
Happy Reading.....!!!
*****
Setelah beberapa menit perjalanan tibalah pemuda - pemudi itu ditempat tujuan mereka , menanyakan dimana letak kamar pasien atas nama DIDIK dirawat pada petugas informasi rumah sakit.
Setelah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan , mereka pun bergegas mencari ruang tersebut sesuai dengan petunjuk dari perawat itu .
Bunga Anggrek 13.....
Setelah berhasil menemukan ruang rawat inap DIDIK , mereka pun mencoba untuk membuka handle pintu . Namun pintu itu terbuka sebelum tangan DAVID berhasil memutar gagang pintunya dan menampilkan dua sosok wanita yang berprofesi sebagai dokter dan perawat .
" Maaf , ada yang bisa saya bantu " ucap sang dokter . Menutup pintu kamar itu kembali setelah selesai melakukan tugas untuk memeriksa pasien . " Kami ingin menjenguk teman , maksud saya pasien didalam . Ujar DAVID menjawab pertanyaan dari dokter .
" Bisa , tapi hanya dua orang yang diizinkan masuk . Karena waktu berkunjung telah habis dan pasien harus istirahat . " Ujar sang dokter yang mendapat anggukan mengerti dari mereka semua . " Baiklah , saya permisi dulu " imbuhnya dan berlalu meninggalkan ruang tersebut untuk melakukan pemeriksaan pada pasien lain .
Setelah kepergian dokter dan perawat itu , mereka berembuk menentukan siapa dua orang dari mereka yang masuk untuk melihat kondisi DIDIK , sedangkan yang lainnya menunggu kabar sembari duduk ditempat yang sudah tersedia didepan ruangan tersebut .
CEKLEKK.....
Mendengar pintu kamarnya terbuka , DIDIK yang semula memejamkan matanya untuk beristirahat terpaksa membuka matanya kembali . Mengarahkan pandangannya untuk melihat siapa kiranya yang datang berkunjung melihat kondisinya .
Namun dengan melihat kehadirannya sekarang membuat dirinya menyesal . Menyesal dengan segala apa yang pernah diperbuatnya pada gadis itu . " SINTYA , kamu datang menjeng____??? " kalimat DIDIK terhenti saat matanya menangkap sosok yang berada dibelakang gadis ayu itu .
" Kau.....??? " ujar DIDIK penuh tekanan . Melihat DAVID dengan tatapan penuh amarah dan kebencian yang teramat sangat . Namun DAVID tak menghiraukan tatapan mematikan itu , yang dilakukannya justru menyeringai puas melihat kondisi DIDIK yang nampak lemah dan itu karena perbuatannya .
" Bagaimana kondisimu , aku dengar kau mengalami kecelakaan hingga membuat kau mengalami cacat permanen . " Ujar DAVID sembari menggenggam tangan SINTYA dan mendekat kearah brangkar dimana DIDIK sedang berbaring .
" Seperti yang kau lihat , aku baik - baik saja " jawab DIDIK tanpa memandang lelaki yang menjadi satu - satunya alasan membuatnya berada ditempat sialan ini . " SIN , gimana kabarmu . Aku minta maaf , aku benar - benar menyesal . " Ujar DIDIK tulus sembari melihat SINTYA yang terus menundukkan kepalanya .
DIDIK yakin perbuatannya kemarin pasti meninggalkan rasa trauma pada SINTYA , dan itu terbukti dari gerakan tubuh SINTYA yang terus menjauh saat coba didekatinya .
Entah karena takut atau karena benci hingga SINTYA tak ingin memandangnya , melihat SINTYA yang tak bereaksi dengan ucapannya itu membuat DIDIK memberanikan diri untuk meraih dan menggenggam tangan gadis itu . " Lepaskan tangan kotormu itu darinya " ujar DAVID sembari menarik tangan SINTYA dari genggaman DIDIK .
" Aku hanya ingin meminta maaf , aku tidak bermaksud kurang ajar padamu . " Sahut DIDIK mencoba untuk memperbaiki hubungan antara dirinya dan SINTYA , berharap mendapatkan maaf dari gadis itu .
" SINTYA , katakan sesuatu . Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maafmu . " Ujar DIDIK penuh kesungguhan . " MENJAUH , hanya itu yang bisa membuatku melupakan dan memaafkan semua kesalahan yang MAS DIDIK lakukan " sahut SINTYA .
Karena dengan cara itulah SINTYA yakin bisa melupakan dan memaafkan DIDIK . Menjauh darinya , bahkan sejauh mungkin agar mereka tidak bertemu .
NEXT.....👇👇👇