The Only Love

The Only Love
Kecewa



...Happy reading 😍...


Siang ini Farensca bersiap siap untuk pergi ke mansion Lucas untuk mengambil handphone lamanya yang ia tinggal di sana, karena handphone yang belum lama ia beli sudah hancur karena insiden rumor kemarin


Farensca mengambil sepatu bermerk Gucci di lemari sepatunya, hari ini dia hanya memakai outfit celana jeans hitam, dan Hoodie merah muda dengan rambut yang ia jepit satu di samping kirinya, di rasa dirinya siap gadis itu melangkahkan kakinya untuk turun ke bawah, tapi langkahnya terhenti di tangga ke 3 dari bawah karena melihat satu objek yang membuat hatinya nyeri


Farensca terkejut melihat papahnya sedang asik bercengkrama dengan wanita yang seumuran dengan mamahnya di dalam ruang tamu di rumahnya, dan dia juga bisa melihat seorang gadis yang mungkin usianya sama dengan dirinya entah dia juga tidak tahu siapa mereka, otaknya seakan blank melihat semua ini bahkan papahnya terlihat bahagia dengan kedua wanita itu, apalagi saat bercengkrama dengan gadis di sebelah papahnya, selama dia hidup belum pernah dia sedekat itu dengan papahnya berbicara saja dia jarang dan hampir tak pernah apalagi sampai bercanda dengan hangat seperti itu, pikirannya teringat saat sang papah menyebut putri kecilnya, apa itu gadis yang di sebut putri kecilnya? Lalu dirinya apa disini? Hanya anak yang tidak di inginkan miris sekali bukan nasibnya


" Berani ya anda membawa pria lain " tegas papahnya saat melihat Naima- mamahnya yang baru saja masuk bergandengan dengan pria di sampingnya, Farensca terhenyak melihat semuanya, drama apalagi ini yang di mainkan kedua orang tuanya, dia tahu siapa yang berada di samping mamahnya dia Anton, teman bisnis mamahnya tapi dia tidak pernah tahu mamahnya mempunyai hubungan lebih dengan pria itu


" Haha, memang kamu doang yang bisa selingkuh saya juga bisa " sahut Naima melihat jijik ke arah perempuan di samping suaminya


" INI BUKAN URUSAN MU ******! " Bentak papahnya


" KAMU PIKIR INI URUSAN KAMU "


" JAGA UCAPAN MU INI RUMAH SAYA! "


" Oh mungkin anda lupa tuan Bramatya, rumah ini sudah ada atas nama saya dan putri saya " ucap Naima santai


" SIALAN KAU PASTI YANG SUDAH MEMANIPULASI SEMUANYA "


Naima tertawa sumbang mendengar ucapan suaminya, ralat tapi pria brengsek di hadapannya " Aku tidak semiskin itu hanya untuk mendapatkan rumah ini, kau pasti lupa dengan ibu kandung mu kan "


Bima menggeram, dia lupa bahwa ada ibunya yang berpihak pada Naima


" Lebih baik kau urus ****** sialan mu itu, dan urus anak haram mu itu " Seru Naima sambil menunjuk gadis di belakang papahnya, bahkan Farensca bukan orang bodoh yang tak mengerti dengan situasi ini mengapa keluarganya semakin berantakan, dia tidak apa apa jika orang tuanya tidak menyayanginya setidaknya dia tidak mau ada masalah seperti ini


" Jaga ucapan anda " Ucap wanita seumuran Naima


" Kenapa anda tersinggung memang benar bukan, apa sebutannya untuk anak hasil perselingkuhan kalau bukan anak haram " jelas Naima membuat Bima menggeram


" DASAR WANITA TAK TAHU DIRI " murka papahnya hampir menampar sang mamah


"CUKUP!" teriak Farensca gadis itu sudah tidak bisa menahannya apa mereka tidak memikirkan perasaannya sebagai anak disini


Farensca menatap nyalang kedua orang tuanya" KALIAN GAK PERNAH SEDIKIT PUN MIKIRIN PERASAAN AKU, DENGAN ENTENGNYA BAWA SELINGKUHAN KALIAN KE RUMAH INI! "


Ingatkan bahwa Farensca bisa saja membunuh orang orang di hadapannya, gadis itu mengambil vas bunga yang berada di sampingnya dan melemparnya ke depan orang tuanya untuk menetralisir amarahnya


Prang


" SETIDAKNYA JIKA KALIAN TIDAK MENGANGGAP AKU ADA, HARGAILAH PERASAAN AKU SEBAGAI ANAK KALIAN "


" Urus anakmu yang selalu membuat malu " Ucap Bima, membuat Farensca menatap papahnya, bahkan Bima sudah tahu tentang rumor itu dan juga Farensca yang memukuli Ibnu


" Apa papah bilang buat MALU " bentak Farensca


Gadis itu tertawa sumbang " SEHARUSNYA RUMOR ITU DI BERIKAN UNTUK ANDA, KARENA ANDA YANG MEMBUAT MALU DENGAN MEMPUNYAI ANAK HASIL PERSELINGKUHAN " makinya


" KENAPA GAK DARI DULU AJAH AKU MUSNAH, KENAPA KALIAN BIARIN AKU HIDUP KALO UNTUK DI SIKSA SEPERTI INI HAH! " tumpah sudah segala kekesalannya selama ini, dia ingin di sayangi layaknya anak oleh orang tuanya, merasakan dilindungi bukan malah seperti ini, malah kedua orang tuanya berlomba lomba untuk selingkuh seperti ini


" Berhenti bodoh! Apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun " bentak Bima


" Apa kau pernah mengajarkan ku sopan santun tuan Bramatya " Farensca pergi meninggalkan rumahnya sambil menghapus air matanya, entahlah mood nya sudah buruk sekarang, jika bukan karena nasehat neneknya untuk tetap berjuang agar papahnya sadar akan kehadiran dirinya, mungkin dia sudah pergi dari sini.


Sedangkan di sisi lain Rafka sedang bersiap siap untuk menemui teman lamanya, lebih tepatnya Kaka tingkatnya dulu di Altarik, karena kemarin Kaka tingkatnya itu bilang butuh bantuannya


Pria itu memakai jeans black di padukan dengan oversize shirt di tambah jaket kulit di tubuh atletisnya, dan juga sepatu putih yang tertempel di kaki jenjangnya, hari ini dia membawa motornya karena sudah rindu sekali tidak memakai motor itu


Rafka memakai helmnya dan mulai melajukan motornya sambil sesekali dia bersenandung kecil, matanya terpaku saat dia melewati trotoar di pertengahan jalanya, dan tambah terkejut lagi saat dia melihat orang itu seperti ingin bunuh diri, langsung saja dia memakirkan motornya membuka helmnya dan melangkah cepat ke arah orang itu, dia juga dapat melihat orang itu sedang menangis sambil berpegangan pada besi trotoar di hadapannya


Rafka membelalakkan matanya saat melihat orang itu adalah musuh bebuyutannya, sedang apa gadis itu di sini sambil menangis, apa sedang tutorial bunuh diri, ataupun membuat drama macam mamah papahnya, kalo iya dia tidak akan tertipu lagi


" Ren " panggil Rafka pelan, gadis itu hanya menengok ke arah orang yang memanggilnya


Farensca malah mengencangkan suara tangisannya membuat Rafka kalang kabut, jangan sampe orang ngiranya dia berbuat tidak tidak dengan gadis itu, ataukah Farensca seperti itu karena omongannya di sekolah kamarin tapi tidak mungkin gadis itu kan tahan banting


" Ren, loh ngapain di sini " tanya Rafka


" Hiks hiks hiks" hanya suara tangisan yang Rafka dapat


" G.. ggue mau minta maaf soal kemaren gue gak bermaksud buat_ "


" HHuaaaaa " belum sempat pria itu melanjutkan ucapannya Farensca malah semakin kencang mengeluarkan tangisannya


Dan dengan segera Rafka menarik gadis itu dalam dekapannya, dan tanpa penolakan dari gadis itu, baru kali ini Rafka melihat gadis itu menangis apalagi sampai seperti ini,


" Ssttt, cup cup cup " Rafka berusaha menenangkan gadis di dekapannya dengan mengelus elus rambutnya dan sesekali mencium kepala Farensca


Author: gue tahu Luh modus kan raf😏


Rafka: diem diem apa Thor, mumpung dia jadi kucing bukan singa


Author: terah Luh raf aing capek.


" Loh kenapa? Cerita sama gue mungkin gue bisa bantu " tanya Rafka sambil mengusap usap punggung gadis itu


Bukanya menjawab Farensca malah mengeratkan pelukannya pada Rafka, saat ini dirinya butuh sandaran, bohong jika dirinya kuat karena dia terlalu lemah jika menyangkut keluarganya yang hancur


" Yaudah kalo loh belum mau cerita, mau gue anterin pulang " tawar Rafka yang di balas gelengan oleh gadis itu


" Anter gue ke rumah Abang gue " jawab Farensca


" Yaudah ayok " Rafka melepaskan dekapannya dan menarik tangan gadis itu menuju motornya dan meninggalkan tempat itu


" Ren maafin gue ya, kemaren gue gak_ "


" Gak usah di bahas " potong Farensca sedikit berteriak, karena keadaan mereka sedang di jalan


" Loh ngapain tadi di sanah mau bunuh diri, kenapa gak langsung terjun ajah kan lumayan gue nonton live orang bunuh diri " ucap Rafka membuat tangan Farensca segera mendarat di kepala pria itu membuat helm yang di pakai Rafka oleng ke depan


" Apa emang sengaja pengen di peluk sama gue " lanjutnya, membuat Farensca dongkol setengah mati, baru ajah pria ini kelihatan baik


" Aww, sakit ren " keluh Rafka saat merasakan panas di pahanya akibat cubitan maut Farensca


" Makanya jangan banyak bacot belum ajah pala Luh ilang " ketusnya, Rafka terkekeh melihat wajah kesal gadis di belakangnya dari kaca spion menggemaskan sekali


Rafka memakirkan motornya di pekarangan rumah besar di hadapannya, dia ingat betul alamat yang di berikan Arbi padanya mengapa bisa sama dengan alamat yang di tunjukkan Farensca entahlah dia bingung


" Loh ngapain masuk, pulang sanah " usir Farensca membuat Rafka mengelus dadanya


" Gue juga ada urusan di alamat rumah ini " jawabnya


Farensca menyipitkan matanya " ada urusan apa loh, salah alamat kali "


" Gak ren gue gak pikun, orang alamatnya sama "


" RAFKA " panggil seseorang membuat Farensca maupun Rafka menengok ke arah sumber suara


Rafka tersenyum saat melihat Arbi yang memanggilnya " tuh kan bener gue ada urusan sama dia " tunjuknya pada arbi


Farensca menatap ke arah pria yang memanggil Rafka, dia belum pernah melihat pria itu dan apa urusannya dengan abangnya, ah bodolah dirinya pusing


" Yaudah bay " seru Farensca sambil mengibaskan rambutnya ke arah Rafka membuat pria itu mendengus, tidak tahu terima kasih memang, sudah di antar dengan selamat sampe tempat tujuan juga


Rafka menghampiri Arbi dan melakukan jabatan tangan ala Altarik


" Gimana kabar loh " tanya Arbi, pria itu kini sudah berkuliah


" Seperti yang Lo liat " jawabnya membuat Arbi terkekeh ternyata adik tingkatnya ini tidak pernah berubah


" Gua punya misi buat loh " ucap Arbi menarik turunkan alisnya


**penasaran kan????


jangan lupa mampir ya**,,,