
" ngapain anda kesinih" tanya Farensca saat melihat Bima membawa istri dan anaknya ke rumah ini
" Apa urusannya dengan kamu " jawab wanita yang berada di samping Bima
" Ini rumah saya kalau kalian lupa "
" Mereka akan tinggal di sini " ucap Bima membuat Farensca terdiam, dia tidak tuli dengan ucapan Bima apa dia tidak punya perasaan bahkan belum genap sehari mamahnya meninggal tapi laki laki itu sudah berani membawa selingkuhannya kesini
Ingin rasanya Farensca meninggalkan rumah ini dan tinggal bersama tantenya tapi dia juga tidak bisa karena harus menjalankan wasiat mamahnya untuk tetap mempertahankan rumah ini, apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini apa dia sanggup melihat keharmonisan Keluarga di hadapannya dan dia hanya sendiri
" Boleh saja tinggal di sini, asal kalian tidak mempekerjakan bi Inah ataupun pembantu lain di sini " jawab Farensca
" Kamu gila ya " bentak Bima membuat Farensca memejamkan matanya
" Terserah, bi Inah hanya bekerja untuk saya jika kalian tidak setuju silahkan angkat kaki dari sini "
" Dan kau, siap siap tidak mendapatkan warisan apapun dari omah Mega" lanjut Farensca menatap tajam ke arah papahnya
" Gak bisa gitu dong " kesal gadis seumuran yang tak lain adalah anak Bima
" Gak papah, nanti kamu kan bisa papah anter jemput, entar kalo capek kita bisa pake jasa laundry atau nanti bisa Gofood kalo emang mamah capek masak " ucap Bima dengan lembut sambil mengelus Surai gadis itu
Entah mengapa hatinya sakit sekali melihat perlakuan lembut Bima " yasudah bagus deh kalau tahu diri " sahut Farensca
Tanpa Farensca sadari, gadis yang bersama ayahnya itu mengepalkan tangannya kuat kuat menatap Farensca tak suka
" Oh satu lagi jangan ada yang mengubah kamar mamah saya sedikitpun mengerti! " Kata Farensca sambil menyibak nyibakan rambut wanita pelakor di hadapannya, dan kemudian pergi dari hadapan mereka
Setelah keluar dari rumahnya Farensca menyeka air matanya yang sedari tadi dia tahan melihat perhatian lembut papahnya yang belum pernah ia rasakan sama sekali
Gadis itu terus melangkahkan kakinya entah kemana sekarang tujuannya yang penting ia bisa menenangkan pikirannya saat ini
Di sisi lain dua muda mudi itu sedang berjalan menyusuri pusat perbelanjaan di Bandung atau mall
" Ara mau cari apa kesini " tanya saga sambil menggandeng tangan mungil Ara di sampingnya, bahkan senyum pria itu tidak luntur akhirnya dia bisa jalan jalan berdua dengan sang pujaan hati Dede emesh walaupun tadi agak ada sedikit kendala saat dia menjemput Ara karena harus menghadapi dua pawang Ara, siapa lagi kalo bukan Rafka dan Evrian yang mengesalkan
Gadis itu mendongakkan kepalanya ke arah saga yang jauh lebih tinggi darinya " hmm, Ara mau beli perlengkapan Miky " jawab gadis itu dengan mata bulatnya
Saga mengangguk-anggukkan kepalanya, dan jalan Meraka terhenti saat Ara melihat ada toko perlengkapan bayi di sana
" Ayo Om kita kesana " tunjuk gadis itu membuat mata saga menyipit melihat toko yang di tunjuk Ara
" Itu mah perlengkapan bayi Ra " kata saga meyakinkan Ara
" Emang iya, biasanya kan Ara belinya di sana " jawab gadis itu kesal yang membuat saga menurutinya saja dari pada entar ngambek tambah susah dia pdkt nya
" Permisi mba, mas ada yang bisa saya bantu " tanya seorang pelayan toko sambil menunjukkan senyum manisnya, oh tentu bukan ke Ara tapi ke saga yang berada di belakang Ara
" Mau beli perlengkapan monyet " jawab saga membuat pelayan itu mengernyit bingung ingin rasanya dia berbicara buta mata Lo ini perlengkapan bayi bukan monyet!
" Di sini gak ada perlengkapan monyet mas adanya bayi " kata pelayan itu dengan lembut membuat Ara ingin muntah mendengarkan nya
" Matanya di jaga ya mba! " Kesal Ara dan langsung menarik tangan saga untuk masuk ke dalam, sedangkan sudah tersenyum senyum sendiri melihat Ara yang nampaknya jealous gak papah lah walaupun dia nahan malu setengah mati yang penting hatinya berbunga-bunga
Setelah hampir sejam memilih milih perlengkapan untuk Miky dua sejoli itu akhirnya hanya membeli botol susu untuk Miky, kata Ara gak ada yang cocok jadi dia pilih botol susu aja kurang sabar apalagi bukan saga, dan sekarang mereka sedang berjalan ke arah bioskop karena Ara menginginkannya jadi saga mah ikut ikut saja kemanapun gadis itu pergi
" YO! " Teriak saga saat melihat satu objek manusia yang tak asing di matanya
Sedangkan Mario langsung menutup kupingnya mendengar suara aneh yang menerpa Indra pendengarannya
" Yo si saga " ucap Lula yang berad di samping pria itu memang saat ini Mario sedang bersama Lula di mall
Saga dan juga Ara segera berjalan ke arah Mario dan Lula
" Ngapain Lo di sini " tanya saga membuat Mario jengah, kenapa ya ketemunya dia lagi dia lagi di Altarik ketemunya saga, di sekolah ketemunya saga, dan di mall pun ketemunya saga ini mah the real bumi itu sempit
" Lo abis beli apa ga " tanya Lula saat atensi matanya melihat paper bag kecil di tangan saga
" Lah emang Lo punya adek " tanya Lula bingung setahu dia saga gak punya adek
" Buat si Miky " jawab saga membuat Lula semakin bingung
" Miky siapa "
" Monyet " sahut Mario ngegas membuat Lula reflek menggeplak kepala pria itu
" Serius bego! " Kesal Lula
" Serius teh si Miky tuh monyet " sahut Ara yang dari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan mereka
" Bang Mario ini siapa? " Tanya Ara
" Cwe Abang Ra cantik ya " jawab Mario sambil tersenyum ke arah Lula membuat gadis itu eneg
" Iya cantik, tapi ko teteh mau aja sama bang mario " tanya Ara pada Lula
" Emang kenapa bang Mario? " tanya Lula
" Bang Mario kan ceweknya banyak kemaren aja abis jalan sama cewek " jawab Ara membuat Lula menatap tajam pada pria di sampingnya
Sialan sekali mulut adik sahabatnya ini!
___
" Ren " panggil Rafka saat melihat gadis itu berjalan sendirian di pinggiran jalan
Farensca menghentikan langkahnya dan menatap pada orang yang memanggilnya
" Lo ngapain jalan sendirian gak takut di culik om om " sebenarnya Rafka hanya basa basi bertanya seperti itu emang pada awalnya pria itu ingin ke rumah Farensca dia tahu gadis itu pasti masih sangat sedih, eh tapi udah keburu ketemu di jalan
Farensca hanya menatap datar pria itu" Gak lucu! "
" Ikut gue mau gak " ajak Rafka
" Kemana "
" Ke tempat panah, kali aja bisa ngehibur Lo di sana "
" Oke " Farensca langsung melompat ke arah Rafka dan mengambil helm yang di sodorkan pria itu memang yang ia butuhkan saat ini adalah pelampiasan kekesalannya jadi tidak ada salahnya jika dia ikut ke tempat panah kan
Hanya butuh waktu 20 menit untuk mereka sampai di tempat ini, keduanya langsung mengambil busur panah dan anak panah yang sudah di sediakan di sana dan berjalan menuju lapangan yang biasa di gunakan untuk latihan memanah, seakan memiliki ide cemerlang Rafka langsung berbalik badan menghadap gadis di sampingnya yang sedang sibuk menyiapkan busur panahnya
" Ren "
" HM "
" Gimana kalo kita taruhan " ucap Rafka membuat Farensca menghentikan aksinya
" Taruhan, siapa yang paling banyak masukin anak panahnya dengan tepat sasaran maka dia yang jadi pemenangnya, tapi syaratnya cuman dalam waktu 60 detik dan matanya harus di tutup " lanjut Rafka sambil menarik turunkan alisnya
" Kalo menang apa jaminannya" tanya Farensca membuat Rafka tersenyum arti
" Kalo Lo yang menang, Lo boleh nentuin ke inginan Lo sediri _
" Tapi kalo gue yang menang Lo harus jadi pacar gue " lanjut Rafka membuat Farensca membulatkan matanya
" Gak ada kaya gitu! " Tolak Farensca dih ogah ya masa harus jadi pacarnya Rafka
" Bilang aja Lo takut " ejek Rafka
" Yaudah siapa takut! " Balas Farensca
___