
You are the one who started. You also have to accept it👊
...-...
...-...
...-...
Prang
Pyar
Bugh
Suara timpukan batu dan juga pecahan kaca memenuhi SMA Altarik, bahkan yang tadinya sekolah itu sunyi karena sedang belajar di jam pelajaran ke 3 akhirnya terhenti karena mendengar suara bising dari lemparan batu dan juga kaca, bahkan sebagian siswa sudah berbondong bondong melihat ke adaan luar yang kacau
Begitupun dengan kelas 12 IPS 1 yang sedang hening tiba tiba heboh dengan suara itu, sementara anggota Altarik sudah mengeraskan rahangnya apalagi Rafka sebagai ketua dia tidak bodoh dengan tidak tahu apa yang terjadi di sini apalagi dia mendengar suara motor motor yang saling bersautan di luar bahkan sudah banyak yang memekik karena melihat kegaduhan yang ada
" Bang gawat " ucap Gilang berlari menghampiri kelas Rafka bahkan keringat di wajah pria itu sudah terlihat jelas
Bahkan anak kelas Rafka pun semua terdiam melihat ke arah pria yang biasanya selalu membuat kesal kini malah seperti orang kesetanan, Farensca juga dapat melihat jelas raut amarah dari Rafka
" Acturus bang " lanjut pria itu membuat darah Rafka mendidih
Pria itu menyengkram kuat pulpen yang ada di tangannya, Rafka bangkit dari duduknya dengan wajah yang sudah merah menahan amarah, pria itu mengambil senjata yang ia taruh di belakang bangkunya, sebuah anak panah dan juga busurnya
" Raf loh mau ngapain " tanya Ervan panik seharusnya laki laki itu tidak bertanya pada Rafka yang sedang kesetanan seperti ini
" Anj- " Umpat Rafka meninggalkan kelas yang langsung di susul oleh sahabat sahabatnya, mereka tahu jika Rafka sudah seperti ini bisa saja pria itu nekat melepaskan anak panahnya pada acturus yang ada mereka mendekam di penjara
" Ren loh mau kemana " tanya Lula menarik tangan Farensca saat gadis itu ingin pergi keluar
" Bahaya ren " sahut kayana
" Gue mau nyamperin Rafka " jawab Farensca melepaskan tangan Lula
" Lo udah bosen hidup ren " tanya Manda yang mendapat tatapan tajam dari kayana
" Loh tenang ajah gue jago bela diri " ucapnya meninggalkan sahabat sahabatnya yang kini berteriak memanggil namanya
Rafka dan juga Anggota Altarik yang lainnya berdiri di tempat yang tak jauh dari gerbang, sebelum pihak sekolah menghubungi polisi dia harus memancingnya acturus agar tidak menciptakan kerusuhan lagi di sekolahnya
" Ga, Yo, Lo hentiin ke gaduhan di depan, biar gue sama yang lainnya mancing mereka biar ngikutin gue " perintah Rafka yang langsung di angguki oleh kedua pria itu
Rafka dan yang lainnya menaiki motornya dan saat dia keluar dari gerbang samping mereka sengaja menstater motor mereka dengan brutal untuk memancing acturus dan di saat acturus terpancing mereka menjalankan motornya ke arah gudang belakang sekolah tempat biasa mereka beradu
Rafka bahkan sampai membanting motornya, tidak peduli dengan ke adaan motornya yang bisa saja rusak,kala mereka sudah sampai di gedung belakang sekolah, pria itu langsung menerjang gandi dengan berutal, anak buah gandi yang ingin membantu ketuanya pun terhalang karena serangan dari anggota Altarik, jadi di sinilah mereka beradu dengan meluapkan kekesalan mereka
" Anjing berani loh sama gue " seru Rafka dengan mata yang sudah memerah bahkan tangan pria itu masih mencengkeram baju gandi
Saat lengah gandi mencoba melepaskan cengkeramannya dan balas memukuli Rafka dengan brutal
Bugh
Bugh
Bugh
" Lo yang anj-, gara gara lo gue udah ngerusak cwek gue sialan " seru gandi, Rafka yang tidak mau kalah pun balik menendang pria itu membuat gandi tersungkur
" Bangs*a*!, Salah loh anj* "
Bugh
Bugh
" Lo harus mati Rafka "
" Lo yang gue bunuh duluan sialan " bahkan sekarang darah dan luka lebam sudah memenuhi wajah gandi sedangkan Rafka tidak separah pria itu
" Lo gila mau bunuh dia " seru Farensca, memang yang menarik tangan Rafka adalah Farensca gadis itu menyusulnya ke belakang sekolah
" Loh ngapain di sini Lo mau nyari mati " bentak Rafka yang tidak di perduli kan oleh Farensca
" Loh liat dia udah sekarat Rafka " ujar Farensca tak kalah kencang sambil menunjuk ke arah gandi
" Biarin ajah dia mati " balas Rafka dan melepas genggaman Farensca, hampir mengenai gandi, untungnya tubuh Rafka langsung di tarik oleh Mario, saga, maupun Vito karena tubuh Rafka sulit sekali di kendalikan bila sedang marah seperti ini
" Jangan ka, yang ada Lo di tuntut bangsat " seru Vito mencoba menahan tubuh Rafka yang masih memberontak
" Dia yang udah mancing duluan " balas Rafka
" Udah raf dia udah sekarat kaya gitu " sahut Saga
Farensca menghela nafasnya gadis itu menendang belakang kaki Rafka tepat di antara betis dan lutut agar pria itu lirih, dan benar saja, bahkan sekarang Rafka menatap tajam Farensca
" Ngapain sih Lo ikut campur " bentak Rafka pada Farensca
" Diem! " Balas Farensca
" Lo urus semua ini, biar dia gua yang urus " ucap Farensca pada saga, Mario maupun Vito
Farensca menarik lengan Rafka, bodo amat dengan pemberontakan pria itu yang penting dia bisa membawa Rafka menjauh
Farensca membawa Rafka ke taman yang tak jauh dari sekolah, dia mendudukkan dengan paksa Rafka di sana, dia juga dapat melihat masih ada amarah di wajah pria itu apalagi banyak luka di sana tapi tidak mengurangi kadar ke tampanan pria itu
" Bentar Lo tunggu sini jangan kemana mana, kalo sampe Lo pergi gue bunuh Lo sama musuh Lo itu sekalian " ucap Farensca
Pria itu berdecak mendengar ke bawelan gadis di hadapannya dia lagi sangat tidak berselera untuk bercanda, dan sejak kapan gadis itu jadi peduli padanya
Farensca kembali dengan kotak P3K di tangannya tadi dia sempat ke apotik yang tak jauh dari sini, gadis itu mulai membuka kasa dan juga alkohol di dalamnya
Baru saja dia ingin menempelkan alkohol itu pada Rafka, pria itu malah langsung memeluknya, membuat dia terkejut tapi tak juga menolaknya karena jika biasanya Farensca pasti sudah memaki pria ini, karena dia tahu pria itu sedang kesal sekarang
Farensca mengusap usap punggung pria itu dengan satu tangannya dan tangan satunya dia masih memegang kasa, sedangkan Rafka malah mengeratkan pelukannya
" Kenapa si Lo berhentiin gue, biarin ajah gue bunuh si gandi " ucap Rafka di dalam pelukannya
" Lo emang mau di tuntut, terus Lo di penjara gak kasian sama keluarga Lo " jawab Farensca membuat pria itu berdecak
" Biarin aja, gak bakal ada yang berani sama gue "
" Yaudah sana balik lagi bunuh tuh si gandi, sekalian gue bunuh Lo juga " sahut Farensca membuat Rafka semakin menenggelamkan kepalanya di antara ceruk leher gadis itu, dia juga tidak tahu ada apa dengan dirinya karena dengan dia menghirup aroma ini membuatnya lebih tenang, mungkin akan menjadi candunya
" Yaudah lepas dulu obatin luka Lo " ucap Farensca berusaha melepaskan pelukan Rafka
Farensca mulai mengobati luka pria itu dengan telaten, bahkan sampai Rafka tertegun melihatnya membuat jantungnya berdegup kencang
" Bibir lo kenapa " tanya Rafka sambil memegang sudut bibir gadis itu yang memar
" Sakit! Jangan di pegang bodoh " kesal Farensca
" Gue nanya kenapa " tanya Rafka lagi
" Gak sengaja ke lempar batu " jawab Farensca enteng
Rafka mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu bahkan jarak mereka sekarang hanya sekitar dua senti
Cup
Rafka mengecup sudut bibir gadis itu yang memar, ingat hanya mengecup membuat Farensca terkejut tapi dia tidak memberontak seperti kemarin entah kenapa dia malah menjadi nyaman seperti ini dengan Rafka, ini sungguh bahaya untuk ketentraman jantungnya
" Biar cepet sembuh " ujar Rafka sambil tersenyum ke arah gadis itu
___