The Only Love

The Only Love
Altarik Croz



Rafka menghembuskan asap rokoknya, laki laki itu kini sedang berada di basecamp yang ada di sekolah nya, sengaja ruang khusus di rooftop dia pake untuk basecamp toh mamahnya mengizinkannya saja, dia dan yang lainnya sedang memikirkan bagaimana membalas acturus karena sudah mengganggunya


Dirinya juga sudah menghabiskan 5 batang rokok dari pagi tadi dan belum memasuki kelasnya, biarkanlah jika cekgu besar mengadukannya pada mamah tercinta, hari ini pikirannya tidak bisa fokus pada pelajaran toh dia sudah pintar jadi tak susah susah memahami pelajaran yang di ajarkan


" Jadi gimana " tanya Rafka santai otaknya masih bebal saat ini belum menemukan ide yang tepat


" Gue takutnya mereka nekad dateng kesini " Ervan, pria itu menegak habis minuman sodanya


" Makanya kita gak boleh sampe kecolongan gue gak mau ada korban lagi " sahut Rafka bisa bisa dia di sunat dua kali oleh sang papah sampai membuat rusuh di sekolah apalagi sampai memakan korban, bandel boleh tapi tahu tempat


" HEH LOH BUJANG MAU KEMANA " teriak saga saat melihat Mario yang bersiap untuk pergi


" GUA MAU NGAPELIN BK " sahut Mario tak kalah nyolot


" LOH MAU NYERAHIN DIRI KE BK ", memang manusia tak berakhlak saut sautan teriak padahal jarak mereka tidak sampai 1 meter


" BI KOKOM ANJ- " teriak Mario tepat di kuping saga, membuat pria itu menggosok kupingnya emang setan si Mario


" Gak usah teriak goblok budek kuping gua " ucap saga ngegas


" Luh juga sama taik " sahut Ervan sambil menjeglug kepala tampan saga


Sekarang dua manusia beda gender itu sedang berada di ruang guru, gadis itu sudah menatap sengit pada orang yang berada di sampingnya


" Rafka karena kamu kemarin gak mengikuti ulangan harian kamu bisa minta tolong Farensca untuk mengajarkan soalnya " ujar cekgu besar alias ibu Susilawati ke pada Farensca dan Rafka yang berada di depannya memang tadi setelah pelajaran akhir selesai cekgu besar itu menyuruh dua rival ini untuk menghampirinya ke ruang guru


Rafka yang mendengar perintah cekgu besar menyeringai menatap gadis di sampingnya, hal yang sangat favorit untuk Rafka yaitu menjahili Farensca bahkan dulu saat mereka masih menginjak bangku SMP Rafka sering sekali menjahili Farensca sampai gadis itu menangis kejar dan tidak sampai situ Farensca pasti akan membalas lebih kejam lagi


" Mana bisa Bu, saya gak mau ngajarin dia mending saya drakoran di rumah " jawab Farensca dih ogah banget mengajari manusia ini ih, mendingan dia membayangkan yang manis manis dengan biasnya


" Iya Bu saya harus ada yang ngajarin, kemaren kan saya gak tau materinya " elak Rafka membuat Farensca menatapnya sengit


" Dia bohong Bu mana ada dia kan pinter pasti bisa "


" Berarti loh ngakuin gua Pinter dong "


" Dih dari pada gue harus ngajarin loh gelayy "


Brak


Farensca maupun Rafka menghentikan bacotanya saat melihat gebrakan meja di hadapannya


" Gak ada penolakan Farensca kamu ajarin Rafka sekarang kalo gak nilai kamu ibu kurangin " ucapnya tegas


" Mana bisa_"


" Gak ada penolakan cepat !" Farensca menghembuskan nafasnya, tidak asik sekali mainya nilai mana bisa nolak dia, kampret emang si Rafka senengnya bikin susah


" Apa loh liat liat " seru Farensca


Rafka terkikik geli senang sekali melihat wajah garang Farensca " ayo Bu guru belajarnya di mana " tanya Rafka dengan nada yang di buat buat


" Jijik Taik " Farensca melangkahkan kakinya menuju perpus di ikuti oleh Rafka di belakangnya


" Cepet ah lama banget ngerjainnya "


" Dih kan loh di suruh ngajarin gua "


" Dih ogah kerjain ajah sendiri "


" Ayo dong ajarin Bu guru " ucap Rafka sambil mencolek colek dagu gadis itu menggunakan pulpennya


"Aw aw sakit ren loh mah mainya kasar " bagaimana tidak gadis itu menjambak rambut Rafka dengan kencang memang tidak ada alus alusnya jadi cewek


Farensca langsung melepaskan jambakanya dan menatap nyalang pria di hadapannya bilangin kalo udah ketemu modelan Rafka darahnya langsung naik lama lama dia punya penyakit darah tinggi deket deket Ama si Rafka" Makanya buruan kerjain, gua tau Luh bisa jangan pura pura bego gua sumpahin bego beneran loh "


" Iya loh tuh marah marah Mulu sama gue heran dah " sahut Rafka dengan lesuh dan mengerjakan soal ulangannya


" Gak usah caper!"


" Hay Ren " sapa seseorang dengan senyum manisnya menghampiri Farensca dan Rafka


" Eh Allan " Farensca tersenyum manis saat melihat orang yang menyapanya, dia Allan ketua OSIS di SMA Altarik Allan itu punya daya tarik tersendiri apalagi jika tersenyum dengan lesung pipinya membuatnya semakin manis gimana gak adem coba hati Farensca jika melihat Allan dari pada melihat wajah tengil Rafka


" Ada apa lan " tanya Farensca dengan senyumnya


" Gue mau minta tolong loh sibuk gak "


" Tapi itu Rafka " manik mata Allan menatap Rafka tidak enak, dia takut mengganggu aktivitas mereka


" Oh gak papah dia udah mau selesai, mau minta tolong apa "


" Yaudah ikut gue ke ruang OSIS " Allan menarik lembut pergelangan Farensca membuat gadis itu senyum senyum


Rafka yang melihat itu tidak percaya apalagi melihat wajah Farensca yang mesem mesem tak jelas


" Giliran sama gue judesnya nauzubillah, eh giliran sama si Alan Walker lembut banget "


" Dih sok uwuw uwuw lagi pegang pegangan tangan udah kek mau nyebrang "


" Padahal nih ya gantengan juga gue, si Alan mah gak ada apa apanya, dia timbang ketua OSIS lah gue anak yang punya yayasan " grutu Rafka ya bukan apa apa ya emang bener ko dia kan Ganteng, pinter, kaya baik hati dan tidak sombong lagi


" Jealous ya Luh bos " ucap seorang tiba tiba membuat Rafka terlonjak kaget ingin rasanya ia memusnahkan manusia yang sudah mengagetkannya


" Anj- setan sejak kapan loh di situ " siapa yang tidak geram tiba tiba muncul makhluk seperti saga di sampingnya


Sedangkan yang di bicarakan hanya menyengir kuda " sorry bos gua sebenarnya dari tadi disini sama si Mario tapi tuh anak kadal lagi kebelet "


" Loh berarti nguping omongan gua "


"Hehehe " emang monyet si saga tiba tiba datang seperti jelangkung membuat jantungnya ingin copot


" Mau ngapain loh di sinih " tanyanya, tanpa mengalihkan aktivitas menulisnya dia harus mengumpulkan tugasnya dengan cepat


" Oh ya, si gandi ngajak balapan mobil loh mau " ucapan saga membuat Rafka memberhentikan aktivitasnya


" Taruhannya apa " tanya Rafka santai


" Mobil sport, kalo dia kalah dia kasih mobi sport nya tapi kalo loh yang kalah sebaliknya "


" Deal " ucap Rafka tanpa memikirkannya lagi, biarlah nanti dia memikirkan cara bagaimana dia keluar rumah tanpa ketahuan oleh ibunda tercinta


...Saga ia calling 📞...


Hallo bos kita udah depan rumah loh nih


Yaudah suruh si Ervan masuk pelan pelan jangan sampe ada suara


Oke bos


Rafka mematikan panggilannya dan mengambil tali yang sudah dia siapkan rencana nya dia mau turun lewat balkon hebat bukan seperti sedang di pingit dan diam diam keluar rumah, untung saja dirinya sudah menyogok supir rumahnya untuk mengeluarkan mobilnya mamahnya tidak akan mendengar ada suara mobil sebab garasi dengan ruang keluarga nya jauh bisa membayangkan bagaimana besarnya rumah keluarganya, tapi lain lagi kalo dia yang turun lewat pintu utama yang pastinya akan melewati keluarganya bisa berabe tahu kan keluarganya ember semua mulutnya


" Eh anjer loh mau loncat " tanya Ervan sedikit berteriak menatap Rafka yang sedang menutup pintu balkon


" Gak lah lol, gua pake ini " Rafka menunjukkan tali yang ia pegang dan mengikatnya pada teralis besi rumahnya agar dia bisa dengan gampang turun


Bruk


"Anjink " umpat Ervan, bagaimana tidak kini dirinya tertindih badan Rafka sungguh sial malam ini


" Badan loh berat kebanyakan dosa ya " gumam Ervan yang masih bisa di dengar oleh Rafka


" Mulut loh badak " Rafka menatap nyalang pada Ervan yang sedang menggerutu


" Udah ayo cabut "


" Mobil loh? " Tanya Ervan, Rafka tak mungkin kan jalan kaki


" Udah di depan Paul, ayo buruan tar keburu ketahuan para bocil "


" Huh, itu Rafka sama Ervan " Devon menunjuk ke arah dua pemuda yang berlari ke arah mereka, jatohnya mereka seperti maling


" Ayo buruan cabut " Rafka dan yang lainnya langsung masuk dan menjalankan mobilnya ke arah tujuan


" Huh akhirnya lega juga " gumam seseorang setelah dia membuang hajatnya tapi matanya langsung melebar kala tidak melihat satu pun temannya yang tadi berada di sini, dan tunggu dia juga tidak melihat ke beradaan mobil teman temannya


Sial!


" Anj- Mario anak kadal gua di tinggal "saga menendang nendang udara dengan kesal, ya memang pria itu adalah saga tadi dirinya sudah izin ingin membuang hajat dulu tapi memang teman tak tau diri sekarang dirinya malah di tinggal


" MARIO ANAK KADAL UDAH PAKE MOBIL GUA, ORANGNYA DI TINGGAL PULA " geram saga langsung mengambil handphone nya untuk memesan ojol