The Only Love

The Only Love
Supporting Role



" Pagi ku cerah matahari bersinar, ku gendong si Miky di pundak " seru gadis berambut sepinggang dengan bandana merah yang berada di kepala cantiknya


" Mau kemana Ra " tanya pria paruh baya yang sedang sibuk menyeruput kopinya dan jangan lupakan aki aki yang juga samanya di samping pria itu


" Mau kencan " jawab gadis itu yang tak lain adalah Aurora anak bungsu dari Arabelle dan Ervian


" Halah gaya loh kencan bocah! " Sarkas seorang pria yang baru saja mengambil kripik kentang kesukaannya dari arah ruang khusus untuk berbagai cemilan dan stok makanan di dalamnya


" Halah, bilang ajah syirik " sahut gadis itu sambil menyibakkan rambutnya bak iklan sampo


" Syirik tanda orang tak mampu " samber Raditya- sang opah


" Enak ajah selera aku tuh tinggi makanya belum ada yang cocok " belum tahu ajah, kalo cwek cwek gak akan nolak pesonanya bahkan banyak yang rela menyerahkan tubuhnya sia sia


" Paling juga seleranya si sesil " cletetuk mamah Ara yang baru datang dari pintu utama, ibu muda itu baru saja mengunjungi butiknya


" Idih nauzubillah ya Allah, emang mamah mau punya mantu cem sesil " asal tahu ajah sesil itu orang gila yang sering lewat di dekat rumahnya, bahkan lebih menyeramkan nya lagi dia sering menggoda para pria yang lewat di jalanan


" Mau pergi sama siapa Ra " tanya mamahnya saat melihat anak perawan ya sudah cantik


" Mau ngedet sama om saga mah "


" Dih jangan mau ntar Luh di grep grep " samber Rafka yang langsung mendapat geplakan dari papahnya


Plak


" Di grep grep apa pah " tanya gadis itu polos


" E--eh grep grep itu di jajanin " jawab Evrian dengan senyum kikuknya


" Yaudah ah Ara mau berangkat om saga udah di depan, oh ya bang Rafka titip Miky ya jangan di galakin " Rafka hanya menatap datar ke arah Miky yang di serahkan kepadanya, sedangkan Ara langsung menyalimi tangan kedua orang tuanya dan juga opanya


" Pulangnya jangan malem malem ya Ra " ucap mamah Ara, yang di balas senyum gadis itu


" Raf, di liat liat Miky mirip sama kamu ya "


Sialan!


Dan disinilah kedua manusia itu, sedang menikmati indahnya melihat hewan hewan laut di akuarium besar di SeaWorld, niat saga ingin membawa Ara ke pantai untuk menikmati deburan ombak yang menenangkan sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai dia juga sudah menyuruh orang untuk mendekor tempat untuk dia dan Ara nge date tapi semua hayalanya sirna kala gadis itu menolak


" Jangan ke pantai ah, Ara bosen lagian jauh ngabisin duit "


" Gak papah Ra, duit aku gak bakalan habis "


" Sombong! Padahal di banding bang Rafka banyakan duitnya dia "


Skakmat!


" Terus Ara mau kemana, om ikutin "


" Gimana kalo kita SeaWorld, liat sodara om"


" Emang siapa sodara om?"


" Ikan pari"


Berhubung saga ganteng dia diam!


" Om ternyata gak terlalu rame ya " tanya Ara membuyarkan lamunan saga mereka sedang mengelilingi aquarium besar ini


" Kan pandemi Ra " jawab saga sambil tersenyum


" Mas ponakannya cantik banget " ucap wanita paruh baya sambil tersenyum ke arah saga, sedangkan dirinya hanya tersenyum kikuk, setua apakah dirinya? Sampe sampe ibu ibu itu mengira dirinya omnya Ara bahkan ini bukan orang pertama yang berbicara seperti itu tapi sudah sekian kalinya dari dia dan Ara masuk kesinih


" Om Ara aus beli minum dong " Ara gadis itu mengelus elus tenggorokannya yang kering


" Yaudah hayukkk "


Setelah mereka keluar dan menemukan penjual minuman saga segera membelikan minuman dingin untuk dia dan Ara


" Om Ara pengen di grep grep " ucap gadis itu dengan polosnya sampai sampai saga tersedak air minumnya, dia tak salah denger kan Ara berbicara apa dua ini bukan pria bodoh yang tidak tahu apa yang di bicarakan Ara


" Kata papah" jawab gadis itu


" Papah" beo saga yang masih terdengar oleh Ara


" Iya kata papah grep grep itu di jajanin" jelas gadis itu membuat saga membuang nafas lega, mana mungkin gadis sepolos Ara tahu tentang seperti itu, orang dia ajah bergaulnya dengan Miky mana mungkin tahu


___


" Bunda tahu gak, aku seneng banget bisa punya bunda " ucap seorang gadis kecil, terlihat sangat antusias berbicara dengan gadis remaja di hadapannya


" Bunda juga seneng banget punya anak kaya Shena " gadis itu tersenyum seraya memeluk gadis kecil di hadapannya


Dia Vanya dan Shena, mereka sedang berada di kantor Ilham karena permintaan gadis kecil itu yang ingin mengajak Ilham untuk ke ke Ancol ayahnya itu sudah berjanji padanya, Vanya tersenyum manis menatap Shena yang sedang di pangkuannya pertemuannya dengan Shena sampai membawanya di titik ini, dia sangat menyayangi Shena seperti anaknya sendiri entahlah mungkin terlalu muda di umurnya sekarang untuk menjadi ibu Shena tapi dia bahagia, walaupun belum ada status yang jelas antara dirinya dan  Ilham


Dia juga tidak menuntut lagian dirinya juga belum lulus sekolah saat ini yang penting dia menyayangi Shena dengan tulus, Ilham adalah seorang duda yang di tinggalkan istrinya yang tidak bertanggung jawab, dia bercerai dengan istrinya karena ibu dari Shena itu ke pergok selingkuh oleh Ilham bahkan istrinya lebih memilih pria kaya itu dari pada Ilham dan meninggalkan anaknya yang baru berumur 5 bulan, dan sejak saat itu Ilham terus memulai karirnya sampai sesukses ini, jika di luaran memang Ilham terlihat dingin dan kejam tapi tidak dengan dirinya dan Shena entahlah Vanya juga tidak tahu apakah Ilham memiliki rasa yang sama atau tidak padanya, dia juga tidak akan segan-segan membunuh orang yang mengusik keluarganya


"PAPAH" pekik Shena membuat Vanya membuyarkan lamunannya


Gadis itu berlari ke arah Ilham yang baru saja menyelesaikan meetingnya " papah lama banget kerjanya " perotes gadis itu di dalam gendongan Ilham


" Maaf cantik, kan papah kerja nyari uang buat beli mainan Shena "


" Kamu udah selesai kerjanya " tanya Vanya menghampiri ayah dan anak itu


" Udah, kamu gak papah kan ikut aku sama Shena "


" Gak papah, aku juga udah izin sama mamah "


" Yaudah ayok pah nanti tutup " ujar Shena dalam gendongan Ilham membuat kedua orangtuanya terkekeh


" Gak bakal tutup sayang " sahut Vanya sambil mengelus rambut Shena


" Yaudah yuk pergi " mereka berjalan meninggalkan perusahaan untuk menuruti permintaan Shena


" Makasih ya van" ujar Ilham, mereka sekarang sudah berada di dalam mobil dengan Shena yang berada di gendongan Vanya


Vanya mengernyitkan keningnya bingung" untuk? "


" Kamu udah mau sayangin Shena "


Vanya tersenyum menanggapi ucapan Ilham " gak usah ngomong makasih, aku tulus sayang sama Shena "


" Makasih juga udah mau sayang sama saya " Ilham terkekeh mendengar ucapan konyolnya sejak kapan dia jadi seperti ini


Sedangkan Vanya sudah bersemu merah tapi dia berusaha menutupinya " siapa yang sayang sama kamu "


" Gak sayang tapi pipi kamu merah " goda Ilham, dia bisa melihat pipi merah gadis di sampingnya sangat manis, walaupun Vanya masih muda tapi dia sudah punya pemikiran yang dewasa dan sikapnya yang ke ibuan membuat Ilham menyukainya


Langsung saja Vanya mencubit pinggang pria di sampingnya " ngeselin! "


Sedangkan Shena tidak terusik dengan pembicaraan orang dewasa ini, dia dengan tenang tertidur di pangkuan Vanya karena jarak dari Bandung ke Ancol lumayan jauh


" Saya sayang sama kamu Vanya "


Deg


Entahlah apa yang dirasakan Vanya gadis itu mematung mendengar kalimat yang di lontarkan Ilham membuat jantungnya berpacu lebih cepat baru kali ini ilham berbicara seperti ini


Ilham juga tersenyum kecil melihat ekspresi gadis di sampingnya, entah bagaimana awalnya dia bisa menaruh hati mencintai gadis SMA yang telah rela menyayangi putri nya, gadis yang awalnya dia tidak suka membuatnya pusing, karena sang putri yang selalu ingin bersama gadis itu, klise dia satu satunya perempuan yang berhasil mengambil hatinya


...___...


...Jangan lupa vote 👍...


...Jangan lupa tinggalkan jejak 🙃...


...Salam Author 🖤...