The Only Love

The Only Love
Ratu julid



Sudah 20 menit sejak bel istirahat berbunyi gadis dengan rambut di jepit ke belakang tak sudah sudah mengusap keringatnya, dari tadi dirinya di sibukan dengan hasil hasil soal ulangan kelas nya bagaimana tidak ibu Susilawati alias cekgu besar yang merangkap menjadi wali kelasnya menyuruhnya mengoreksi soal teman temannya yang berjumlah 35 orang ingin rasanya ia membakar semua buku di hadapannya padahal anak anaknya sudah membutuhkan asupan makanan saat ini, segera dia membereskan semuanya dia bersumpah jika nanti dirinya tidak di beri waktu untuk istirahat dia tidak akan mengikuti pelajaran dia lagi sabodo teuing masalah perut harus paling utama


Padahal ini adalah tugas dari ketua kelas yang membagongkan, dia tidak masuk karena kemaren habis di keroyok jadilah dirinya yang menggantikan ketua kelas tak tau diri ituh


" Huh anjer bener bener ya itu cekgu besar ngerjain gua " keluh Farensca saat dirinya sudah sampai di kantin dan mendapatkan teman temannya sedang enak menyeruput minuman mereka


" Udah selesai ren " tanya Manda dia memberikan minuman yang di pesan Farensca dan langsung di tenggak habis oleh gadis itu


" Lo. liatnya gimana Maimunah "


" Bu mau bakso nya satu ya " teriak Farensca pada penjual bakso favoritnya di kantin dan di balas acungan jempol darinya


" Emang si Rafka kemana sih ko tumben gak masuk " tanya Manda lagi membuat teman temannya menghela nafas, gadis itu terlalu lemot apa Bolot sih dia sudah menanyakan tiga kali hal yang sama


" Nanya sekali lagi gua tarik tuh si Ervan " gadis itu menunjuk gantungan yang di pakai Manda pada hp nya siapa lagi kalo bukan foto Ervan


" Gak tau gua bucin banget anjer nih anak " sahut Lula


" Ampe ke kuku palsunya foto Ervan " sambung Yana sambil menggelengkan kepalanya


"Iri tanda tak mampu "


" BUDAK CINTA " ucap ke tiganya serempak, kalo di tanya sahabatnya yang paling lemot sapa jawabannya Amanda, yang paling goblok sapa Amanda, yang paling bucin sapa ya Amanda Saking bucinya sampai barang di kamarnya di penuhi foto nya dan Ervan di putusin baru mampus


Brak


Ke empat orang yang sedang asik memakan makanannya terlonjak kaget saat ada yang gebrak meja mereka


" Heh loh Farensca " gadis dengan baju yang ketat, dan make up yang seharusnya tidak ia pakai saat sekolah menatap Farensca bengis dia Bella si trouble maker sekolah Altarik tapi bagi Farensca dia hanya cabe cabean yang kurang belaian apalagi ini dia mengusik ketenangannya


Farensca menatap remeh lawanya sedangkan Manda, Yana, dan Lula sudah musuh misuh belum tau ajah ratu julid kalo sudah marah


" Mau apa loh " tanya Farensca tenang, masih dalam mode tenang


Bella mendorong bahu Farensca walaupun tidak kencang membuat Farensca naik darah " loh itu jangan sok cantik jangan loh deket deket sama Rafka "


Farensca gadis itu tertawa sumbang apa katanya deket deket Rafka gak sudi dia juga " jaga tangan loh atau gue patahin "


" Loh berani sama gue, loh itu gak ada apa apanya sama gue cantik juga gak " ujar Bella dengan sombongnya


" Heh manusia filler denger ya gue ini cantik alami gak kaya loh yang suka ngerubah ciptaan tuhan "


DUMB!


santai, tanpa emosi tapi menusuk hati, semua orang yang berada di kantin langsung menonton mereka


Beuh Farensca di lawan


Mulutnya ajah lebih dari mulut tetangga


Si Bella mah menang nge bully doang


Kalah lah sama si Farensca


Begitulah bunyi dari orang orang yang menonton mereka


" Jadi gue ingetin sama loh gue juga gak sudi deket deket sama ketua basket itu " tunjuk Farensca pada Bella yang dari tadi sudah menahan emosinya


" Ayo guys pergi " ajak Farensca pada sahabat nya dan pergi meninggalkan Bella yang wajahnya sudah memerah


" Makanya trouble maker jangan sok " ucap Lula saat melewati Bella dan gerombolan nya


" Canda oplas " sambung yana


" Itunya jangan gede gede gue takut jatoh " sambung Manda, yang membuat semua penghujung kantin menertawainya, dari tadi dia ngilu melihat dua bola yang berada di dada Bella sien meletus dia teh


" Awas ajah loh Farensca " geram Bella mengepalkan tangannya


" Mau jenguk Luh lah bos " sahut Ervan dirinya sudah sibuk dengan PS di tangannya kurang ajar emang


" Kita kan kasian sama loh " sahut Mario, halah kasian gigi mu kesinih bukanya nguntungin malah nambah beban


" Kalian pada bolos " tanya Rafka dirinya pun sudah sibuk mengotak atik ponselnya sebenarnya dirinya sudah ingin sekolah tapi ibunda tercinta melarangnya menyuruhnya istirahat dulu di rumah sungguh surga dunia bukan dari pagi tadi dirinya belum keluar kamar sama sekali makan di ambilin di perhatiin ingin rasanya sakit setiap hari agar terus menjadi pangeran


" Iya bos di sekolah bunek gua abis ikut ulangan cekgu besar " sahut Vito, biasanya kan ada Rafka yang di jadikan contekan oleh mereka bila ada ulangan dadakan seperti tadi


" Halah dasar goblok senengnya contekan Mulu " sahut Saga sambil melemparkan kulit kacang ke arah Vito


" Loh juga sama bangsat " sahut Devon sambil menjeglug kepala saga mewakili sekali bukan


" Bagus Dev loh mewakili gua "


" Eh ngomong ngomong siapa yang kemaren nyerang loh bos " tanya Mario, kini semuanya dalam mode serius jika pembicaraan nya sudah seperti ini


" Gandi " jawab Rafka santai dirinya sebenarnya kesal dengan manusia Bagong macam gandi manusia licik yang pernah dia kenal


" Bangsat banget dia mainya keroyokan " sahut Devon


" Terus lo gak lawan bos "


" Gue gak siap dia tiba tiba narik gua dan nyerang gitu ajah untung ada si judes yang nolongin "


" Dia masih dendam sama loh " tanya Ervan membuat Rafka memberhentikan aktivitas nya


" Sepertinya "


" Gua heran mau dia apa sih, belum puas dia bunuh anggota kita cuman gara gara salah faham " sahut Saga


" Maaf gara gara gue kalian jadi kena " ucap Rafka membuat semuanya mengalihkan pandangannya pada laki laki itu


Mario langsung menepuk pundak Rafka " loh gak usah minta maaf gitu bos, itu juga bukan salah loh kan ini cuman salah faham tapi dianya ajah yang gak percaya "


Gandi adalah ketua geng acturus yang menyerang Rafka kemaren, dia mempunyai dendam pribadi pada Rafka karena gandi mengira Rafka adalah penyebab adiknya meninggal karena adiknya terlalu terobsesi pada Rafka dan sampai saat ini perseteruan itu terus berlanjut sampai menyebabkan salah satu anggota Altarik merenggut nyawanya bahkan dia pernah membabi buta mengkroyok SMA Altarik dan mengorbankan orang orang yang tidak bersalah


Plak


" Heh Anj- ngapain loh senyum senyum sendiri " Ervan menatap sangar pada sang pelaku yang telah menggeplak kepalanya siapa lagi kalo bukan si bodoh saga


" Paling juga lagi ngebucin " sahut Vito, mereka tahu betul dengan kelakuan Ervan yang bucin dengan Manda termasuk perempuan itu juga, walaupun Ervan dekat dengan Arin, tapi dirinya dan Arin sudah seperti adik kakak


" IRI BILANG JOMBLO " tukas Ervan membuat setiap orang ingin membakar dirinya


" Eh gua gak jomblo ya, gua ada Maya " sahut Devon membuat Mario mendelik


" Heh monyet Maya kan gebetan gua setan kenapa Luh embat " seru Mario, dia kan lagi mengincar Maya adek kelas yang terkenal cantik bahkan body nya seperti gitar spanyol


" Dih buaya sapa Bae Luh gebet " kini suara Vito mengintrupsi


" NGACA ANJINK " seru mereka semua, emang gak ada bedanya, Mario si cap kadal, si Vito si gagal move on, Ervan si bucin, Devon si pendiem, saga si pedofil, nah si Rafka si santuy dia mah gak mau pusing mikirin begituan nambah beban katanya


" Raf, si Ara belum balik " tanya saga saat suasana hening


" Yah mulai dia, kali gua lupa " sahut Devon jengah


" Pedofil "


" Om om kardus "


" Gua gak mau adek gua sama om om kek Luh "


Sialan!