The Only Love

The Only Love
Bagian 3



Dan disinilah sekarang geng Altarik berada, setelah perjanjian nya untuk balapan motor, dia juga tidak tau siapa yang akan menjadi lawanya kali ini apapun itu dirinya tidak dapat di kalahkan bukan Rafka namanya kalo belum di titik darah penghabisan buat dapetin apa yang dia mau maju terus pantang mundur


" Kira kira lawanya siapa ya " tanya Rafka dia sih emang penasaran


" Gue juga gak tau " - Devon


" Kayanya sih cwe " - Vito


" Ih anjeer serius cwe, gak salah sih cuman masa Luh mau lawan cwe sih " sahut Saga, sambil terus menatap sekelilingnya dan memamerkan senyumnya pada ciwi ciwi yang berada di area balap ini, kan tau sendiri beuh pada bahenol pisan gimana matanya gak jelalatan coba, tapi yang paling cantik tuh cuman Dede emeshnya dia doang


" Mata loh biasa ajah " kali ini Mario jengan sekali melihat Sagara yang caper dari tadi


" Hai guys kita sekarang mau balapan lagi nih " sekarang suaranya si Vito yang lagi up tiktok katanya views nya banyak kalo adegan balapan gini


Setelah menduga duga akhirnya pertandingan segera di mulai dan di situlah Rafka melihat perempuan yang turun dari motornya dan melepas helmnya sambil menyugarkan rambutnya


" Astagfirullah itu mah si Farensca "


" Queen of Julid "


" Emang kaga disini Ama di sekolah rivalnya si Rafka Bae "


" Begini mah yang ada perang dunia dah "


" Tapi cakep banget ya dia "


" Emang cakep goblok " kesal Mario dengan kebodohan saga siapa yang berani bilang Farensca jelek berarti matanya katarak


" Apa loh liat liat takut lawanya gue " sewot Farensca saat melihat mata Rafka tertuju padanya


" Tuhkan bibir gw belum kering dah ribut " ucap Sagara


" Eh gak ada dalam kamus hidup gue menyerah " balas Rafka tak kalah tajam


" Liat ajah kali ini gue bakal kalahin loh " tunjuk Farensca tepat di depan wajah Rafka yang sekarang berada di hadapannya


" Kita liat ajah pendek !" Balas Rafka sambil menekan kata pendek


" Gue gak pendek lonya ajah yang ketinggian " balas Farensca enak ajah dia di kata pendek tingginya ajah 165 ya di banding Rafka yang tingginya 185 kebalap lah apalah daya author yang cuman 158 😌


" EH WOY DAH MAU MULAI LOH BERDUA MAU PADA RIBUT AJAH " teriak Ervan


" Kita liat siapa yang bakalan menang loh atau gue " ucap Farensca dan pergi menghampiri motornya, sebelum pertandingan berjalan Farensca maupun Rafka menatap satu sama lain dengan sengit sambil mengangkat jari tengah mereka


"1,2,3" ucap wasit di depan antara Farensca dan Rafka maap author kurang tau nyebutnya apa😁 dan setelah itu keduanya melesat dengan cepat


Saat di tengah jalan perlombaan Rafka melihat Farensca yang salah menggunakan jalan dia tidak yakin bahwa gadis itu bisa, karena dia tau lawanya bukan Farensca tetapi Rano sepupu gadis itu dia juga tau Farensca mau balas dendam dengannya sampai lamunan buyar saat mendengar suara orang jatuh


Bruk ..


"Aduh sialan! " Gumam orang itu, Rafka langsung memutar lajunya apa kan yang dia bilang emang sok sok an sih Farensca mah memaksakan diri dasar Julid batin Rafka dan tak ayal dia juga membantu gadis itu dengan menjulurkan tangannya Farensca yang melihat itu hanya membuang muka sebal, bukan sebal tapi malu anjer mau taro di mana muka cantiknya ini yang ada dia tambah di ledekin


" Sini gue bantu, lagian sok sok an sih loh " ucap Rafka sambil membantu gadis itu berdiri


" Gue tau loh gak bisa segala mau ngalahin gue lagi " kan baru juga di omongin udah sombong ajah nih orang


" Udah berisik loh kaki gue sakit nih " balas Farensca emang bener kayanya keseleo walaupun lebih dominan malunya sih


" yaudah mumpung gue orang nya baik dan tidak sombong gue anterin balik deh biarin ini balapannya gak usah jadi " ucap Rafka, pen muntah sebenernya Farensca pas dia ngomong baik dan tidak sombong eek kucing kali


" Yaudah naik buruan "


" Motornya gimana bego "


" Entar biar si Mario yang bawa "


Dan pada akhirnya dengan sangat sangat terpaksa Farensca naik ke motor Rafka ah biarin lah motornya mah, orang motornya si Reno ko


" Gue juga tahu lawan gue sebenernya bukan lo tapi Reno sepupu lo kan lagian sih lo tuh gak akan pernah bisa ngalahin gue " ucap Rafka bangga dan tanpa buang buang waktu Farensca langsung menggeplak kepala laki laki itu


" Ko gue di tabok sih masih untung gue tolongin " sewot Rafka sakit loh walaupun dia naboknya helm


" Luh banyakan bacot! " Sarkas Farensca males berdebat sama manusia purba


Setelah sampai di tempat tujuan rumahnya Farensca Rafka segera mengirim pesan pada Mario agar dia langsung mengambil motor Farensca


Mario


Gue balik duluan ya Yo


Tolong ambilin motor si judes di simpangan jalan, tadi dia jatoh


Pantesan gak muncul muncul loh


Oke, nanti gue sama bocah yang ambil


Thanks


" Yaudah sanah lo balik ngapain masih di sinih " ucap Farensca dengan ketus, emang tuh cewek gak ada manis manisnya dikit apa


" Iya judes ini juga gue mau balik, ogah gue lama lama di rumah Mak lampir " sahut Rafka


" Anj- " umpat Farensca dan dia langsung masuk kerumah tanpa tanda terima kasih


" Woyy makasih kek udah di tolongin juga " teriak Rafka


" MAKASIH " balas Farensca tak kalah nyaring


" Yaudah lah gue balik udah jam 11 bisa bisa mamah curiga " gumam Rafka dan melaju meninggalkan tempat itu


Farensca berjalan dengan kakinya yang pincang karena keseleo dia melihat mobil orang tuanya sudah ada di garasi, sejak kapan orang tuanya pulang sore ya sore karena biasanya Farensca sudah tidur mereka baru pulang dan ketika dia bangun mereka pun sudah berangkat kembali, Farensca benci dengan kesunyian tapi tanpa sadar dia mengalaminya dia hanya berteman dengan bi Inah pembantu sekaligus teman curhatnya


" Faren " ucap naima pada sang anak saat melihat Farensca memasuki pintu utama, sedangkan sang empu hanya menghiraukan nya


" Faren abis dari mana kamu " tanya Naima kali ini suaranya sudah naik satu oktaf


" Gak perlu tahu " jawab Farensca singkat dan masih berjalan ke arah kamarnya


" Kamu bisa sopan kan sama mamah, kalo di tanya jawab " ucap Naima dengan penekanan


" Mamah jangan sok peduliin aku, emang biasanya juga kaya gitu ko, mau aku sakit ataupun mati sekalipun kalian gak perduli " ucap Farensca tak kalah tajam dari sang mamah


" KAMU JANGAN KURANG NGAJAR "


Farensca tertawa mendengar ucapan mamahnya, memang begitu bukan


" Udah lah faren capek berdebat sama ibu yang gak bertanggung jawab " sarkasnya tanpa penekanan tapi membuat Naima terdiam, gadis itu sudah capek dengan masalah keluarganya bahkan tidak pantas di sebut keluarga