
" Rip aing titip perusahaan ya " ucap Lucas pada Arif, kini dia berada di bandara untuk menaiki jet pribadinya menuju London
Arip menatap jengah pada bosnya " Lo udah ngomong berapa kali "
" Tuan semuanya sudah siap " ucap seorang pria yang di yakini adalah bodyguard Lucas, pria itu hanya mengangguk untuk menjawab pria berbadan besar itu
" Yaudah gue berangkat Rip, kalo ada apa apa langsung hubungin gue " ujar Lucas sambil menepuk pundak sahabatnya
" Lo juga, kalo ada apa apa kasih tahu gue " balas Arip, sebenarnya dia juga ingin ikut bersama Lucas tapi dia tidak bisa karena ada tugas lain di sini dan Lucas juga memerintahkan dia menjaga keluarganya dan adiknya
Butuh waktu 16 jam untuknya nyampai di negara ini, setelah turun dari pesawat dia sudah di sambut oleh bawahannya dengan mobil untuk mengantarkannya ke mansion yang ingin ia tempati, bahkan di sini dia telah mengubah seluruh identitasnya agar musuh tidak bisa mengenalinya dia juga sudah menyiapkan seluruh alat yang ia bawa dari Amerika apabila sewaktu-waktu dia di serang
Lucas mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya saat sudah sampai di mansionya dia masih menunggu anak buahnya menyiapkan segala berkas yang ia butuhkan di sini dan tentang berkas musuhnya
Tok tok tok
" Permisi tuan "
" Masuk "
Seorang pria suruhannya datang dengan beberapa berkas di tangannya
" Ini tuan semua berkasnya " ucapnya sambil menyerahkan berkas itu pada tuannya
" Silahkan keluar " dengan patuh orang itu keluar dari ruangan mencekam ini
Lucas mengambilnya dan membaca semua berkas yang ada
" we start the game baby " gumamnya sambil memasang senyum iblisnya
___
Seorang gadis mencebikan bibirnya saat mengetahui dirinya akan hidup di kekang kembali oleh sang ayah, gadis itu dengan terburu memasuki ruangan kerja sang ayah sampai membuat orang yang ada di dalam terkejut karena sentakan pintu yang keras
" Daddy " panggil gadis itu pada sang ayah yang sedang rapat dengan para kliennya
" Mau apa kamu kesini Alexa, tidak liat Daddy sedang bekerja " jawab laki laki itu menatap sang anak dengan tajam
" Alexa ingin berbicara dengan Daddy " ucapnya lagi
" Apa tidak bisa nanti " jawab sang Daddy membuat gadis itu menggeleng
" Silahkan kalian keluar, rapat saya hentikan " ucap laki laki itu pada kliennya
Setelah ruangan sepi Alexa melangkahkan kakinya menuju meja sang ayah dan mendudukkan dirinya di sana
" Apa Daddy tahu kesalahan Daddy " tanya Alexa seperti mengintimidasi
" Why, apa yang Daddy lakukan sehingga membuatmu marah seperti ini " sebenarnya laki laki itu sudah tahu apa yang di permasalahkan oleh sang putri saat ini tapi dia ingin melihat raut kesal sang putri
Alexa berdecak mendengar jawaban sang ayah " Daddy Alexa tidak mau banyak bicara, Alexa tidak mau di jaga oleh bodyguard "
Laki laki itu tersenyum ke arah putrinya " tidak bisa sayang kau harus di jaga "
" Daddy pikir Alexa anak kecil yang masih harus di jaga Alexa tidak mau " tolaknya sambil mencebikan bibirnya
" Ini demi kebaikan mu sayang "
" Kebaikan apa Daddy malah ini menyiksa Alexa " ucapnya dengan lesu
" Alexandra dengar, musuh Daddy sekarang lagi gencar untuk memusnahkan Daddy, pasti mereka akan mengejar mu " jelas laki laki itu
" Mengapa harus Alexa, biarkan saja mereka tahu " laki laki itu menggeram melihat keras kepalanya sang putri
" Alexa kau tidak tahu bahaya yang sedang menyertaimu "
" Apa Daddy, bahaya itu di ciptakan oleh Daddy sendiri kenapa tidak berhenti saja melakukan pekerjaan ini " ucap Alexa membuat laki laki itu kesal
Tok tok tok
" Persilahkan dia masuk " balas laki laki itu yang langsung di angguki oleh bawahannya
" Daddy please " rengek Alexa, sungguh dia ingin sekali mengutuk orang yang mau maunya mengikuti perintah sang ayah
" Jangan langgar perintah Daddy Alexa, atau tidak fasilitas mu Daddy tarik " ancam laki laki itu membuat Alexa menggrutu
" Permisi tuan " ucap seorang pria yang datang, pria yang sudah di tunggu oleh laki laki itu, Alexa pun sangat tertegun melihat pria itu
" Kau Andreas " tanya laki laki itu
" Ya tuan Brian Atmaja " jawab pria itu
Memang laki laki itu adalah Brian Atmaja musuh terbesar Lucas Anderson, bahkan Lucas mengubah identitasnya menjadi Andreas agar Brian tak curiga
Tidak tahu saja Lucas telah mendengar percakapan kedua orang tersebut, bahkan putrinya pun tak suka dengan dia, ini memudahkan Lucas untuk melancarkan misinya
" Oke, kau bisa langsung kerja " ucap Brian
" Dan kau Alexa " tunjuk Brian pada sang putri yang masih terkejut dengan pria yang ada di depan sang ayah
" Dia Andreas, bodyguard pribadi yang akan menjagamu " kata Brian
" Daddy harus segera menghadiri rapat hari ini " lanjutnya dan pergi meninggalkan ruang itu
Alexa- gadis itu menatap intens laki laki dengan wajah tegasnya, bahkan laki laki ini tidak kelihatan seperti seorang bodyguard, parasnya yang tampan yang tidak di miliki oleh seorang bodyguard dan jangan lupa badannya yang tegap juga menyempurnakan penampilannya
Alexa menggelengkan kepalanya, gadis itu tersenyum mengangkat satu alisnya menatap Lucas, pasti pria ini hanya menyamar menjadi bodyguard pikirnya, gadis itu melangkahkan kakinya menuju Lucas
" Siapa namamu " tanya Alexa
" Andreas nona " jawab Lucas membuat Alexa mengangguk
Dengan pasti gadis itu mendekat ke arah Lucas yang menatap lurus tanpa ekspresi
Cup
Lucas terkejut dengan perlakuan gadis di hadapannya, apa dia sudah gila beraninya dia mengecup bibirnya, tapi Lucas langsung menetralisir raut wajahnya agar tidak di curigai Alexa
Bisa bisanya dia mencium bibirnya, apa dia tidak tahu dia sudah terkejut, apalagi Alexa orang pertama yang berani menciumnya padahal mereka baru kenal saat ini
Sedangkan gadis itu tersenyum smirk ke arah Lucas, Alexa pikir dia buka seorang bodyguard melainkan seorang atau mungkin musuh Daddy nya yang sedang menyamar jadi dia harus pake cara itu agar pria di hadapannya tergoda, tapi apa yang di pikirkanya salah
" Apa yang kau lakukan nona " tanya Lucas dengan suara datarnya
" Kenapa? Aku kira kau ini bukan seorang bodyguard tapi seorang yang sedang menyamar " jawab Alexa membuat senyum Lucas terukir, entah senyum apa yang di tunjukkan pria itu
" Maaf nona kau salah saya hanya seorang bodyguard " ucap Lucas, bahkan kini Alexa sudah terpesona dengan senyum pria ini seperti magnet yang menyengat nya agar percaya pada pria ini
" Oke aku percaya, tapi aku tidak akan mau punya bodyguard "
" Tidak bisa nona, kemanapun kau pergi saya harus menemaninya "
" Bahkan ke kamar mandi pun kau akan ikut?" Alexa menatap jengah pria di hadapannya membuat Lucas hanya terdiam
Alexa berjalan ke arah tasnya yang ia taruh di meja sang Daddy, gadis itu mengambilnya dan berjalan untuk keluar dari ruangan ini
" Kau mau kemana nona biar saya antar " tanya Lucas saat melihat gadis itu membawa tasnya
" Kau bisa panggil aku Alexa, aku tidak suka di panggil nona " jawab Alexa
" Aku ada pemotretan siang ini " lanjutnya
" Biar saya antar " ucap Lucas yang di angguki oleh Alexa