " Ujar ARUM , membuat SINTYA semakin terkejut dengan apa yang didengarnya . Membuatnya merasa simpati dengan keadaan DIDIK , ya meskipun ia sangat membenci pria brengsek itu . " Gimana kalau nanti kita jengukin dia dirumah sakit , setelah pulang dari kantor " sahut SINTYA .
Dan ucapanya itu mendapat anggukan dari para temannya , meskipun DIDIK terkenal tukang bikin onar tapi tetap saja dia pernah menjadi teman bahkan bagian dari definisi yang sama . Dan alasan itulah yang membuat mereka sepakat untuk melihat keadaan DIDIK dirumah sakit sore nanti .
" MAS DAVID , nanti pulangnya kita jengukin mas DIDIK dulu bisa nggak......??? " ujar SINTYA saat melihat kedatangan lelaki itu dari kantin . Mengajak kekasihnya untuk melihat kondisi DIDIK yang kabarnya dirawat dirumah sakit .
" Tidak , ngapain jengukin pria brengsek itu . Aku nggak mau kamu sedih lagi karena melihat dia . " Sahut DAVID dengan muka datarnya karena mendengar permintaan kekasihnya itu .
Permintaan yang menurutnya sangat konyol , bagaimana bisa kekasihnya itu masih memiliki rasa simpati pada pria yang hampir melecehkannya , berniat merusak masa depannya . " Apa kamu lupa betapa jahatnya dia memperlakukan dirimu . " Ujar DAVID , mengingatkan kembali kekasihnya itu tentang kebejatan yang DIDIK lakukan .
" Maaf , sudah membuatmu marah . " Sahut SINTYA dengan suara lirihnya , namun masih bisa terdengar oleh DAVID . " Aku bukannya marah sayang , aku takut kamu histeris lagi saat melihatnya . Aku takut trauma itu kembali menguasaimu dan berakhir menyakiti dirimu sendiri . " Ujar DAVID menjelaskan rasa kekhawatirannya pada SINTYA .
Melihat raut wajah sedih kekasihnya itu membuat DAVID bingung , membuatnya terpaksa menerima ajakan SINTYA untuk menjenguk pria brengsek yang sangat dibencinya itu . " Baiklah , tapi ingat jangan pernah jauh dariku . Mengerti.....??? " ujar DAVID , memperingatkan SINTYA agar selalu dekat dengannya .
NEXT.....👇👇👇