The Only Love

The Only Love
keluarga?



Tok tok tok


" Non bangun sholat subuh dulu non " suara bi Inah membangun gadis cantik dari mimpi indahnya ya hanya mimpi karena kenyataannya tak seindah itu, ingin rasanya dia terus berada di alam mimpi dan tidak mau kembali lagi ke duni nyata


BI Inah selalu mengajarkan Farensca untuk beribadah apapun keadaannya, bahkan yang harus di perankan itu adalah sosok Naima ibu kandungnya bukan malah bi Inah asisten rumah tangganya


Setelah mandi dan sholat Farensca segera menyiapkan keperluan sekolahnya dan turun kebawah untuk sarapan, penglihatan gadis itu menyipit saat melihat siapa yang menyiapkan sarapan bukan bi Inah seperti biasa tapi ini adalah Naima, dia belum pernah sama sekali melihat Naima berada di dapur apalagi sampai menyiapkan makanan seperti ini Naima adalah wanita karir yang gila akan kedudukan bahkan dirinya rela untuk lembur mati Matian demi jabatannya walaupun dia tahu perusahaan yang di pimpin Naima adalah peninggalan kakeknya


Sedangkan Bima, sama halnya dengan Naima dia adalah pengusaha tambang yang sukses mungkin dia berhasil dalam kesuksesan nya tapi dia tidak berhasil dalam rumah tangganya, keduanya selalu sibuk dengan urusan mereka masing masing sampai Farensca lupa bahwa dia memiliki orang tua, dirinya hanya di urus oleh BI Inah sejak kecil hingga sekarang maka tak ayal bahwa Farensca sangat dekat dengan bi Inah bahkan membagi keluh kesahnya dengan dia


" Eh faren sarapan dulu yu mamah udah buatin nasi goreng kesukaan kamu " Naima tersenyum ke arah putrinya yang menuruni tangga dia sadar dirinya selama ini salah bahkan tega menelantarkan anaknya demi pekerjaan dan ambisinya untuk melupakan masalahnya yang entah sekarang menjadi apa, kalo di pikir dia sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan suaminya bahkan suaminya pun jarang pulang ke rumah dan dia juga tidak perduli dengan itu, dirinya ingin sekali berubah menjadi ibu yang baik untuk anaknya


" Oh emang tahu makanan kesukaan faren " gadis itu berjalan ke arah meja makan dan mendudukkan dirinya di sanah walaupun nada bicaranya terkesan menyindir tapi Naima senang Farensca mau makan dengannya


" Tahu dong kan kamu anak mamah "


" Oh masih inget punya anak, kenapa gak kerja udah bangkrut perusahaan nya " memang yang namanya Farensca itu ketus mau dengan siapapun itu


Naima menarik nafas panjang dia harus sabar lagian Farensca tidak salah " gak ko nanti abis ini mamah langsung ke kantor kamu mau mamah anterin sekolah "


" Gak usah bisa naik taxi, lagian ada mobil ngapain repot " gadis itu menjawab pertanyaan sang mamah dengan ketus sambil memakan sarapannya


" Ekhm " suara bariton itu mampu membuat Farensca menghentikan sarapannya dia bisa melihat sang papah yang duduk di sebrang sana


" Udah kenyang, Bi faren berangkat sekolah dulu ya " seru gadis itu dan segera meninggalkan meja makan dia sudah tidak nafsu dengan kedatangan Bima disini


" Kenapa kamu gak suka ada saya " tanya Bima tajam yang mampu menusuk hatinya bahkan ingatkan laki laki itu tidak pernah berbuat baik padanya


Farensca tertawa sumbang " itu anda tahu "


" Kurang ngajar, anak tak berguna " sarkas Bima lagi, tadi apa dia menyebut anak no! bahkan Farensca tidak merasa seperti anak disini


" Jaga bicaramu, urus saja anak haram mu itu " bukan Farensca yang berbicara tapi Naima, ucapannya membuat gadis itu terdiam apa tadi dirinya tidak salah dengar anak haram memang bukan untuknya tapi dia tidak bodoh disini, dia jadi teringat beberapa hari lalu waktu dia tidak sengaja menguping pembicaraan Bima di telfon


" Iya anak papah yang cantik nanti malem kita jalan jalan ya "


" Terserah kamu mau beli apapun pasti papah kasih, papah kan sayang banget sama kamu "


" Cuman kamu anak papah yang paling cantik putri papah "


Bahkan Farensca merasa sesak, gadis itu memegang dadanya yang sakit dia ingin sekali berteriak menangis sekencang-kencangnya tapi tidak bisa dirinya bukan gadis lemah, bahkan belum pernah sekalipun Bima berkata lembut padanya walaupun dia berusaha menjadi anak yang berprestasi


" Jaga ucapan kamu, dia bukan anak haram " tunjuk Bima pada Naima


" Apa kalo bukan anak haram anak dari selingkuhan "


Apa tadi mamahnya bilang anak selingkuhan kenyataan yang baru dirinya ketahui cobaan apalagi ini Tuhan


" Kamu sama anak kamu sama saja "


Prang


" Maafin mamah ren mamah_


" Udah cukup mah faren gak mau denger " potong gadis itu dia tidak mau mendengar penjelasan apa apa dirinya sudah cukup tahu disini


" Maafin mamah ren " ucap Naima lirih saat melihat Farensca meninggalkan rumah


Farensca menjalankan kakinya menuju sekolah, sengaja berjalan kaki agar otaknya lebih fresh, jika dirinya sedang ada masalah seperti ini pasti dia lebih memilih jalan kaki kemanapun arahnya agar otaknya lebih fresh persetan dengan bel sekolah yang sebentar lagi akan bunyi toh jarang jarang dirinya seperti ini, dia sangat merindukan sosok yang sejak kecil selalu melindunginya selalu memberi semangat kepadanya dan tidak akan membiarkan dia sedih sedikitpun


Drett drert


Farensca langsung mengangkat telfonnya saat nama orang yang dia rindukan terpampang jelas di hpnya dan jangan lupa senyum manisnya


" HALLO ABANG "


" Ya Gusti de mulut loh bikin sakit kuping "


" Lagian Abang udah lupa ya punya adek "


" Ya gak atuh masa Abang lupa sama maneh "


" Udah lama di Jerman masih ajah sundanya masih ada "


" Ya ada atuh dek, kan Bandung tempat kelahiran Abang, oh ya gimana kabar kamu? "


" Halah! Kabar adek baik bang, Abang gimana di sanah kapan pulang adek sendirian di sinih "


" Sabar ya dek Abang tahu kok, ehm Abang punya kabar baik "


" Hmm iya gak papah bang, kabar baik apa tuh "


" Lusa Abang pulang ke Indonesia "


" HAH! SERIUSAN "


" Iya serius gak usah pake teriak teriak apa dek "


" Hehe iya maaf bang sensi amat, yaudah janji ya lusa adek tunggu loh awas ajah kalo sampe sia ngabohong "


" Heem siap komandan, soalnya Abang juga ada tugas di indo "


" Yaudah bang hati hati ya, adek mau berangkat sekolah dulu "


" Eh bused jam seginih baru berangkat sekolah "


" Beda jam kan gebleg!


Tut


Setelah mematikan panggilannya Farensca langsung melanjutkan jalannya yang tertunda, dia Lucas Anderson Kaka sepupu dari Farensca, semenjak Lucas di tugaskan di Jerman dirinya jadi sendiri di sinih tanpa ada penyemangat, selain seorang CEO dirinya juga seorang mafia terkenal, agak bingung sih dia bisa bisanya modelan Lucas yang bobrok gak pernah serius bisa bisanya jadi mafia ketuanya pula memang terkadang hidup jangan lihat dari covernya sajah