
Happy Reading.....!!!
*****
Pukul dua dini hari , SINTYA yang saat itu tengah pingsan mulai mendapatkan kesadarannya kembali . Menggercapkan matanya berulang kali untuk mengumpulkan setengah dari nyawanya yang belum sepenuhnya menyatu dengan tubuhnya .
" Auwww...ssssttt " rintihnya , merasakan kepala yang terasa sakit seperti dihantam puluhan palu . Apalagi tubuhnya yang terasa remuk dan ngilu , bahkan untuk sekedar bergerak saja rasanya sudah tak sanggup . Sekuat tenaga SINTYA berusaha bangkit dari ranjang untuk pergi kekamar mandi .
Namun pergerakannya terhenti saat merasakan tangannya digenggam erat seseorang " MAS DAVID " gumamnya lirih . Setelah mengetahui tangan siapa yang ia genggam , senyum indah terukir dibibir SINTYA . Apalagi melihat DAVID yang menemaninya hingga terlelap bahkan sampai tertidur dilantai .
Perlahan tapi pasti SINTYA masuk kamar mandi , merasa terganggu dengan jaket tebal yang dikenakannya , SINTYA pun melepaskan kain tebal itu .
Begitu jaket itu terlepas , mata SINTYA langsung melotot mendapati pakaiannya telah koyak tak berbentuk hingga menampilkan tubuh polosnya , meskipun masih ada kain berenda yang melekat menutupi aset berharga miliknya .
Dan itu membuatnya shock dan teringat bagaimana perlakuan DIDIK padanya , bagaimana lelaki itu berusaha melecehkan dan mebodainya . DIDIK , kilatan kejadian pilu yang dialaminya beberapa waktu lalu muncul dibenaknya dan membuatnya menangis histeris . " AKU KOTOR..., aaggrhhh....." tangisan pilu kembali terurai dari matanya .
HIKS... HIKS... HIKSSSSS.....
Mengingat kejadian itu membuat SINTYA seperti sudah ternodai , dengan tangisan pilu ia mengguyur tubuhnya dibawah air shower . Berusaha menghilangkan jejak lelaki brengsek itu dari tubuhnya . " Aku menjijikkan , aku benci kamu DIDIK " mengosok tubuhnya kasar hingga membuat tubuh mulusnya tergores akibat cakaran kukunya sendiri .
Sedangkan DAVID yang merasa terusik dengan suara tangis dan gemericik air itu mulai terbangun , menggercapkan matanya mencari sumber suara yang mengganggu tidurnya . Apalagi saat mendapati SINTYA tak berada diatas ranjang , dengan langkah gontai ia berjalan mendekati pintu kamar mandi .
DAVID yang mendengar suara tangisan kekasihnya itu langsung menekan hadle pintu yang memang tak dikunci , dan saat pintunya terbuka ia terkejut mendapati kekasihnya basah kuyup tengah menangis dan berusaha menyakiti dirinya sendiri dibawah guyuran air .
" SINTYA....." panggilnya dan langsung memeluk tubuh kekasihnya yang bergetar hebat . " Lepaskan , aku sudah kotor . Aku menjijikkan , kamu pasti jijik padaku . " Ujar SINTYA mencoba melepaskan pelukan DAVID karena merasa dirinya sudah kotor .
" Aku mencintaimu SIN , aku nggak merasa jijik padamu . " Sahut DAVID yang mencoba menenangkan SINTYA . " Hentikan , jangan menyakiti dirimu sendiri sayang . Aku mohon tenanglah " imbuhnya sembari memeluk tubuh kekasihnya lebih erat .
" Tapi aku kotor , MAS DIDIK telah memperko____!!! " sahut SINTYA dengan suara lirihnya , bahkan mengucapkan kalimat itu saja ia tak sanggup . " Tidak , aku pastikan itu tidak terjadi , aku pastikan lelaki brengsek itu belum menyentuh kehormatanmu . Percayalah , tak kan kubiarkan hal itu terjadi padamu . " Ujar DAVID memberi keyakinan pada SINTYA bahwa kesucian gadis itu masih utuh .
" Kau tak merasakan keanehan pada tubuhmu bukan , jadi tenanglah . " Imbuhnya sembari menatap mata sendu itu dan menyatukan dahi mereka . " Tapi MAS DIDIK berhasil menyen____!!! " ......
CUP.....
Merasa gemas DAVID membungkam SINTYA dengan memciumnya , menyalurkan ketenangan melalui sentuhan bibirnya . Karena membuat kekasihnya itu diam dengan kalimat ternyata tidak cukup . Jadi itulah yang harus dilakukannya agar SINTYA berhenti bicara dan menangis , dan akhirnya mereka berciuman dibawah guyuran air shower .
NEXT.....👇👇👇