
" ASSALAMUALAIKUM BI "
" Assalamualaikum eh assalamualaikum " emang manusia gak ada akhlak semua udah tahu orang nya latahan eh malah sengaja di kagetin siapa lagi pelakunya kalo buka Saga dia itu senang sekali mengganggu wanita paruh baya penjual bakso di kantin sekolah, siapa lagi kalo bukan bi kokom alias BK, saga tertawa sampe ngik ngik emang dia ajah yang humornya rendah
" BI bakso ya bi " laki laki itu sengaja memegang tangan Bi Kokom agar dia latah
" Bakso apa eh bakso " latahnya
" Eh saga sia mah kabiasan bikin aing latah " lanjutnya lagi saga mah cuman ketawa resep lagian buat hiburan
" Eh kena azab loh ngerjain orang tua "
" Iya kan bi " tepuk orang itu pada bi kokom
" Eh iya eh iya "
" Hahaha"
" Anj- loh ge sama Bae " Saga langsung menggeplak kepala Vito, iya emang tadi yang ngomong Vito, kan tolol emang
" Bi mau gak jadi mamah tirinya Mario " tanya saga, membuat Mario membulatkan matanya
" Saga anj- gue denger ya " teriak Mario, dia emang tahu papahnya duda tapi jangan di kasih bi kokom juga kali
Kini memang kantin di penuhi oleh anak kelas 12 IPS 1 Karena jam ke 3 mereka kosong maka dari itu mereka langsung menyerbu kantin mumpung masih sepi karena yang lainnya masih belajar, sedangkan Mario sedang gencar menggombali Lula di mejanya
" la pinjem flashdisk dong ? "
" Buat apa? gak ada " sahut Lula ketus, Lula dengan Farensca itu 11 12 tapi untungnya Lula itu gak Julid kaya Farensca
" Buat transfer data cintaku ke kamu "
Blush
Sialan Mario buaya darat bisa bisanya dia berbicara seperti itu
" Halah sia boy " tukas Lula dan kembali melahap nasi goreng nya
" La Tuhan itu suka pamer ya ?" tanya Mario sambil bersender ria di pundak gadis itu
" Astagfirullah, yo syahadat Lu dosa " Lula tidak habis fikir bisa bisanya otaknya Mario bertanya seperti itu kalo malaikat denger gimana
" Makanya dia itu ciptain kamu, buat buktiin dia punya ciptaan yang sempurna "
Blush
" Cieeee Lula uhuy di gombalin Ama buaya " dengan jahilnya Yana menoel Noel dagu Lula membuat sang empu semakin malu, di bilang baper oh tidak siapa sih yang tak kenal Mario si buaya buntung yang tukang baperin anak orang malah denger denger dia juga sedang dekat dengan anak kelas 11
Oh tidak sial ini tidak baik untuk kesehatan jantungnya pfttt
Gadebuk
" Anjeer pala aing "
Lula sampe shok melihat Mario yang sudah jatoh tersimpuh ria di lantai kantin, saking malunya dia sampai lupa kalo Mario lagi bersandar di pundaknya
" Aduh Yo sorry gua gak tahu " Lula langsung membantu laki laki itu untuk berdiri
" Hahahaha, makanya bung jangan kebanyakan gombal jadi kena azab " suara paling bahagia yaitu dari saga dia sampai terbatuk saking gelinya melihat Mario yang tersungkur
" Sorry ya Yo gue beneran gak tau "
" Iya gak papah, apasih yang gak buat ibu dari anak anak ku "
" Gajelas Luh " Mario terkikik geli melihat wajah Lula yang sudah merah padam, senang sekali dia mengganggu gadis itu
" Kutukan mantan masih teringat jelas, tipis manis kucoba remes elus elus " saga menyanyikan lagu yang sempat viral di tiktok karena melihat Vito yang sedang memerhatikan gadis berjilbab yang sedang membeli minum, dia Karin mantannya, Vito dan Karin sudah berpacaran hampir 3 tahun dan harus kandas karena Karin ingin fokus belajar di kelas dua belas ini, dan memutuskan berhijrah jadi dia tidak mau menambah dosa dengan pacaran apalagi orang tuanya juga melarangnya, miris bukan nasibnya bahkan sampai sekarang laki laki itu belum bisa move on
" Halalin makanya to " ucap Rafka, laki laki itu sedang sibuk dengan game di ponselnya
" Iya sia teh besingan di embat orang " sahut Mario yang sudah kembali duduk di meja teman temannya
" Aing mah nya, geus aing nikahan, meuni geulis make hijab si Karin " kompor saga, sedangkan Devan sama seperti si Rafka dia kan jarang sekali ngomong
" Kalo gua udah sukses juga, gua bakalan langsung halalin dia " Vito membuang nafasnya dan memutuskan pandangannya pada Karin saat gadis itu menoleh ke arahnya
" Ini kecoa kecoaan karet nemu di jalan " selain play boy kelas kakap, Mario juga paling seneng mungut mungut barang di jalan selagi dia penasaran dari kecil selalu seperti itu tak berubah
Rafka langsung tersenyum jail dan mengambil kecoa karet itu dari genggaman Mario " minjem gua " dan berjalan ke arah meja Farensca yang sedang asik menuangkan sambel ke dalam baksonya
" Ya mulai dah si bos " ucap saga membuat yang lainnya mengangguk lihat saja bakalan ada perang lagi
Rafka berdiri tepat di samping tubuh Farensca dan menaruh kecoa karet itu saat Farensca lengah
" Eh ren ren kecoa ren " seru Rafka heboh membuat Farensca kalang kabut dan menumpahkan baksonya yang masih panas tepat di tangan Rafka membuat sang empu mengaduh kepanasan
" Aduh anjer panas banget " Rafka terus mengaduh sambil mengibaskan tangannya yang kepanasan
" Nah kan mampos, itu namanya azab instan " ujar Farensca tertawa melihat Rafka bak cacing kepanasan, sedangkan yang lainnya hanya meringis melihat itu
Belum sampai di situ dengan sengaja Farensca menggeser bangku pria itu membuat sang empu terjungkal ke belakang, dan membuat orang yang menyaksikan tertahan dengan tawanya
" Hahaha puas banget gua " seru gadis itu melihat Rafka yang mengaduh kesakitan
" Sialan banget loh "
" Ya ampun bos memalukan dunia per **** boy an ajah " ujar saga sambil membantu Rafka berdiri, sial sungguh sial nasibnya niat ingin mengerjai malah dirinya yang kena tulah bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga pula dua kali lipat sakitnya
" Udah ga bawa tuh itu ketua lo era pasti dia " ujar Farensca masih dengan tawanya
" Kampret banget emang si judes, pedih pisan leungeun aing "
" Ketulah sendiri kan Lu " sahut Devon, ya walaupun mata pria itu masih fokus pada ponselnya
" Sialan! "
Dret dret
" Hallo "
"...."
Brak
Semua yang ada di kantin seketika terlonjak kaget saat melihat Rafka menggebrakan mejanya bahkan teman temannya kini sudah berdiri dan penasaran Rafka sedang berbicara dengan siapa di telepon
" Anj- sialan siapa yang ngelakuin "
"...."
" Loh urus itu dulu, gua mau cari tahu dalangnya "
Tut
Laki laki itu mengeraskan rahangnya meremas handphone yang ada di genggamannya mendengar kabar yang membuat darahnya mendidih seketika
" Raf loh kenapa? Ada apa? " Tanya Devon
" Markas di bakar lagi " jawab Rafka dingin
" HAH " kaget yang lainnya, bahkan sudah kejadian 3 kali seperti ini bayangkan
" Gila siapa yang ngelakuin ini udah ke tiga kalinya" saga maupun Mario dua pria itupun sudah menggertak marah kalo udah bahasanya ini, sudah bukan main main lagi
" Gue juga gak tau kejadiannya tadi malem, Indro yang barusan nelfon gua "
" Jangan jangan gandi " tebak Vito, memang kalo di pikir pikir bisa jadi gandi selama ini hanya pria itu yang berani terang terangan untuk menyerang Altarik
" Siapin pasukan pulang sekolah kita ke markasnya " perintah Rafka dan meninggalkan teman temannya bahkan rasa sakit tangan dan punggungnya sudah pergi entah kemana saat mendengar kabar tadi, dia bersumpah jika benar gandi yang melakukannya dia tidak akan main main untuk membunuh laki laki itu, dia tidak masalah jika harus merenovasi markasnya tapi yang dia masalahkan adalah pelakunya yang sudah berani mengusik ketenangannya
" Kalo bener gandi gue yakin ini terakhir dia hidup " ucap Mario menarik nafasnya
" Tapi feeling gue bukan " sahut Devon yang masih memerhatikan punggung Rafka yang menjauh
" Maksud lo? "
" Gak tau, kita liat ajah nanti "
"Bang lo tuh mafia apa kang cendol?"